Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim

    Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim

    Waktu: 2026-07-29 18:04:58 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Para ilmuwan khawatir dunia sedang menuju kepunahan massal keenam, yaitu peristiwa di mana tiga perempat spesies di Bumi lenyap.

    Kepunahan hebat seperti ini pernah terjadi lima kali sepanjang sejarah. Namun berbeda dari masa lalu, kepunahan kali ini sebagian besar dipicu oleh ulah manusia, seperti polusi dan perubahan iklim.

    Para peneliti kini berlomba mencari cara untuk mencegah kehancuran tersebut, yang juga bisa mengancam pasokan makanan dunia secara serius.

    Melansir Independent, Selasa (14/7/2026) Amy McEuen seorang peneliti dari Illinois, Amerika Serikat percaya ia telah menemukan jawabannya saat melakukan penelitian di pegunungan Provinsi Yunnan, China barat daya.

    Pegunungan tersebut melindungi tempat tinggal 16 jenis primata seperti owa, monyet berhidung pesek, lutung, kera, dan kukang. Dan menurut McEuen, tempat itu bisa membantu melindungi hewan dan tumbuhan lain di ekosistem tersebut, sekaligus menjadi contoh untuk upaya pelestarian di masa depan.

    “Usaha melindungi panda di China terbukti sangat berhasil menyelamatkan ratusan spesies asli lainnya. Ini karena panda membutuhkan area hutan yang sangat luas untuk bertahan hidup,” kata McEuen, profesor biologi dari University of Illinois Springfield.

    “Dengan jutaan spesies yang harus dilindungi, kita tidak punya cukup waktu untuk menyelamatkannya satu per satu. Untungnya, ada cara yang lebih cepat untuk menjaga keanekaragaman hayati, yaitu menggunakan pendekatan umbrella species (spesies payung),” jelasnya.

    Pendekatan umbrella species

    Primata, serta kelompok hewan lain seperti kucing besar seperti harimau atau singa dan reptil, adalah "spesies payung" yang membutuhkan wilayah jelajah sangat luas.

    "Dengan melindungi habitat yang luas bagi hewan-hewan kunci ini, makhluk hidup lain di sekitarnya juga otomatis terlindungi dari bahaya ulah manusia," jelas McEuen.

    Beberapa hewan yang paling disukai di dunia seperti orangutan, berang-berang laut, dan panda juga merupakan spesies payung. Hal ini dapat mempermudah usaha untuk mengajak orang-orang melestarikan mereka.

    Namun, tentu saja ada tantangan lain yang bisa menghambat. Banyak hewan sering berpindah tempat, sehingga jauh lebih sulit untuk dilindungi.

    McEuen menyebut upaya melindungi hewan yang sering berpindah tempat ini sebagai masalah yang lebih rumit.

    “Meski begitu, kita bisa memikirkan cara menyediakan area persinggahan atau batu loncatan habitat di sepanjang jalur perjalanan mereka untuk membantu mereka,” catatnya.

    Namun, para pelestari alam kini berpacu dengan waktu. Bumi kehilangan berbagai jenis kelompok hewan dengan kecepatan yang sama seperti kepunahan massal di masa lalu, yaitu ratusan hingga ribuan spesies setiap tahunnya.

    “Kabar baiknya, kita belum benar-benar kehilangan mereka,” kata McEuen.

    Menurutnya, tidak ada usaha yang terlalu kecil. Menanam taman bunga pemikat serangga di halaman atau di atap rumah saja sudah bisa membantu menjaga populasi serangga beserta hewan pemangsanya.

    Hewan-hewan itu sendiri memberi kita alasan untuk tetap optimis. Sudah ada bukti bahwa beberapa spesies mulai beradaptasi dengan perubahan iklim, seperti mengubah ukuran tubuh dan perilaku mereka. Keanekaragaman genetik di dalam satu spesies juga membuat sebagian hewan lebih tahan banting dibanding yang lain.

    Hal inilah yang sedang dicoba dikembangkan oleh para ilmuwan di laboratorium.

    “Menurut saya, memanfaatkan kecerdasan kita untuk membantu alam juga memberi saya harapan, terutama saat berusaha menjaga keanekaragaman hayati yang ingin kita lestarikan,” kata McEuen.

    • Sebelumnya: Jelang Sidang Kabinet, Menteri hingga Kepala Lembaga Merapat ke Istana
    • Selanjutnya: Timur Tengah Terus Memanas Bikin Saudi Borong Senjata AS

      Artikel Terkait

      • Polri Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung
      • Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah
      • Konser Akbar Monas Sediakan 8 Kantong Parkir, Tampung 5.020 Kendaraan
      • KPK Panggil Anggota BPK Bobby Terkait Kasus Bupati Muara Enim Pekan Ini
      • Nusron Ancam Pecat Pegawai BPN yang Telat Ukur Tanah
      • Momok Tahunan Banjir di Kuta-Seminyak, Pemkab Badung Bangun Drainase dan Tambah Pompa Air
      • Pria Hendak Perkosa Karyawan Spa di Denpasar, Kabur Panjat Atap hingga Ditangkap Warga
      • Yang Bikin Sekeluarga Gotong Paksa Tetangga di Gambir: Tersinggung Klakson
      • Rasa Group Bidik Timur Tengah hingga AS, Andalkan Ekspor Brand Kuliner Indonesia
      • Viral Kolesom Jumbo di Jaksel yang Menurut LPPOM Haram, Ini Alasannya

        Lihat Sekilas

      • Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Ikut Campur di Muktamar PBNU
      • Bahlil Ajak Kader MKGR Beri Masukan ke Pemerintah, Singgung Masalah MBG
      • Polda Riau Bongkar Sawmill Ilegal di Kampar, Ratusan Kayu Illegal Logging Disita
      • Menhut Tak Ikut Rapat di DPR, Waka Komisi IV: Beliau Izin Umrah
      • Kejagung Minta Kejati Se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data terkait MBG
      • Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 18 Juli 2026, Berangkatan dari Palur hingga Yogyakarta
      • Saat Nyawa Ojol Jadi Taruhan, Terpaksa Terima Pesanan Antar Kulkas hingga Kasur
      • Jaga Kelancaran Distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Sumut
      • Ketua DPRD Riau Minta Maaf Usai Bentrok Anggota, BK Diminta Proses Pelanggaran Etik
      • Petani Tebu Berebut Salami Prabowo Saat Panen Raya di Malang
      • Copyright © 2026 Powered by Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim,Vista Notebook   sitemap