Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban

    Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban

    Waktu: 2026-07-29 18:03:15 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, membantah isu yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penculikan dan pengeroyokan terhadap seorang pria berinisial Fam Fuk Tjhong alias Uun.

    Juwita menegaskan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap Uun, yang telah melaporkan dugaan penculikan dan pengeroyokan ke Polda Banten.

    "Saya tegaskan kabar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyuruh orang maupun kelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan tersebut," kata Juwita dalam konferensi pers di Gedung DPRD Lebak, Senin (20/7/2026).

    Akui Sempat Terima Pesan dari Korban

    Juwita mengaku tidak mengetahui peristiwa dugaan penculikan yang dialami Uun.

    Namun, ia membenarkan sempat menerima pesan WhatsApp dari korban sebelum kejadian.

    Menurut Juwita, isi pesan tersebut dinilainya tidak beretika sehingga ia menceritakannya kepada sang suami.

    "Awalnya hanya curhatan suami istri. Pak Uun mengirim WhatsApp dengan bahasa yang tidak beretika. Saya hanya bercerita kepada suami, lalu diminta kirim pesan WhatsApp-nya, lalu selesai sampai di situ. Tidak ada komunikasi lanjutan dengan pihak lain," ujarnya.

    Juwita juga membantah pernah berkomunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang diduga terlibat dalam penculikan, meski mengakui dirinya merupakan pengurus salah satu ormas tersebut.

    "Saya punya kedekatan sendiri dengan ormas Jayagati, saya pengurus di ormas tersebut, saya bergabung sebelum jadi dewan di periode ini," katanya.

    Klaim Sudah Berdamai

    Juwita mengatakan dirinya telah bertemu dengan Uun di kediamannya pada Sabtu malam dan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

    "Pak Uun minta maaf, kita buat kesepakatan bahwa ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa paksaan, dengan saksi di pihak kami, saksi dari Pak Uun dan kepolisian setempat," ujarnya.

    Sementara itu, kuasa hukum Juwita, Acep Saepudin, menyatakan pihaknya mendukung langkah Uun melaporkan kasus tersebut ke Polda Banten agar seluruh fakta dapat diungkap.

    "Kami mendukung apa yang dilakukan oleh Pak Uun melaporkan ke Polda Banten supaya kemudian ini tidak terjadi fitnah seolah-olah diperintah oleh Ibu Ketua DPRD dan lain sebagainya," kata Acep.

    Ia menegaskan pihaknya siap memenuhi panggilan penyidik apabila dimintai keterangan.

    Korban Lapor ke Polda Banten

    Sebelumnya, Uun melaporkan dugaan penculikan dan pengeroyokan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Banten pada Minggu (19/7/2026).

    Laporan tersebut teregister dengan Nomor LP/B/313/VII/SPKT II.DITRESKRIMUM/2026/POLDA BANTEN.

    Dalam laporannya, Uun mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan dan penculikan di Kampung Babakan Pulo, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

    Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

    "Mohon waktu ya," kata Maruli saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penyelidikan.

    • Sebelumnya: Sopir Truk Diduga Microsleep, Picu Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di JORR
    • Selanjutnya: KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Suap Pejabat Bea Cukai

      Artikel Terkait

      • Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki
      • Skenario Keji Anak Angkat di Nganjuk, Jadi Otak Pembunuhan Ayah, Jasadnya Dikubur di Samping Rumah
      • Kronologi Kecelakaan 9 Kendaraan di Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Diduga Truk Bermuatan Galon Rem Blong
      • Awalnya Hanya Mengintip Naskah Tom Holland, Zendaya Cerita Keterlibatannya di Film The Odyssey
      • Komdigi Temukan Modus Kecurangan Registrasi Kartu SIM Biometrik
      • Rumah Argentina Berdiri di Pesisir Polewali Mandar, Kisah Fanatisme Yusuf untuk Tim Tango
      • Jangan Anggap Sepele Gigi Susu Berlubang, Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
      • Viral Satu Keluarga di Depok Diteror dan Diintimidasi Tetangga, Rumah Juga Dirusak
      • Pindad Kembangkan Amunisi dari Limbah Kelapa Sawit
      • Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri

        Lihat Sekilas

      • Panen Raya Bersama TNI, Prabowo Sapa-Salam Petani Tebu di Malang
      • Kebakaran Landa Pemukiman di Sorong Barat, Warga Berhamburan Selamatkan Diri
      • Messi Berterima Kasih ke Suporter Argentina: Luka Ini Butuh Waktu untuk Sembuh
      • Peringatan Teddy Sheringham Jelang Laga Inggris Vs Argentina
      • Keluarga Nilai Vonis Pembunuh Kacab Bank BUMN Belum Adil, Berharap Jaksa Banding
      • Daftar Harga Lengkap Motor Listrik VinFast di Indonesia
      • Barat ke Timur, Gelombang Panas Semakin Merajalela di AS
      • Kirim Video Pencegatan Rudal ke Iran, Tentara Israel Dipenjara 5 Tahun
      • Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Ekonom: Kenaikan Tak Selalu Berarti Makin Boros
      • Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial Klub
      • Copyright © 2026 Powered by Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban,Vista Notebook   sitemap