Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia

    Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia

    Waktu: 2026-07-29 18:11:51 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Gedung Putih menyampaikan pernyataan yang membela timnas sepak bola Argentina terkait aksi mereka membentangkan spanduk kontroversial soal Kepulauan Falkland atau Islas Malvinas saat merayakan kemenangan atas Inggris dalam pertandingan semifinal Piala Dunia di Amerika Serikat .

    Aksi tersebut dapat dianggap melanggar aturan mengenai pernyataan politik, dengan timnas Argentina berpotensi menghadapi sanksi disiplin dari Federasi Sepak Bola Internasional .

    Ketika ditanya apakah para pemain timnas Argentina telah melakukan kesalahan, seperti dilansir BBC, Sabtu , kepala satuan tugas FIFA di Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan bahwa mereka memiliki kesempatan dan kemampuan untuk "menyampaikan pernyataan semacam itu" di wilayah AS.

    Berbicara kepada wartawan pada Jumat , Giuliani merujuk pada perlindungan kebebasan berpendapat dalam Konstitusi AS.

    "Kami menjunjung tinggi hak-hak Amandemen Pertama kami di sini, di Amerika Serikat," tegasnya.

    "Dan terkait kemampuan dan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan, memiliki keleluasaan untuk melakukannya di Amerika Serikat," ucap Giuliani dalam komentarnya.

    Komentar semacam itu dapat semakin memanaskan perdebatan mengenai insiden ini, terutama ketika pemerintah Inggris mendukung desakan agar FIFA melakukan penyelidikan.

    Kepulauan Falkland, wilayah di Samudra Atlantik bagian barat daya, hingga kini masih menjadi objek sengketa kedaulatan antara Inggris dan Argentina.

    Para pemain timnas Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas", yang berarti "Malvinas adalah milik Argentina", usai pertandingan semifinal melawan Inggris berlangsung di Atlanta Stadium, AS, pada Rabu waktu setempat.

    Downing Street, atau kantor Perdana Menteri Inggris, mendukung seruan agar FIFA menyelidiki insiden tersebut. "Piala Dunia mungkin bukan milik kita, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kita. Komitmen kita terhadap Falkland tidak akan pernah goyah," tegas juru bicara resmi PM Inggris.

    Sengketa memperebutkan Kepulauan Falkland diwarnai perang singkat, namun sengit, antara Inggris dan Argentina pada tahun 1982 silam. Dalam perang tersebut, pasukan Inggris berhasil mengusir pasukan Argentina, yang mendarat di sana untuk menegaskan klaim wilayah mereka.

    Perang yang berlangsung selama 74 hari itu menewaskan 255 tentara Inggris, tiga penduduk setempat, dan 649 tentara Argentina.

    Dalam referendum tahun 2013, penduduk Kepulauan Falkland memberikan suara mutlak untuk tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris. Dari 1.517 suara yang masuk dalam referendum selama dua hari itu -- dengan tingkat partisipasi 90 persen, sebanyak 1.513 suara mendukung, sedangkan hanya tiga suara yang menolak.

    Pemerintah Kepulauan Falkland, dalam tanggapannya, menegaskan sikap mereka yang "tidak menginginkan politik dibawa ke dalam olahraga". Mereka juga menyatakan harapan agar FIFA "memberikan sanksi terhadap semua perilaku seperti ini, sesuai dengan aturan mereka sendiri".

    "Kami juga tidak ingin kepulauan ini dan rakyatnya dijadikan alat politik dalam setiap percakapan tentang Inggris dan Argentina," tegas pemerintah Kepulauan Falkland.

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Warga Bogor Dilanda Kekeringan, Terpaksa Mandi dan Nyuci Pakai Air Sungai
    • Selanjutnya: Nobar Final Piala Dunia Tanpa Khawatir, Ini 4 Tips Jaga Metabolisme dan Kesehatan Hati

      Artikel Terkait

      • Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang
      • Harga XRP Hari Ini 21 Juli 2026 Naik Berkat Aktivitas Derivatif
      • Fakta-Fakta Menarik di Balik Pembuatan Film The Odyssey
      • Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri
      • Material Rendah Emisi Mulai Jadi Pilihan untuk Ruang Bermain Anak
      • Menkop Kumpulkan Pengurus Kopdes Merah Putih, Cari Solusi Kendala Operasional
      • Ini Jadwal Pengiriman Motor Listrik VinFast di Indonesia
      • Kajati-Kapolda Bertemu, Kejagung: Hubungan Baik Kita Akrabkan Kembali
      • Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara
      • Berlaku Agustus 2026: Daftar PT Perorangan untuk UMK Bayar Tarif Rp 50.000

        Lihat Sekilas

      • Live Bareng Rizky Nazar Jadi Sorotan, Anjasmara: Saya Tidak Sebut Nama
      • Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai
      • SDN Tlogo 2 Blitar Tak Masalah Berdampingan dengan Gerai KDMP
      • OJK Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Asuransi Indosurya ke Jaksa
      • Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional
      • Cara Tuchel Lepas Stres di Timnas Inggris, Bersepeda dan Makan Es Krim
      • Ada Barcode Lapor Anonim, Sekolah Bolehkan Siswa Laporkan Kekerasan hingga Peredaran Narkoba
      • Divonis Penjara 10-13 Tahun, 3 Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Pikir-pikir Ajukan Banding
      • Anggota BPK RI Bobby Rizaldi Diperiksa KPK 9 Jam Usai Rumahnya Digeledah
      • Katak Australia Punya Trik Visual Unik untuk Kelabui Predator
      • Copyright © 2026 Powered by Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia,Vista Notebook   sitemap