Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

    Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

    Waktu: 2026-07-29 18:03:16 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Pria berinisial E diduga menjadi pelaku pembunuhan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berinisial RYS. Namun, hingga kini, pelaku belum juga tertangkap.

    RYS (50), ASN Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan diketahui ditemukan meninggal dunia dalam mobil Innova dengan nopol M 1090 GP pelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu, 24 Juni 2026.

    Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, menduga bahwa RYS menjadi korban love scam yang mengincar korban sejak lama.

    Tak hanya itu, dia juga menduga pelaku terkenal sebagai sindikat penipuan.

    Namun, Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim), AKBP Arbaidi Jumhur, menyebut bahwa hubungan korban dan pelaku yakni “Kopi Darat”.

    “Enggak (love scaming) biasa kopi darat,” kata Jumhur, Jumat (17/7/2026).

    Kopi Darat atau disingkat kopdar adalah sebuah istilah yang mengarah kepada ajang pertemuan pertama kali antar sesama pengguna yang umumnya sudah saling kenal lewat sarana telekomunikasi.

    Selain itu, beredar informasi bahwa pelaku pernah bekerja di salah instansi dengan akronim BPPN. Tetapi, Jumhur menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki pekerjaan.

    “Enggak, orang umum, dia pengangguran kerjanya nipu-nipu banyak korban,” ungkapnya.

    Namun, status E juga belum dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jumhur menyebut, Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih dalam dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

    “Belum lah (status DPO), masih kita harus amankan dulu nanti kita kroscek dengan saksi-saksi lain,” pungkasnya.

    RYS Diduga Meninggal karena Asfiksia

    Jenazah RYS mulanya ditemukan oleh seorang driver taxi online di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda. Setelah dievakuasi, jasad RYS dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.

    Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim, menyebut bahwa korban diduga meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan

    Tim forensik juga menemukan sejumlah adanya tanda yang mengarah pada penyebab kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Hal itu juga diperkuat dengan tanda-tanda pembusukan yang cukup jelas.

    RYS Diduga Korban Pembunuhan

    Pada proses penyelidikan, RYS diduga menjadi korban pembunuhan yang mengarah pada satu pria berkaca mata berinisial E. Sebab, Polisi menemukan sepasang sandal hotel di dalam mobil tersebut.

    Beredar pula video berdurasi 33 detik ketika RYS bersama E sempat menghabiskan waktu bersama di Alun-alun Kota Batu.

    Selain temuan sandal hotel, Polisi juga mencocokkan visual pria berinisial E di Alun-alun Kota Batu dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket parkir Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore.

    Dalam rekaman CCTV bandara, terlihat mobil dinas korban memasuki area parkir. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pria bermasker dan berkacamata dengan baju yang identik dengan pria dalam video di Kota Batu.

    Saat itu, posisi jok depan sisi kiri direbahkan yang diduga untuk menyembunyikan jenazah korban yang kakinya dalam kondisi menekuk.

    • Sebelumnya: Purbaya Akui Sempat Tarik Dana SAL dari Himbara atas Permintaan BI
    • Selanjutnya: INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Demonstrasi Ajak Masyarakat Stop Bayar Pajak

      Artikel Terkait

      • Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kepastian soal Moratorium Dapur Baru MBG
      • Nge-challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer, Pria di Depok Ditangkap
      • 370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas
      • Habiburokhman: Presiden Tak Pernah Campuri Urusan Hukum Acara Pidana
      • Eks Dirjen Pajak Kritik Kenaikan Pajak Air Tanah di Kabupaten Bogor
      • Resto Steak di Menteng Kebakaran
      • Cak Imin Minta Relawan Lihat dan Belajar Cara Penanganan Bencana dari Jepang
      • Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit
      • BPH Migas Kawal Upaya Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di SPBU Berangsur Terurai
      • Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS

        Lihat Sekilas

      • 58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi
      • Iwakum Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan
      • Mulai Hari Ini, Semua Jalur Stasiun Bogor Bisa Layani KRL 12 Gerbong
      • 2 Pembobol Toko Sepatu di Bekasi Dicokok, Pelaku Juga Garong 2 Minimarket
      • Bandara Juanda Direvitalisasi, Siap Tampung Pesawat Super Jumbo Airbus A380
      • Kisah Pilu Wanita di Bekasi: Cari Perlindungan dari Kekerasan Ibu, Jadi Korban Kekerasan Seksual Paman
      • Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku
      • 50 Kata-kata Motivasi Bahasa Inggris Singkat dan Artinya, Penuh Makna
      • Aparat Gabungan Sisir Titik Rawan Pascabentrokan Warga 2 Desa di Flores Timur
      • Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar
      • Copyright © 2026 Powered by Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO,Vista Notebook   sitemap