Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional

    Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional

    Waktu: 2026-07-29 18:03:20 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri , Bambang Soesatyo menuturkan FKPPI harus mengambil peran yang semakin strategis sebagai kekuatan masyarakat sipil yang mampu menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

    Di tengah meningkatnya persaingan geopolitik, percepatan transformasi digital, ancaman infiltrasi ideologi, hingga dinamika ekonomi global, FKPPI perlu hadir sebagai organisasi modern yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila, memiliki arah perjuangan yang jelas, serta mampu menjadi jembatan antara negara dan masyarakat.

    "FKPPI lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa. Karena itu, tugas FKPPI hari ini adalah memastikan semangat persatuan, disiplin, pengabdian, dan bela negara tetap hidup dalam setiap denyut pembangunan nasional. Indonesia membutuhkan organisasi yang mampu menjadi jembatan antara negara dan rakyat sekaligus menjaga agar semangat kebangsaan terus menyala di tengah berbagai tantangan zaman," ujar Bamsoet saat rapat persiapan Rapimnas FKPPI secara daring di Jakarta, Senin .

    Pengurus Pusat FKPPI hadir antara lain Dewan Pakar I Dewa Putu Rai, Sekjen Anna R. Legawatie, Waketum Dudhie Makmun Murod dan Didiet Haryadi, Ketua Hendri Dwiwantara, Norman Soni Sontani, Suryo Susilo, Ian Montratama serta M. Shalahuddin.

    Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, FKPPI memiliki modal sosial yang sangat kuat karena didukung struktur organisasi yang menjangkau hingga tingkat desa, hubungan historis yang erat dengan TNI dan Polri, serta keberadaan kader yang tersebar di berbagai sektor pemerintahan, politik, dunia usaha, akademisi maupun masyarakat.

    Modal tersebut perlu diarahkan menjadi kekuatan nyata dalam membangun karakter bangsa, memperkuat ketahanan wilayah, mengembangkan ekonomi lokal, mendukung ketahanan pangan, meningkatkan literasi digital, membantu mitigasi bencana, hingga melawan penyebaran hoaks dan paham yang mengancam persatuan nasional.

    "FKPPI harus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional yang melahirkan kader berintegritas, berkarakter, menguasai teknologi, mampu membangun ekonomi rakyat, sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa. Organisasi ini harus selalu hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat," kata Bamsoet.

    Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menegaskan transformasi organisasi juga menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Digitalisasi organisasi, database anggota nasional berbasis teknologi, penguatan komunikasi publik, pemanfaatan media sosial, pendidikan kader yang modern, hingga tata kelola organisasi yang profesional merupakan fondasi penting agar FKPPI mampu mengikuti perkembangan zaman. Generasi muda saat ini hidup di ruang digital yang sangat dinamis sehingga narasi kebangsaan juga harus hadir melalui pendekatan yang adaptif, kreatif, dan mudah diterima masyarakat.

    "Era digital menuntut FKPPI mampu memimpin opini publik yang sehat, membangun literasi digital, melawan hoaks, memperkuat semangat bela negara, dan mengoptimalkan teknologi sebagai instrumen memperkuat persatuan bangsa. Penguasaan ruang digital merupakan bagian penting dari pertahanan nasional masa depan," urai Bamsoet.

    Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini menambahkan penguatan ekonomi kader juga menjadi bagian penting dalam menjaga kemandirian organisasi. Indonesia tengah mendorong hilirisasi industri, transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan, pengembangan energi baru terbarukan, serta peningkatan inovasi nasional.

    Oleh karena itu, kader FKPPI di seluruh daerah harus mampu menjadi pelaku pembangunan yang menggerakkan potensi ekonomi lokal, memperkuat UMKM, mendukung ketahanan pangan, memanfaatkan teknologi, hingga memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Langkah tersebut akan memperbesar kontribusi organisasi terhadap pembangunan nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan anggota.

    "FKPPI harus hadir sebagai organisasi yang melahirkan kader bangsa, kader organisasi, sekaligus kader bela negara yang memiliki integritas, profesionalisme, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan demikian FKPPI mampu menjadi kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan kekuatan sosial yang terus menjaga persatuan Indonesia," pungkas Bamsoet.

    • Sebelumnya: Prabowo Cek Mesin Pemusnah Sampah Sebelum Panen Raya Program TNI
    • Selanjutnya: The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok

      Artikel Terkait

      • Kelompok Kriminal Terorganisir India Jadi Ancaman Global
      • Pengamat: Kelangkaan BBM di Sumut Bisa Meluas jika Cadangan Nasional Menipis
      • Satu Aplikasi untuk Semua, rumah.go.id Jalan Pintas Cari Rumah Subsidi
      • Purbaya dan DPR Berdebat soal Penempatan Rp 400 Triliun Dana SAL di Bank BUMN
      • Prabowo Bicara Investasi di RI: Investor Untung tapi Rakyat Harus Sejahtera
      • Muatan Overload Bikin Rem Cepat Panas dan Berisiko Blong
      • Presiden Israel Blak-blakan Ingin Damai dengan Arab Saudi, Bawa-bawa Nama MBS
      • Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
      • Pembunuh ASN Bangkalan Tak Kunjung Ditangkap, Keluarga Akan Beri Polisi Petunjuk Baru
      • Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki

        Lihat Sekilas

      • Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 di TVRI dan Live Streaming
      • 200 Nama Panggilan untuk Pacar yang Romantis, Lucu, dan Tidak Pasaran
      • Prabowo: Kita Ditakut-takuti dengan Rapor Jelek dari Global Rating Agency
      • DPR: Investor PFII Bakal Ditawari Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun
      • Kata Mbappe soal Jadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia tapi Perancis Kalah 6-4 dari Inggris
      • Ruben Onsu Disebut Sampai Utang ke Bank Rp 10 Miliar demi Turuti Keinginan Sarwendah Renovasi Rumah
      • Ini Harga Rumah Lamine Yamal yang Dibeli dari Gerard Pique
      • Ingin Jadi Guru hingga Pernah Dibully, Peserta Jalur Disabilitas UNJ Naik Jadi 138 Orang
      • Ruang Kelas SDN Tanggirejo Grobogan Ambrol, Siswa Belajar di Mushala dan Bergantian Ruang Kelas
      • Tanpa Ariel NOAH, Peterpan Sukses Bikin Nostalgia di Hadapan 5.000 Penonton Malaysia
      • Copyright © 2026 Powered by Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional,Vista Notebook   sitemap