Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

    Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

    Waktu: 2026-09-12 19:01:05 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, akan lebih sering muncul selama musim kemarau 2026.

    BMKG menilai peluang kemunculan embun upas meningkat karena musim kemarau tahun ini diprakirakan lebih kering dibandingkan dua tahun sebelumnya.

    Puncak musim kemarau juga diperkirakan terjadi pada Agustus dan kondisi kering masih berlanjut hingga September 2026.

    Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Guruh Tjiptanto mengatakan, suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus yang kerap dilaporkan saat embun upas muncul bukan merupakan suhu udara, melainkan suhu minimum permukaan rumput yang diukur menggunakan termometer khusus.

    "Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput, yaitu termometer yang dipasang di permukaan rumput," ujarnya, Sabtu (18/7/2026), dilansir dari Antara.

    Sifat Musim Kemarau Lebih Kering

    Menurut Guruh, peluang munculnya embun upas akan semakin besar apabila sifat musim kemarau lebih kering atau berada di bawah kondisi normal.

    "Semakin kemaraunya kering atau di bawah normal sifatnya maka kemungkinan embun upas akan lebih sering terjadi, apalagi ini belum di puncak kemarau. Puncak kemarau di Agustus nanti, bahkan di September pun masih kering kemaraunya," terangnya.

    Ia menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering masih berlanjut hingga September.

    Oleh karena itu, peluang terbentuknya embun upas diprakirakan meningkat pada periode tersebut.

    Guruh mengatakan, musim kemarau 2026 diprakirakan lebih dingin dibandingkan musim kemarau 2025 maupun 2024. Bahkan, karakteristiknya hampir sama dengan musim kemarau 2023 yang juga ditandai kemunculan embun upas di kawasan Dieng.

    "Peluang lebih dingin saat puncak kemarau sekitar Agustus. Pada Agustus hingga September 'mbediding' (fenomena saat suhu udara sangat dingin) akan lebih terasa," tandasnya.

    BMKG Beri Imbauan untuk Wisatawan

    BMKG juga mengimbau wisatawan yang ingin berburu embun upas di Dieng agar mempersiapkan diri menghadapi suhu dingin selama musim kemarau.

    Guruh menyarankan wisatawan mengenakan pakaian berlapis (layering system), mulai dari pakaian dalam termal, sweater, hingga jaket tebal tahan angin agar tubuh tetap hangat.

    Selain itu, wisatawan disarankan menggunakan kupluk yang menutup telinga, sarung tangan, syal, kaus kaki tebal, dan sepatu yang nyaman, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

    Bagi wisatawan yang memiliki riwayat asma, sinusitis, atau alergi terhadap udara dingin, BMKG meminta agar membawa obat-obatan pribadi atau inhaler.

    Ia juga mengingatkan bahwa udara pegunungan pada musim kemarau sangat kering sehingga pengunjung dianjurkan membawa pelembap kulit dan pelembap bibir untuk mencegah kulit maupun bibir pecah-pecah.

    “Bagi wisatawan yang ingin berburu embun upas di Dieng, fenomena tersebut umumnya mulai terbentuk pada malam hari dan terlihat paling jelas di sekitar lapangan Kompleks Candi Arjuna pada pukul 04.00-06.00 WIB sebelum mencair saat matahari mulai meninggi,” pungkas Guruh.

    • Sebelumnya: Ini Tips Memilih Ban SUV yang Tepat Sesuai Karakter Jalan di Indonesia
    • Selanjutnya: Kronologi Bus Sinar Jaya Terguling di Brebes, Hantam Jembatan lalu Tabrak Truk

      Artikel Terkait

      • Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban
      • Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi hingga Malam
      • Gempa M 7,3 di Meksiko Picu Peringatan Tsunami
      • Sidang Kasus Penggelapan Sparepart Rp 1,9 M, Kubu Terdakwa Ungkap Kejanggalan Dakwaan
      • Kisah Pilu Korban KLM Nurul Salsa di Selayar, 3 Orang Meninggal di Atas Gabus lalu Dilepas ke Laut
      • Tak Ada Sampah di Jalan! Polri dan DLH Bersih-bersih Usai Riau Bhayangkara Run
      • MUI Minta Pemerintah Susun Aturan Baru Izin Usaha Tambang Ormas Usai Putusan MK
      • Ibu Penyiksa Anak Tirinya Berusia 4 Tahun hingga Tewas di Bekasi Jadi Tersangka
      • Ayah Tiri di Sampang Perkosa Anak, Korban Diselamatkan Paman dan Bibi setelah Dituduh Bohong oleh Ibunya
      • Skandal Kecurangan Tes CPNS Guncang Thailand, Ribuan PNS Terlibat

        Lihat Sekilas

      • Resto Steak di Menteng Kebakaran
      • Kerap Bersitegang, PM Spanyol dan Trump Bakal Satu Tribun di Final Pildun
      • Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
      • Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar
      • AI Akan Bantu Peneliti, Bukan Menggantikan Perannya
      • Peneliti Coba Rekayasa Nyamuk Jantan demi Bikin Malaria Musnah
      • DKI Mulai Tutup 2 Zona Aktif Bantargebang, Open Dumping Dihentikan Bertahap
      • Datangi Kantor Pertamina, Pemkot Medan Tagih Janji Atasi Antrean Mengular di SPBU
      • Keir Starmer Lengser, Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris
      • Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU LLAJ, Hak Kewajiban Ojol Diatur Terpisah
      • Copyright © 2026 Powered by Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya,Vista Notebook   sitemap