Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar

    Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar

    Waktu: 2026-09-12 19:35:34 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026) waktu setempat, imbas kenaikan harga minyak mentah dan memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

    Mengutip CNBC pada Selasa (21/7/2026), indeks S&P 500 turun 0,19 persen ke level 7.443,28. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,05 persen ke posisi 25.508,07 dan Dow Jones Industrial Average merosot 307,16 poin atau 0,59 persen menjadi 51.839,26.

    Pelemahan Dow Jones turut dipengaruhi penurunan lebih dari 2 persen saham Apple.

    Tekanan terhadap pasar muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan hari kesembilan berturut-turut ke wilayah Iran. Namun, sentimen investor sempat membaik pada pertengahan perdagangan di London setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

    Baghaei mengatakan, sejumlah pihak perantara masih terus bertukar pesan dengan Iran di tengah rangkaian serangan terbaru AS. Menurutnya, negosiasi antara kedua negara masih dapat ditempuh dengan mempertimbangkan kepentingan nasional masing-masing.

    Meski demikian, harga minyak kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social menyatakan Iran akan “membayar berkali-kali lipat” atas tewasnya tiga personel militer AS.

    Pelaku Pasar Menilai Langkah Trump

    Kontrak berjangka minyak mentah AS ditutup naik 0,9 persen menjadi 83,23 dollar AS per barrel. Adapun minyak mentah Brent sebagai acuan internasional menguat 1,3 persen ke level 89,22 dollar AS per barrel.

    Sentimen pasar juga dipengaruhi pengumuman kelompok Houthi di Yaman yang menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi.

    Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, menilai pelaku pasar masih meyakini Presiden Trump tidak akan mengambil langkah eskalasi militer yang jauh lebih besar di Timur Tengah, seperti mengerahkan pasukan darat.

    Ia memandang, apabila asumsi tersebut tetap berlaku, maka penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik masih menjadi skenario yang paling mungkin terjadi.

    Saham Semikonduktor Bangkit

    Di sisi lain, saham-saham semikonduktor mulai mencoba bangkit setelah mengalami tekanan tajam sepanjang pekan lalu.

    Saham Micron Technology menguat hampir 2 persen. Astera Labs naik 1,9 persen, Teradyne melonjak 3,5 persen, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) bertambah 1,6 persen.

    Sementara itu, VanEck Semiconductor ETF (SMH) ditutup menguat tipis.

    Presiden Wells Fargo Investment Institute sekaligus Chief Investment Officer Wealth and Investment Management, Darrell Cronk, mengatakan sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) saat ini tengah mengalami fase penyesuaian yang sehat setelah reli panjang.

    Pelemahan teknikal yang terjadi belakangan meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam menuju area support jangka panjang, termasuk rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average).

    Meski peluang rebound jangka pendek tetap terbuka karena kondisi pasar yang sudah berada di area jenuh jual (oversold), Cronk menilai tren kenaikan jangka menengah sektor tersebut mulai terganggu.

    Sebagai catatan, ketiga indeks utama Wall Street juga ditutup melemah sepanjang pekan lalu akibat tekanan pada saham-saham semikonduktor. Bahkan, ETF semikonduktor VanEck (SMH) membukukan penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir.

    • Sebelumnya: 20 Tahun ke Depan, Laut Indonesia Terancam Kian Tercemar
    • Selanjutnya: Peraturan Pemerintah: Tarif Pendirian hingga Pembubaran Koperasi Gratis

      Artikel Terkait

      • Air PAM Mati, Apakah Pelanggan Berhak Dapat Kompensasi?
      • Film Aku Sebelum Aku: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang
      • Penjualan Mobil Jetour Semester I/2026 Tembus 1.500 Unit
      • DLHK Banten Ungkap Biang Kerok Bikin Air di Sungai Ciujung Menghitam
      • Trump Bilang Spanyol Pantas Menangi Piala Dunia
      • Polisi Ungkap Peredaran 'Pod Getar' Narkoba di Bogor, Kasus Pertama Se-Jabar
      • Cek Daftar Harga BBM Hari Ini 21 Juli 2026 di SPBU Pertamina Se-Indonesia
      • Viral Ekskavator Tercebur di Kali Cakung Lama, Dinas SDA Evakuasi Malam Ini
      • Menpan RB Ingin KPI untuk ASN Berorientasi ke Masyarakat
      • Marinus Gea Dorong Unias Bangun Kepemimpinan Berkarakter Pancasila

        Lihat Sekilas

      • FIFA Beri Cincin Juara untuk Pemenang Piala Dunia 2026, Contek Tradisi NFL?
      • Benarkah Biaya Perawatan Motor Listrik Lebih Murah daripada Motor Bensin?
      • Buka LCC 4 Pilar MPR Papua Barat Daya, Anggota MPR Tekankan soal Persatuan
      • Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS
      • Kasus Dugaan Teror di Rumah Dinas Wabup Deli Serdang, Hasil Labfor Diumumkan Senin
      • Meski Likuiditas Ketat, Dana Kelolaan Nasabah Prioritas DBS Tumbuh 13 Persen
      • Hashim Djojohadikusumo Ajak Dokter Ikut Awasi MBG: Jangan Sampai Ada "Tumor-tumor" Lagi
      • Sedang Asyik Hisap Sabu di Perahu, Tiga Pria di Demak Digerebek Polisi
      • Prabowo: Lebih dari 108 Masalah Diselesaikan dalam 18 Bulan, Ini Prestasi
      • Tangis Abdel Achrian Pecah di Pusara Temon...
      • Copyright © 2026 Powered by Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar,Vista Notebook   sitemap