Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion

    Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion

    Waktu: 2026-09-13 02:40:27 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    LAMONGAN, KOMPAS.com – Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto.

    Melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026), Laskar Joko Tingkir resmi memulai era baru kemandirian finansial klub melalui strategi hilirisasi bisnis merchandise.

    Momentum ini kian krusial mengingat Stadion Surajaya baru saja dinyatakan lolos verifikasi kelayakan untuk menggelar laga kompetisi Pegadaian Championship atau Liga 2 Championship musim ini.

    Kehadiran Octagon, yang ditandai dengan peluncuran jersei training kit, diproyeksikan menjadi mesin pencetak uang utama bagi manajemen di tengah kembalinya Persela ke rumah sendiri yang kini berstandar internasional.

    Direktur Bisnis Persela, Praditya Adytia, menegaskan bahwa pengelolaan apparel secara mandiri bukan lagi bermitra dengan pihak ketiga merupakan langkah serius klub untuk melepaskan diri dari ketergantungan finansial model lama.

    Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026).KOMPAS.com/Eko Nur Syahputro Langkah revolusioner diambil oleh manajemen Persela Lamongan dalam membangun ekosistem sepak bola modern di Kota Soto melalui peluncuran brand apparel mandiri bernama Octagon di Stadion Surajaya pada Minggu (19/7/2026).

    Finansial Persela kini ditargetkan disokong langsung dari perputaran ekonomi suporter.

    "Kami sangat serius untuk menjadikan bisnis apparel ini sebagai lini bisnis yang berkontribusi nyata bagi finance Persela. Keuntungan dari Octagon akan mengalir langsung untuk kebutuhan operasional tim dan pengembangan ekosistem sepak bola Lamongan," tutur Praditya di Stadion Surajaya, Minggu (19/7/2026).

    Demi menjamin produk lokal ini mampu bersaing di pasar nasional, manajemen Persela menunjuk Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia.

    Sentuhan kreatif Fajar diharapkan dapat memadukan estetika modern industri olahraga global dengan nilai-nilai historis kebanggaan masyarakat Lamongan.

    Langkah ini dirasa logis mengingat pasar potensial yang dimiliki Persela sangat masif.

    Untuk musim ini saja, manajemen menaruh target yang cukup optimistis, yakni angka penjualan di kisaran 35.000 hingga 45.000 produk di pasar suporter.

    Kendati demikian, manajemen menyadari tantangan terbesar dalam bisnis retail olahraga terletak pada rantai pasok.

    Praditya mengakui bahwa pada musim-musim sebelumnya, sistem pendistribusian produk resmi klub dinilai belum maksimal dan kerap menyulitkan suporter di luar daerah untuk mengakses produk asli.

    "Kami mengevaluasi kekurangan yang lalu. Pembelian produk Octagon kini bisa diakses lewat official store maupun online. Namun yang paling penting, saat ini kami tengah membentuk saluran distribusi (distribution channel) baru yang lebih terintegrasi," kata Praditya.

    Langkah investasi pada sektor retail dan kanal distribusi ini dinilai sebagai bentuk hilirisasi industri sepak bola yang tepat guna.

    Dengan menguasai rantai bisnis dari hulu (desain dan produksi) hingga ke hilir (distribusi dan toko resmi), margin keuntungan yang didapat klub akan jauh lebih optimal.

    Strategi korporasi klub ini pun mendapatkan dukungan penuh dari barisan suporter setia, LA Mania.

    Frans, perwakilan suporter Persela, menyatakan bahwa para pencinta klub sudah berkomitmen untuk memborong jersei resmi Octagon demi memastikan kontribusi finansial mereka mengalir langsung ke kas klub, bukan ke pembajak produk ilegal.

    • Sebelumnya: Mengapa Embun Upas Sering Muncul di Dataran Tinggi Dieng?
    • Selanjutnya: Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat

      Artikel Terkait

      • 43 PKL di Jaktim Jalani Sidang Tipiring Usai Berjualan di Trotoar dan Bahu Jalan
      • Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada
      • Diperiksa KPK 9 Jam, Anggota BPK Bobby: Semua Sudah Disampaikan ke Penyidik
      • 6 Kebiasaan Sehari-hari Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur hingga 100 Tahun
      • Paolo Maldini Turun Tangan, FIGC Rayu Pep Guardiola Jadi Pelatih Timnas Italia
      • Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia
      • 6 Maskapai Akan Terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Ini Rutenya
      • Banyuwangi Ethno Carnival Bangkitkan UMKM, Nilai Transaksi Capai Rp 1,22 Miliar
      • Saat Mobilitas Masyarakat Kian Dinamis, Akses Pembiayaan Kendaraan Semakin Dibutuhkan
      • Jadwal Sibuk, Tom Holland Ungkap Rela Tetap Terima Peran The Odyssey karena Zendaya

        Lihat Sekilas

      • Tanpa Messi, Timnas Argentina Pulang Usai Gagal Juarai Piala Dunia
      • Presiden Argentina Umumkan Hari Libur Nasional Usai Kalah Piala Dunia
      • LNG Abadi Masela Serap 12.000 Tenaga Kerja, Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal
      • Warga Diteror Tetangga hingga Pintu Rusak Sempat Dimediasi Sejak 2024
      • BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi Dunia
      • Banjir Dahsyat Terjang Afghanistan, 100 Orang Lebih Dilaporkan Hilang
      • Fadia Arafiq Segera Disidang di Kasus Pengadaan Jasa Outsourcing
      • Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen
      • Peringatan Teddy Sheringham Jelang Laga Inggris Vs Argentina
      • Tangis Abdel Achrian Pecah di Pusara Temon...
      • Copyright © 2026 Powered by Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion,Vista Notebook   sitemap