Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam

    Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam

    Waktu: 2026-07-29 18:11:28 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

     Sejumlah pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur dan Bali mulai melirik opsi regrouping sekolah yang minim siswa baru. Contohnya di Kabupaten Buleleng, Bali.

    Namun, pengamat mengingatkan kebijakan tersebut harus dilakukan dengan bijaksana dan dikaji secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.

    Pengamat Pendidikan, Totok Amin menilai opsi regrouping merupakan langkah logis dan pragmatis. Namun, pemda harus bijaksana dan menggunakan perspektif jangka panjang sebelum memutuskan menerapkannya.

    "Kalau kebijakan regrouping ini kurang matang, maka akibatnya bisa menimbulkan masalah baru," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (17/7/2026).

    Guru Honorer dan Siswa Berpotensi Terdampak

    Totok mengingatkan, ada kelompok yang berpotensi terdampak apabila kebijakan regrouping sekolah diterapkan, apalagi jika tanpa perencanaan yang matang.

    Menurut dia, guru honorer menjadi salah satu pihak yang rentan terdampak karena alokasi jam mengajar umumnya akan diprioritaskan kepada guru tetap.

    "Biasanya, yang jadi korban nanti guru honorer, karena jamnya diprioritaskan ke guru tetap dulu ya, mau ASN atau guru tetap yayasan (kalau swasta)," katanya.

    Tak hanya itu, Totok menilai siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin juga perlu mendapat perhatian. Sebab, jika regrouping membuat jarak sekolah menjadi lebih jauh, biaya transportasi dapat menjadi kendala bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan.

    "Mereka biasanya pasrah. Kalau tidak dapat sekolah negeri ya ke swasta yang seadanya. Atau, yang ditakutkan, tidak melanjutkan sekolahnya. Berhenti di SD saja," tandasnya.

    Harus Pertimbangkan Banyak Aspek

    Totok menjelaskan, pemda harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan menggabungkan sekolah yang minim siswa.

    "Harus pelajari kondisi geografis dan sosial ekonomi, pikirkan akses ke sekolah induk (integrasi dari banyak sekolah), angka partisipasi kasar (APK), angka putus sekolah, jumlah anak tidak sekolah, ketersediaan guru tetap dan guru honorer, dan jumlah jam mengajar setiap guru," terangnya.

    Ia menilai, saat ini regrouping lebih mendesak diterapkan pada jenjang sekolah dasar negeri (SDN). Namun, ke depan kebijakan serupa berpotensi dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya seiring meningkatnya pertimbangan masyarakat terhadap mutu sekolah.

    "Mungkin saat ini yang urgent baru SD. Tetapi ke depan, bila orangtua semakin memerhitungkan mutu, maka banyak sekolah negeri di jenjang berikutnya akan dipaksa melakukan regrouping juga. Perhatikan aspek mutu sekolah juga saat melakukannya," tutupnya.

     
    • Sebelumnya: Purbaya dan DPR Berdebat soal Penempatan Rp 400 Triliun Dana SAL di Bank BUMN
    • Selanjutnya: Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 02.00 WIB

      Artikel Terkait

      • Potret Warga Medan Antre BBM di Tengah Banjir, Pengendara Pilih Bertahan Berjam-jam
      • Zulhas Janji KDKMP Bakal Serap Hasil Panen: Tidak Boleh Petani Dirugikan
      • Polisi Tangkap Komplotan Curanmor Bersenpi, 1 Orang Buron
      • Rebutan Air, Dua Petani di Soppeng Terlibat Duel Maut, Satu Tewas
      • Kesaksian Warga Detik-detik Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Tewaskan 4 Orang
      • Burnham Langsung Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris
      • Dilema Kemanusiaan di Tulungagung, Kisah Ibu 2 Balita Jadi Tersangka Pencurian Emas, Tak Ditahan demi ASI
      • AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal
      • Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku
      • AS Umumkan Gelombang Serangan Udara Baru ke Iran

        Lihat Sekilas

      • Pramono Pastikan JPO Tendean Segera Dibangun, Pendanaan Dicari dari CSR hingga KLB
      • Kisah Kelam Gigi Palsu George Washington, Presiden Pertama AS
      • Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen
      • Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Gizi, Rumah Layak, Pendidikan, dan Kesehatan
      • Nagita Slavina Cari Talenta Muda Berbakat dari Cabor Basket
      • Cewek Open BO yang Peras ASN di Medan Kerap Ganti Foto di Aplikasi
      • Saut Sebut Ada Pesan Tersirat Prabowo Agar KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
      • Viral Video Dishub Dharmasraya Tarik Retribusi Truk Antre BBM, Kadishub: Bukan Pungutan di Dalam SPBU
      • Selain Febrie Adriansyah, Don Ritto Juga Tersangka dan Ditahan di Polda Metro
      • Burnham Langsung Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris
      • Copyright © 2026 Powered by Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam,Vista Notebook   sitemap