Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar

    Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar

    Waktu: 2026-07-29 18:06:34 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026) waktu setempat, imbas kenaikan harga minyak mentah dan memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

    Mengutip CNBC pada Selasa (21/7/2026), indeks S&P 500 turun 0,19 persen ke level 7.443,28. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,05 persen ke posisi 25.508,07 dan Dow Jones Industrial Average merosot 307,16 poin atau 0,59 persen menjadi 51.839,26.

    Pelemahan Dow Jones turut dipengaruhi penurunan lebih dari 2 persen saham Apple.

    Tekanan terhadap pasar muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan hari kesembilan berturut-turut ke wilayah Iran. Namun, sentimen investor sempat membaik pada pertengahan perdagangan di London setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

    Baghaei mengatakan, sejumlah pihak perantara masih terus bertukar pesan dengan Iran di tengah rangkaian serangan terbaru AS. Menurutnya, negosiasi antara kedua negara masih dapat ditempuh dengan mempertimbangkan kepentingan nasional masing-masing.

    Meski demikian, harga minyak kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social menyatakan Iran akan “membayar berkali-kali lipat” atas tewasnya tiga personel militer AS.

    Pelaku Pasar Menilai Langkah Trump

    Kontrak berjangka minyak mentah AS ditutup naik 0,9 persen menjadi 83,23 dollar AS per barrel. Adapun minyak mentah Brent sebagai acuan internasional menguat 1,3 persen ke level 89,22 dollar AS per barrel.

    Sentimen pasar juga dipengaruhi pengumuman kelompok Houthi di Yaman yang menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi.

    Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, menilai pelaku pasar masih meyakini Presiden Trump tidak akan mengambil langkah eskalasi militer yang jauh lebih besar di Timur Tengah, seperti mengerahkan pasukan darat.

    Ia memandang, apabila asumsi tersebut tetap berlaku, maka penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik masih menjadi skenario yang paling mungkin terjadi.

    Saham Semikonduktor Bangkit

    Di sisi lain, saham-saham semikonduktor mulai mencoba bangkit setelah mengalami tekanan tajam sepanjang pekan lalu.

    Saham Micron Technology menguat hampir 2 persen. Astera Labs naik 1,9 persen, Teradyne melonjak 3,5 persen, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) bertambah 1,6 persen.

    Sementara itu, VanEck Semiconductor ETF (SMH) ditutup menguat tipis.

    Presiden Wells Fargo Investment Institute sekaligus Chief Investment Officer Wealth and Investment Management, Darrell Cronk, mengatakan sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) saat ini tengah mengalami fase penyesuaian yang sehat setelah reli panjang.

    Pelemahan teknikal yang terjadi belakangan meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam menuju area support jangka panjang, termasuk rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average).

    Meski peluang rebound jangka pendek tetap terbuka karena kondisi pasar yang sudah berada di area jenuh jual (oversold), Cronk menilai tren kenaikan jangka menengah sektor tersebut mulai terganggu.

    Sebagai catatan, ketiga indeks utama Wall Street juga ditutup melemah sepanjang pekan lalu akibat tekanan pada saham-saham semikonduktor. Bahkan, ETF semikonduktor VanEck (SMH) membukukan penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir.

    • Sebelumnya: Mau Baca Unggahan Trump Lebih Cepat? Bayar Rp 1,7 Miliar per Bulan
    • Selanjutnya: 164 Siswa Disabilitas Kunjungi Istana, Seskab: Semua Anak Berhak Bermimpi

      Artikel Terkait

      • Tidak Cocok dengan Micky van de Ven, Barcelona Fokus Cari Penyerang Baru
      • Messi Berterima Kasih ke Suporter Argentina: Luka Ini Butuh Waktu untuk Sembuh
      • ASN di Ende Terancam Tak Gajian Mulai Juli 2026 jika Pajak Belum Lunas
      • Persija Turunkan Skuad Utama di Piala Presiden 2026 Usai TC Thailand Diundur
      • Cak Imin Minta Relawan Lihat dan Belajar Cara Penanganan Bencana dari Jepang
      • Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari
      • Imbas WNI Kabur Saat Tur, Kemudahan Visa Korea Selatan Berpotensi Dikaji Ulang
      • Nelayan di Gianyar Hilang saat Melaut, Basarnas Kerahkan Drone Thermal untuk Pencarian
      • Pegadaian Dorong Green Tourism Yogyakarta Lewat Becak Kayuh Listrik
      • BYD M6 DM Catat Efisiensi Lebih dari 81 KM per Liter di Jalur Surabaya-Prigen, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM

        Lihat Sekilas

      • Cerita Warga Terbantu oleh Yanduan Propam Polri: 2 Hari Masalah Selesai
      • IHSG Menguat ke 6.108, Investor Asing Catat Net Buy Rp 283 Miliar
      • Meninggal saat Jaga Merti Dusun, Anggota Satlinmas Semarang Dapat Santunan
      • 4 RT di Keranggan Tangsel Alami Kekeringan, 13.000 Liter Air Bersih Disalurkan
      • Kejagung Minta Kejati Se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data terkait MBG
      • Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung
      • Janji Shin Tae-yong di Persija Demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
      • Studi Fosil Terbaru Bantah Teori Lama soal Evolusi Manusia
      • Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR Heran BGN Raih WTP Terkait Anggaran 2025
      • Menyusuri Kampung Pecantilan di Ujung Cirebon, Minim Perhatian Pemprov Jabar hingga Diusulkan Gabung Jateng
      • Copyright © 2026 Powered by Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar,Vista Notebook   sitemap