Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi Dunia

    BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi Dunia

    Waktu: 2026-09-12 22:06:10 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal , Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal Indonesia merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu penggerak utama ekonomi halal dunia.

    Hal tersebut disampaikan Babe Haikal saat memberikan sambutan pada pembukaan Forum D-8 Halal Expo Indonesia 2026.

    Dalam kesempatan itu, Haikal Hasan mengajak negara-negara anggota D-8 untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun standar halal yang semakin terintegrasi dan saling diakui. Menurutnya, halal tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri, melainkan harus bertumpu pada semangat kolaborasi bersama, saling terhubung, dan memiliki standar yang kuat sehingga mampu memberikan keuntungan ekonomi dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dunia.

    "Salah satu mimpi besar saya adalah ketika Bapak Presiden Prabowo Subianto memiliki visi yang luar biasa mengenai halal. Beliau membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang memiliki kedudukan setingkat kementerian dan terhubung dengan setidaknya sembilan kementerian. Ini merupakan kekuatan yang sangat besar," ujar Babe Haikal dalam keterangannya, Senin .

    Hal itu disampaikannya dalam pembukaan acara D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Senayan, Jakarta, Rabu .

    Lebih lanjut, Babe Haikal mengatakan bahwa visi Presiden tersebut diterjemahkan BPJPH melalui semangat 'Indonesia Halal untuk Masyarakat Dunia.' Menurutnya, Indonesia tidak hanya berupaya memperkuat implementasi Jaminan Produk Halal di dalam negeri, tetapi juga mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem halal global melalui kerja sama antarnegara.

    "Visinya adalah bagaimana halal dapat menjadi kekuatan bersama bagi dunia. Dan visi itu kami terjemahkan melalui slogan 'Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia'." katanya.

    Babe Haikal menambahkan, bahwa halal bukanlah konsep baru di Indonesia. Sejak puluhan tahun lalu di era Presiden kedua Soeharto, pemerintah telah memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan halal, yang kemudian terus berkembang hingga lahirnya sistem Jaminan Produk Halal yang semakin kuat dan komprehensif.

    Ia juga menegaskan bahwa implementasi kewajiban sertifikasi halal menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk halal Indonesia.

    Dalam forum tersebut, Babe Haikal turut mengajak negara-negara peserta untuk mempererat kolaborasi dan membangun kesamaan visi dalam pengembangan standar halal internasional. Menurutnya, sinergi antarnegara akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem halal global yang lebih kuat, inklusif, dan saling menguntungkan.

    "Halal harus bersatu, halal harus saling terhubung, dan halal harus dibangun melalui semangat kebersamaan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat dunia," lanjutnya.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri , Anis Matta menegaskan bahwa penyelenggaraan D8 HEI 2026 ini merupakan manifestasi nyata pemerintah dalam mengintegrasikan kekuatan ekonomi domestik dengan dunia Islam.

    "Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal," ujar Anis Matta.

    Apresiasi senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal D-8 yang menilai inisiatif Indonesia ini sebagai katalis penting bagi perluasan investasi dan penguatan riset di dalam ekosistem industri halal global. Sepanjang lima hari ke depan, perhelatan ini akan diisi dengan pameran dagang, business matching, serta diskusi panel D-8 HEI Talks.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyub menjelaskan bahwa forum ini didesain khusus guna menelurkan kolaborasi bisnis yang konkret.

    "Indonesia berupaya memfasilitasi lahirnya kemitraan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan transaksi perdagangan yang konkret," kata Aiyub.

    Secara makro, realisasi D-8 HEI 2026 merupakan pengejawantahan dari komitmen Presiden RI Prabowo Subianto pada KTT ke-11 D-8 di Kairo pada 19 Desember 2024 lalu. Kala itu, Presiden Prabowo Subianto menekankan urgensi pembentukan rantai nilai halal melalui penguatan jejaring ekonomi, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi salah satu pusat utama ekonomi halal dunia. Rangkaian acara ini terselenggara berkat kolaborasi sinergis antara Kementerian Luar Negeri , BPJPH, KNEKS dan Kadin Indonesia.

    Lebih lanjut, D-8 didirikan pada tahun 1997 dan saat ini beranggotakan sembilan negara, yakni Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, serta Azerbaijan yang baru bergabung pada 2025. Forum sinergi ekonomi ini memiliki kekuatan kolektif yang masif dengan total populasi mencakup 1,3 miliar jiwa serta gabungan Produk Domestik Bruto yang menyentuh angka USD 5,1 triliun.

    • Sebelumnya: Jadi Prioritas Prabowo, Revitalisasi Madrasah Dikebut
    • Selanjutnya: Super El Nino yang Ditakuti Dunia Justru Diduga Menekan Jumlah Badai Atlantik

      Artikel Terkait

      • Daftar 15 Wali Kota, Bupati, dan Gubernur Hasil Pilkada 2024 yang Ditangkap KPK dari 2025-2026
      • Purbaya Akui Sempat Tarik Dana SAL dari Himbara atas Permintaan BI
      • Minum Kopi Setiap Hari? Ahli Gizi Ungkap Manfaat dan Risikonya
      • Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tak Mengganggu Tidur? Ini Jawaban Dokter
      • Rebutan Air, Dua Petani di Soppeng Terlibat Duel Maut, Satu Tewas
      • Mazda Targetkan 1.500 SPK di GIIAS 2026
      • Meta Digugat Pegawai, Tuding Perusahaan Pakai AI untuk Seleksi PHK
      • Intip Paspor Pelaut Zaman Belanda di Museum Bahari Jakarta, Sejak 1939
      • Alasan Kucing Menjilati Kucing Lain Menurut Penelitian, Ternyata Tidak Selalu karena Ramah
      • Unik, Mi Instan di Jepang Ini Bisa Dimasak Pakai Air Dingin

        Lihat Sekilas

      • Terjebak Konflik Antarwarga Saat Berkemah di Sekolah, Siswa SMPN 1 Adonara Timur Dievakuasi
      • Mobil Tahanan Disiagakan Dekat Lokasi Demo Mahasiswa, Polisi: Antisipasi Penyusup
      • Shin Tae-yong Jawab Nasib Andritany dan Rumor Marselino Ferdinan
      • FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?
      • Kampus Klarifikasi soal Rachmi yang Temui Dedi Mulyadi di Padang, Sebut Terkendala Akademik
      • Harga dan Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026
      • Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Lukulo Kebumen, Ditemukan Pakai 9 Lapis Baju
      • Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam
      • Jelang Final Piala Dunia 2026, Jersey Timnas Argentina Ludes Diburu Warga di Karawang
      • Shin Tae-yong Jawab Nasib Andritany dan Rumor Marselino Ferdinan
      • Copyright © 2026 Powered by BPJPH Tegaskan Visi Besar Prabowo Jadikan Halal Kekuatan Ekonomi Dunia,Vista Notebook   sitemap