Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli

    Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli

    Waktu: 2026-09-12 18:59:31 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Selama pekerjaan berlangsung, pasokan air dari IPA Hutan Kota ke jaringan distribusi PAM Jaya akan dikurangi.

    Akibatnya, sekitar 55.272 pelanggan berpotensi mengalami tekanan air rendah hingga aliran air berhenti sementara.

    Tujuh wilayah yang terdampak meliputi:

    Cengkareng BaratCengkareng TimurKapuk MuaraKamal MuaraKamalPegadunganTegal Alur

    Perawatan dilakukan untuk menjaga keandalan instalasi pengolahan air agar pasokan air bersih tetap terjaga dalam jangka panjang.

    "Perawatan instalasi merupakan bagian penting untuk memastikan kualitas dan kontinuitas layanan air kepada pelanggan. Kami memahami adanya ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama pekerjaan berlangsung," kata Syahrul.

    Untuk mengantisipasi gangguan, PAM JAYA mengimbau pelanggan menyiapkan cadangan air sebelum pekerjaan dimulai.

    Perusahaan juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis bagi pelanggan rumah tangga maupun fasilitas pelayanan publik, seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan yayasan sosial.

    Pelanggan yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Call Center PAM Jaya 1500 223.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) Etty Susilowati mengatakan pekerjaan ini telah direncanakan bersama PAM Jaya dan PT Jakpro Memiontec Air dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan, meski berpotensi menimbulkan gangguan layanan sementara.

    "Kegiatan ini telah direncanakan dan dikoordinasikan secara matang bersama PAM Jaya dan PT Jakpro Memiontec Air, dengan mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan, dan kepentingan masyarakat," kata Etty.

    PAM Jaya memperkirakan pasokan air akan kembali normal secara bertahap mulai Kamis (23/7/2026).

    • Sebelumnya: Industri Masih Ekspansi, Tapi Penyerapan Tenaga Kerja Belum Ikut Tumbuh
    • Selanjutnya: Pujian Lionel Messi untuk Lamine Yamal Jelang Final Piala Dunia 2026

      Artikel Terkait

      • Efisiensi dan Keamanan Jadi Prioritas Memilih Pemanas Air Listrik
      • Cegah Korupsi dan Sengketa Hukum, Bupati Bulungan Bekali 74 Kepala Desa lewat Retreat Kepemimpinan
      • Sejumlah Lajur Tol Jakarta-Tangerang Ditutup hingga 27 Juli
      • Raih Sepatu Emas, Mbappe Tinggal di Kawasan Super Eksklusif Madrid
      • Survei AFTECH: Fintech Beralih Fokus ke Penguatan Fundamental Bisnis
      • Promo FamilyMart 18 Juli 2026, Beli Menu Ayam Tambah Rp 2.000 Dapat Pristine
      • Bukan Aset Kementerian PU, Jembatan Pantai Dona Tetap Dibangun Ulang
      • Ukraina Serang Gudang Raksasa E-Commerce Rusia, 8 Orang Tewas
      • Peternakan Sapi Perah Rp 1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
      • Kejari Pasuruan Tegaskan Proses Hukum Bukan untuk Hambat Program di Daerah

        Lihat Sekilas

      • BERITA FOTO: Keluhan Warga Medan Saat Mengantre BBM
      • Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Belum Tertangkap, Diduga Dibantu Bersembunyi
      • BGN Bayar Pengadaan Motor Listrik Rp 243 M, tapi Belum Jadi Aset, Masih Diselidiki Kejaksaan
      • MBG Kembali Berjalan, Harga Daging Ayam dan Telur di Mojokerto Terkerek Naik
      • Mengulik Spesifikasi Tiga Motor Listrik VinFast, Seberapa Tangguh?
      • Daftar Haji 2027 Diumumkan, ASN Diminta Bangun Komunikasi dengan Calon Jemaah
      • Khofifah Minta Perizinan Online guna Cegah Korupsi Dikebut, Ini Kata Dinas ESDM Jatim
      • Ketua Komisi III DPR-K Manokwari Apresiasi Polda Papua Barat karena Ungkap PETI di Waserawi
      • Gempa M 7,3 Guncang Meksiko
      • Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai Kementerian PU, Dosen UGM Kirim Somasi
      • Copyright © 2026 Powered by Pasokan Air PAM Berpotensi Mati di 7 Kelurahan Jakbar Mulai 17 Juli,Vista Notebook   sitemap