Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >KPK Cecar Anggota BPK soal 'Pengaturan' Temuan Audit di Kasus Bupati Edison

    KPK Cecar Anggota BPK soal 'Pengaturan' Temuan Audit di Kasus Bupati Edison

    Waktu: 2026-07-29 18:08:55 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    KPK telah memeriksa anggota V Badan Pemeriksa Keuangan , Bobby Adhityo Rizaldi , dan sejumlah orang lainnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. KPK mendalami terkait dugaan 'pengaturan' temuan audit BPK di Pemkab Muara Enim.

    "Termasuk dalam pemeriksaan hari ini penyidik mendalami terkait dengan pengetahuan saksi berkaitan dengan dugaan pengaturan temuan audit yang dilakukan BPK di Kabupaten Muara Enim yang kemudian juga berpengaruh terhadap opini WDP menjadi WTP untuk Pemkab Muara Enim," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis .

    Budi mengatakan Bobby juga didalami terkait tersangka Angga. Namun dia mengatakan pemeriksaan Bobby dan Angga hari ini dilakukan secara terpisah.

    "Selain itu, juga penyidik mengonfirmasi berkaitan dengan pihak swasta saudara AG yang kemudian bisa memiliki akses ataupun kendali di dalam dugaan pengaturan audit pemeriksaan di BPKP untuk wilayah Muara Enim tersebut," ujarnya.

    Saat ditanya apakah Bobby akan menjadi tersangka dalam perkara ini, Budi mengatakan penyidik akan menunggu perkembangan penyidikan. Dalam perkara ini, Budi mengatakan penyidik juga menggali komunikasi tersangka Angga dengan kalangan internal BPK.

    "Kita tunggu perkembangan penyidikan perkara ini ya, terlebih juga saudara BB kan baru pertama kali dipanggil diperiksa dan pasca pemeriksaan hari ini penyidik juga pasti masih akan menganalisis ya keterangan dari saudara BB ini dengan keterangan-keterangan saksi lainnya nanti konfirmasinya seperti apa kesesuaiannya bagaimana," kata Budi.

    "Termasuk tentunya akan dikroscek dengan data-data yang ada di BBE, termasuk juga tentunya keterangan para pihak tersangka yang juga sudah memberikan keterangan dalam rangkaian proses penyidikan perkara ini, termasuk ketika dilakukan pemeriksaan awal pada saat peristiwa tangkap tangan," tambahnya.

    Selain Bobby, KPK memeriksa Widhi Widayati selaku Dirjen PKN V BPK, Tuning Rahayu selaku Tenaga Ahli Anggota V BPK, Ahdony Asfiansyah selaku ASN BPK, dan Wahyu Tri Handoko selaku Kepala Sekretariat AKN V BPK. Mereka juga didalami terkait pengubahan temuan audit di Muara Enim.

    "Pemeriksaan kepada saksi lainnya masih seputar soal pengetahuan para saksi berkaitan dengan pengubahan temuan audit yang dilakukan di Pemkab Muara Enim, termasuk juga dengan adanya pengubahan hasil temuan tersebut berpengaruh pada opini. Nah, ini mekanisme dan prosesnya itu seperti apa sehingga dalam pemeriksaan oleh penyidik hari ini didalami kepada para saksi tersebut," tuturnya.

    Sebelumnya, Edison ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Senin . KPK kemudian menetapkan Edison sebagai tersangka pada Selasa .

    Selain Edison, KPK menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka seusai OTT itu. Berikut ini identitas para tersangka:1. Bupati Muara Enim, Edison2. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.3. Keponakan Bupati, Adi Triyadi4. Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

    KPK menduga Edison menerima suap Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima lewat Abi Nurwardani.

    Suap diduga merupakan duit menjaga 'hubungan baik' karena PT MSA selaku supplier smart board telah mendapat proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim tahun 2025. Selain itu, Abi menerima setoran duit dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK menyita duit sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.

    Pada Rabu , KPK melakukan OTT terhadap lima orang ASN BPK. KPK menyebutkan OTT ini masih terkait dugaan suap di Pemkab Muara Enim. KPK menduga Bupati Muara Enim memberi suap ke pihak BPK terkait temuan dalam pengadaan smart board.

    KPK kemudian menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap pihak BPK meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.

    Berikut ini lima tersangka dalam kasus kedua Edison:1. Angga selaku pihak swasta2. Titin Rita Lestari selaku ASN atau Pengendali Teknis.3. Edison selaku Bupati Muara Enim4. Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi5. Fika selaku pihak Direktur PT Millenium Solusi Abadi.

    Terbaru, KPK telah menggeledah rumah anggota V Badan Pemeriksa Keuangan , Bobby Adhityo Rizaldi . Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dari penggeledahan tersebut.

    "Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah Saudara BB, yang berlokasi di wilayah Jakarta. Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Selasa .

    Simak juga Video 'KPK: Sesdikbud Muara Enim Terima Rp 500 Juta dari Pihak Swasta':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Sengketa Lahan, 226 Siswa SDN Lerpak 2 Bangkalan Belajar di Rumah Warga
    • Selanjutnya: Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat', Perkuat Ekosistem Keamanan

      Artikel Terkait

      • Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja
      • Prediksi Skor Robbie Gaspar untuk Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina, Jagokan Siapa?
      • Apa Itu WAICO? Organisasi AI Dunia yang Baru Didirikan dan Indonesia Jadi Salah Satu Pendirinya
      • Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok
      • BERITA FOTO: Keluhan Warga Medan Saat Mengantre BBM
      • Ada Barcode Lapor Anonim, Sekolah Bolehkan Siswa Laporkan Kekerasan hingga Peredaran Narkoba
      • Cak Imin Usul Ketum PBNU yang Fresh, Gus Ipul: Bisa Jadi Masukan untuk Muktamar
      • Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api
      • Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Ngaku Emosi karena Mabuk
      • Kini Sejajar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas jadi Negara Menengah Atas

        Lihat Sekilas

      • Pemkab Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Sajikan Kopi dan Makan Gratis
      • [KLARIFIKASI] Konten AI, Suporter Norwegia Lakukan "Viking Row" di Conveyor Bandara
      • Kejari Tangsel Setor Uang Rampasan Rp 14,2 Miliar Kasus Pinjol ke Kas Negara
      • Temuan Mortir di Gudang Rongsokan Gegerkan Warga Malang, Tim Gegana Turun Tangan
      • Kebakaran Pabrik Sandal Karanganyar, Tujuh Orang Berhasil Evakuasi Mandiri
      • Promo Weekend Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Popok Balita Diskon 45 Persen
      • Head-to-Head Putri KW vs Akane, Momentum Pecah Telur Seperti Wang Zhi Yi
      • Pelajaran dari (Populisme) Argentina
      • Skenario Keji Anak Angkat di Nganjuk, Jadi Otak Pembunuhan Ayah, Jasadnya Dikubur di Samping Rumah
      • Pidato Prabowo Beri Sinyal Gaji TNI-Polri Naik? Istana Menjawab
      • Copyright © 2026 Powered by KPK Cecar Anggota BPK soal 'Pengaturan' Temuan Audit di Kasus Bupati Edison,Vista Notebook   sitemap