Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah

    Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah

    Waktu: 2026-07-29 18:06:31 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Korban Menjerit Kesakitan dan Lemas Sesak Napas

    Peristiwa nahas itu bermula ketika kedua bocah tersebut sedang bermain air di sekitar struktur pemecah ombak yang membentang di Pantai Glagah.

    Tanpa diduga, tubuh mereka bersentuhan dengan biota laut tersebut hingga mendadak mengeluhkan rasa panas yang luar biasa akibat sengatan ubur-ubur.

    Dampak dari racun ubur-ubur itu membuat korban perempuan terus menangis dan menjerit kesakitan menahan perih. Sementara itu, korban laki-laki kondisinya dilaporkan mendadak lemas di lokasi kejadian seperti hendak pingsan.

    Melihat kondisi kedua korban yang mulai mengalami gejala sesak napas, personel Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo yang bersiaga di sekitar lokasi langsung memberikan tindakan pertolongan pertama dan mengevakuasi keduanya menggunakan mobil ambulans menuju klinik dokter terdekat.

    "Keduanya sudah membaik," ujar Aris memastikan perkembangan kondisi terakhir para korban.

    Ubur-ubur Api Kerap Terdampar Dipicu Angin Kencang

    Meskipun kondisi kedua korban telah dinyatakan berangsur pulih, Aris memberikan peringatan keras kepada para wisatawan, khususnya kalangan orangtua, agar sama sekali tidak boleh lengah saat mendampingi anak-anak yang sedang beraktivitas di sepanjang kawasan pantai selatan.

    Ia meminta para orangtua untuk selalu mengawasi pergerakan putra-putrinya dengan ketat, terutama saat bermain di bibir pantai maupun area pemecah ombak yang menjadi lokasi potensial menumpuknya ubur-ubur akibat terbawa oleh arus laut.

    Dalam beberapa waktu terakhir, para relawan Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo memang berkali-kali menemukan kemunculan ubur-ubur di beberapa titik koordinat pantai secara acak. Sempat ada satu hari setelah masa libur sekolah berakhir ketika ubur-ubur terdampar dalam jumlah yang cukup banyak di hamparan pasir.

    "Sekarang ini sudah tidak ditemukan lagi dalam jumlah besar. Tapi, tiba-tiba muncul lagi di area pemecah ombak, dan kebetulan ada anak-anak yang sedang bermain sehingga terkena sengatan," katanya menjelaskan situasi di lapangan.

    Berdasarkan hasil identifikasi visual oleh petugas di lapangan, biota laut yang menyengat kedua bocah tersebut dipastikan merupakan jenis ubur-ubur api. Spesies ini kerap dilaporkan melanda kawasan pantai selatan Kulon Progo, terutama di sepanjang area Pantai Glagah dan Pantai Congot.

    Fenomena musiman tahunan ini biasanya dipicu secara langsung oleh faktor tiupan angin kencang dari tengah laut yang membawa koloni ubur-ubur tersebut ikut terdampar ke arah bibir pantai. Sengatan dari ubur-ubur api ini memiliki efek toksik yang dapat menimbulkan rasa sakit seperti terbakar pada kulit, memicu demam tinggi, hingga menyebabkan sesak napas akut.

    Pihak Satlinmas mengimbau dengan sangat agar seluruh wisatawan sama sekali tidak menyentuh ubur-ubur tersebut, baik yang masih mengapung di air maupun yang terlihat telah mati terdampar di atas hamparan pasir pantai. Sebab, bagian tentakelnya dipastikan tetap aktif menyengat meskipun tubuh ubur-ubur sudah tidak lagi bergerak.

    Apabila ada pengunjung yang terlanjur mengalami sengatan, mereka diminta untuk segera melapor kepada petugas posko pantai terdekat agar bisa langsung mendapatkan tindakan pertolongan pertama serta penanganan medis lanjutan.

    • Sebelumnya: Sambut HDI 2026, DWP Kemensos Gelar Beauty Class untuk Pegawai Perempuan
    • Selanjutnya: Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi

      Artikel Terkait

      • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
      • Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Mobilitas Penumpang Kereta Meningkat
      • Kancil Masih Setia Mengaspal di Jakarta meski Ada MRT dan LRT
      • Christine Hakim jadi Caregiver Suami dan Ibu yang Sakit Jantung  
      • Diundang Menteri HAM ke Kantornya, Sumarsih: Saya Tidak Mau Percaya Mereka
      • Dugaan Pemerasan Rp 1 Miliar ke Armuji, KORMI Surabaya Mediasi dengan Dispora Jatim
      • Polri Jelaskan Alasan Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Meski Belum Pernah Diperiksa
      • China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS
      • Bukan Aset Kementerian PU, Jembatan Pantai Dona Tetap Dibangun Ulang
      • Semangat 28 Murid SD di Aceh Utara, Ikut MPLS meski Belajar di Tenda Darurat

        Lihat Sekilas

      • Perampokan Sadis di Kaltim, Suami Diikat-Istri Diperkosa Pelaku
      • Job Fair Jakarta Timur Digelar 28-29 Juli 2026, Simak Cara Daftarnya
      • Bupati Bogor Izinkan PKL Boleh Jualan Malam di Alun-alun Tegar Beriman, Ini Syaratnya
      • Motif Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terungkap, Tersinggung soal Seragam Sekolah
      • The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok
      • Kronologi Kepala SPPG Blora Hilang Usai Pamit Shalat hingga Dapur MBG Lumpuh, Pengganti Masih Ditunggu
      • Pengadilan Agama Resmi Putuskan Arka sebagai Anak Ridwan Kamil
      • Penampakan Tersangka TPPU Asabri Don Ritto Pakai Rompi Pink Masuk Mobil Tahanan Kejagung
      • RUU Daerah Kepulauan Bakal Koreksi Pembangunan Berorientasi Daratan
      • Riuh Tawa Anak-anak di Pantai Tangkoko saat Belajar Menjaga Laut dari Segenggam Sampah
      • Copyright © 2026 Powered by Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah,Vista Notebook   sitemap