Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia

    Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia

    Waktu: 2026-09-12 18:59:28 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Gedung Putih menyampaikan pernyataan yang membela timnas sepak bola Argentina terkait aksi mereka membentangkan spanduk kontroversial soal Kepulauan Falkland atau Islas Malvinas saat merayakan kemenangan atas Inggris dalam pertandingan semifinal Piala Dunia di Amerika Serikat .

    Aksi tersebut dapat dianggap melanggar aturan mengenai pernyataan politik, dengan timnas Argentina berpotensi menghadapi sanksi disiplin dari Federasi Sepak Bola Internasional .

    Ketika ditanya apakah para pemain timnas Argentina telah melakukan kesalahan, seperti dilansir BBC, Sabtu , kepala satuan tugas FIFA di Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan bahwa mereka memiliki kesempatan dan kemampuan untuk "menyampaikan pernyataan semacam itu" di wilayah AS.

    Berbicara kepada wartawan pada Jumat , Giuliani merujuk pada perlindungan kebebasan berpendapat dalam Konstitusi AS.

    "Kami menjunjung tinggi hak-hak Amandemen Pertama kami di sini, di Amerika Serikat," tegasnya.

    "Dan terkait kemampuan dan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan, memiliki keleluasaan untuk melakukannya di Amerika Serikat," ucap Giuliani dalam komentarnya.

    Komentar semacam itu dapat semakin memanaskan perdebatan mengenai insiden ini, terutama ketika pemerintah Inggris mendukung desakan agar FIFA melakukan penyelidikan.

    Kepulauan Falkland, wilayah di Samudra Atlantik bagian barat daya, hingga kini masih menjadi objek sengketa kedaulatan antara Inggris dan Argentina.

    Para pemain timnas Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas", yang berarti "Malvinas adalah milik Argentina", usai pertandingan semifinal melawan Inggris berlangsung di Atlanta Stadium, AS, pada Rabu waktu setempat.

    Downing Street, atau kantor Perdana Menteri Inggris, mendukung seruan agar FIFA menyelidiki insiden tersebut. "Piala Dunia mungkin bukan milik kita, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kita. Komitmen kita terhadap Falkland tidak akan pernah goyah," tegas juru bicara resmi PM Inggris.

    Sengketa memperebutkan Kepulauan Falkland diwarnai perang singkat, namun sengit, antara Inggris dan Argentina pada tahun 1982 silam. Dalam perang tersebut, pasukan Inggris berhasil mengusir pasukan Argentina, yang mendarat di sana untuk menegaskan klaim wilayah mereka.

    Perang yang berlangsung selama 74 hari itu menewaskan 255 tentara Inggris, tiga penduduk setempat, dan 649 tentara Argentina.

    Dalam referendum tahun 2013, penduduk Kepulauan Falkland memberikan suara mutlak untuk tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris. Dari 1.517 suara yang masuk dalam referendum selama dua hari itu -- dengan tingkat partisipasi 90 persen, sebanyak 1.513 suara mendukung, sedangkan hanya tiga suara yang menolak.

    Pemerintah Kepulauan Falkland, dalam tanggapannya, menegaskan sikap mereka yang "tidak menginginkan politik dibawa ke dalam olahraga". Mereka juga menyatakan harapan agar FIFA "memberikan sanksi terhadap semua perilaku seperti ini, sesuai dengan aturan mereka sendiri".

    "Kami juga tidak ingin kepulauan ini dan rakyatnya dijadikan alat politik dalam setiap percakapan tentang Inggris dan Argentina," tegas pemerintah Kepulauan Falkland.

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Bangganya Fajar/Fikri Juara Japan Open di Momen 1 Tahun Kebersamaan
    • Selanjutnya: Mengapa Negara Perlu Berikan Dana Bantuan Korban Kekerasan Seksual?

      Artikel Terkait

      • Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Naik
      • Pemeriksaan Setempat, Muncul Bangunan Baru di Lahan Rumah yang Dirobohkan Wanita di Surabaya
      • KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong
      • Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki
      • Prabowo Mau Bangun 12 Kota Satelit Baru, Satu Kota Luasnya 200 Hektar
      • Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas
      • Rumah Kepala BPKAD Sukoharjo Digeledah KPK, Satu Koper Dibawa
      • 2 Tahun Dipasung dengan Rantai, Remaja 13 Tahun di Jember Dievakuasi Dinsos Jatim
      • Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini
      • Pencurian Modul BTS Bikin Sinyal Hilang dan Puluhan Miliar Melayang

        Lihat Sekilas

      • Bobby Akan Bangun Gudang Logistik di Nias, Jaga Pasokan Barang Saat Cuaca Buruk
      • Buntut Kecelakaan Maut, Sejumlah U-turn Ilegal di Jalur Pantura Indramayu Segera Ditutup
      • Brimob Polda Metro Gagalkan Aksi Vandalisme Fasilitas Umum di Jaktim
      • Brimob Polda Metro Sterilisasi Tenis Indoor Senayan, Amankan Konser Mitski
      • Korupsi Proyek Mini Zoo Purworejo Rugikan Negara Rp 6,5 Miliar, Tiga Tersangka Segera Disidang
      • Forum Pemred Kecam Hotman soal 'Lu Punya Otak Nggak?': Sangat Tak Profesional
      • 90 Apartemen Benny Tjokro Dilelang Senilai Rp 219,7 Miliar, Ada Private Lift
      • Reaksi PKB ke Gus Yahya yang Sebut Cak Imin Tak Pernah Jadi Pengurus NU
      • Sederet Fakta Menarik Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina, Siapa Ukir Sejarah?
      • Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional
      • Copyright © 2026 Powered by Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia,Vista Notebook   sitemap