Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara

    Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara

    Waktu: 2026-07-29 18:04:48 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

     Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengirim tim ke Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memantau bentrokan antarwarga yang terjadi di Kecamatan Adonara Timur dan menewaskan tiga orang.

    Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengawal penyelesaian konflik. 

    “KemenHAM menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para tokoh masyarakat untuk memastikan proses penyelesaian berlangsung secara damai, menghormati hak asasi manusia, serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga terdampak,” ujarnya 

    dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

    Pigai mengatakan, pemantauan akan dilakukan oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT bersama Staf Khusus Menteri guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat pascakonflik.

    Hasil pemantauan, kata dia, juga untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan dalam mendukung proses penyelesaian secara damai.

    Menurutnya, penyelesaian konflik di Adonara tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum tapi juga aspek budaya. 

    “Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,” kata Natalius. 

    Dia berharap konflik di Adonara segera selesai sehingga situasi kembali kondusif. 

    “KemenHAM RI juga berharap situasi di Adonara segera kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” imbuhnya.

    Sebelumnya, bentrokan antarwarga Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dipicu sengketa batas tanah dan klaim lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

    Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortareal mengatakan, persoalan tersebut menjadi pemicu bentrokan yang kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026).

    "Masalah batas tanah dan klaim sepihak lokasi tanah (untuk) Kopdes Merah Putih," ujar Antonio saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

    Setidaknya ada 3 warga tewas, 5 orang terluka, dan 20 rumah yang terbakar akibat kerusuhan dan bentrok antarwarga.

    Antonio belum menjelaskan sejauh mana rencana pembangunan Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut.

    Ia menyebut, satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Adonara.

    • Sebelumnya: Tom Cruise hingga IShowSpeed Bakal Meriahkan Laga Final Piala Dunia 2026
    • Selanjutnya: Rapat bersama Komisi II, Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi

      Artikel Terkait

      • Jelang Final Piala Dunia 2026, Jersey Timnas Argentina Ludes Diburu Warga di Karawang
      • Niat Tolong Korban Kecelakaan, Seorang Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk di Bangkalan
      • Pesta Hidup Berseri Diramaikan 500 Peserta, Gaungkan Pentingnya Gaya Hidup Sehat
      • Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 FPPN Topik 3, Kupas Tuntas Kode Etik Guru PPG 2025
      • OJK Bantah Isu Berobat Pakai Asuransi Wajib Bayar 10 Persen, Ini Aturan Terbarunya
      • Satu Truk Kabur usai Tabrakan di JLS, Sopir Korban Terjepit Kabin
      • APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM
      • Prabowo: S&P Umumkan Bahwa Pembentukan PT DSI Tepat
      • Sudin KPKP Perketat Pengawasan Lapo yang Jual Daging Hewan Penular Rabies
      • JHT Dicairkan Kena PPh, Apakah Peserta Bayar Pajak Dua Kali?

        Lihat Sekilas

      • Viral Remaja di Sidoarjo Terima Pesanan Ojol Sambil Bugil di Teras Rumah
      • AS Perketat Aturan Visa bagi Mahasiswa dan Jurnalis Asing
      • Alasan Gabriel Mutombo Tak Bisa Tolak Tawaran Persib
      • MPLS Berakhir, 1.480 Siswa di Bali Masih Belum Mendapatkan SMA/SMK
      • Lawan Narkoba lewat Kearifan Lokal, Sekda Tulang Bawang Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor di Unila
      • Polda Sumut Bantu Distribusi BBM, Ada 8 Personel yang Ditugaskan Jadi Sopir Tangki
      • CEO INPEX: LNG Blok Masela Buka Babak Baru Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang
      • Biar Tagihan Tak Bengkak, Ini 5 Cara Menghemat Daya Listrik AC
      • Pedagang Cerita Detik-detik Bom Rakitan Meledak di Tasik: Saya Sampai Kejang
      • Ini Alasan Pemilik BMW Sering Telat Mengetahui Oli Berkurang
      • Copyright © 2026 Powered by Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara,Vista Notebook   sitemap