Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

    Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

    Waktu: 2026-07-29 17:55:14 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini

    1. "Aku tidak paham" atau "aku butuh bantuan"

    Psikiater anak dan remaja di Psychiatry Connection, Nevada, dr. Sid Khurana, mengatakan kepada Good Housekeeping banyak anak merasa malu mengakui bahwa mereka belum memahami sesuatu. Padahal, kemampuan meminta bantuan merupakan bagian penting dari membangun kepercayaan diri anak.

    "Sangat penting bagi anak untuk memiliki kepercayaan diri mengatakan hal ini, serta memiliki kesadaran diri dan harga diri bahwa tidak apa-apa jika mereka belum memahami suatu instruksi.Dan tidak apa-apa meminta seseorang untuk menjelaskannya,” ujar dr. Sid dilansir dari Good Housekeeping.

    Orangtua dapat melatih anak dengan membiasakan kalimat seperti, "Bapak, aku belum paham," atau "Ibu, bisa tolong jelaskan sekali lagi?".

    Ketika anak bertanya, respons yang sabar dari orang tua juga membantu mereka merasa aman untuk terus belajar.

    2. "Aku bisa mencari jalan keluarnya"

    Keinginan orangtua untuk segera menyelesaikan masalah anak sering kali muncul secara spontan. Namun, menurut pendiri platform parenting Moms on Call, Jennifer Walker, anak sebaiknya dibiasakan percaya bahwa mereka mampu menghadapi tantangan mereka sendiri.

    Ia menyarankan orangtua untuk sering mengucapkan kalimat seperti "Kamu pasti bisa, Nak". Seiring berjalannya waktu, kalimat tersebut akan berubah menjadi suara batin positif yang dimiliki anak.

    3. "Aku sedang merasa..."

    Kemampuan mengenali dan mengungkapkan emosi juga menjadi bagian penting dari rasa percaya diri. Direktur Mental Health and Wellness Mingo Health Solutions, Lakiesha K. Oliver memaparkan bahwa anak perlu mengetahui bahwa semua emosi boleh dirasakan dan diungkapkan.

    "Kemampuan mengekspresikan perasaan adalah fondasi utama kesehatan mental dan kesejahteraan," tutur Lakiesha.

    Sementara itu, dr. Sid menambahkan bahwa anak juga perlu belajar menerima emosi yang tidak menyenangkan. Dengan mengungkapkan rasa marah, sedih, atau kecewa, anak bisa belajar mengelola emosi dengan lebih sehat dan tidak memendamnya seorang diri.

    4. "Pak, Bu, aku boleh lihat ini?"

    Kalimat di atas memang tampak sangat sederhana. Namun, kalimat sederhana ini menjadi semakin penting di era digital ketika anak-anak tumbuh besar bersama teknologi.

    Menurut Direktur Eksekutif Health-e-Habits, Jim Festante, anak perlu merasa nyaman meminta bantuan ketika menemukan sesuatu yang membingungkan atau mencurigakan di internet.

    "Ketika anak membuka pesan phishing, menerima permintaan mengikuti akun yang mencurigakan, mengobrol dengan orang asing, atau tanpa sengaja meneruskan tautan spam, reaksi pertama mereka biasanya adalah menghapus semua buktinya karena malu atau takut perangkat mereka disita," ujar Jim,.

    Oleh karena itu, orangtua sebaiknya membangun suasana yang membuat anak tidak takut untuk melapor, "Bapak, Ibu, aku melihat sesuatu yang aneh di internet dan tidak tahu itu apa."

    5. "Aku berarti"

    Anak perlu memahami bahwa dirinya memiliki nilai sebagai individu, bukan karena prestasi atau pencapaiannya. Untuk menanamkan pola pikir ini pada anak, orangtua dapat membiasakan anak menyadari bahwa dirinya berarti.

    Orangtua, misalnya, dapat mengajak anak berbagi momen ketika anak merasa telah membantu atau memberi arti bagi orang lain. Dari kebiasaan kecil seperti itu, kepercayaan diri dapat tumbuh secara perlahan dan bertahan hingga dewasa.

    • Sebelumnya: Viral, Video Grill Drainase Jalan Pahlawan Semarang Buat Kaget Pengendara, DPU Jelaskan Penyebabnya
    • Selanjutnya: Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Sopir Mobil Tangki "Nakal"

      Artikel Terkait

      • Menjemput Sehat dari Rumah-rumah Warga di Jember...
      • Tampang Abang yang Challenge Bocah Depok Makan Cabai-Masuk Freezer
      • Buntut Panjang Ulah Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korea
      • Cerita Ibunda yang Kena Dampak Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
      • Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
      • KLH Minta Pemda Waspadai Celah Kerugian Bisnis Perdagangan Karbon
      • Viral 2 Pekerja Migran Asal Agam Terikat Minta Dipulangkan dari Myanmar, BP3MI Tindak Lanjuti
      • Harga Bitcoin Hari Ini 21 Juli 2026 Bullish di Atas 65.000 dollar AS
      • Cerita Kedekatan Iptu Motalip dengan Warga Nduga dalam Jaga Keamanan
      • PNS Pemkab Bogor Tersangka Korupsi Proyek RSUD, Negara Rugi Rp 9 M

        Lihat Sekilas

      • Kasus Asusila Anak Meningkat di Madura, Khofifah Minta Sekolah Batasi Penggunaan "Gadget"
      • Meski Likuiditas Ketat, Dana Kelolaan Nasabah Prioritas DBS Tumbuh 13 Persen
      • ASN Jaksel Bawa Kendaraan Pribadi di Hari Wajib Naik Transum, Mobil Diderek
      • 1 Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 6 Alami Luka
      • Astrolog Sebut 4 Zodiak yang Paling Beruntung di Akhir Juli 2026, Ada Leo
      • Koruptor Berprestasi
      • Kapolres-Kajari-Dandim Inhil Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi
      • 1,2 Juta NIK Warga Jateng Dicuri, Dinsos: Kami Sudah Menerapkan SOP
      • Pemulihan Bencana, 3 Menteri Bergantian Datangi Tanah Gayo dalam Sepekan
      • Soal Kopdes Kelola Tambang, Bahlil: Harus Memenuhi Syarat
      • Copyright © 2026 Powered by Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini,Vista Notebook   sitemap