Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli

    Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli

    Waktu: 2026-07-29 18:04:48 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    KOMPAS.com – Tumbuh kembang anak Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan akses terhadap tenaga kesehatan, kesenjangan kemampuan belajar, hingga derasnya arus informasi yang belum tentu berbasis sains menjadi pekerjaan rumah yang perlu dihadapi bersama.

    Data dari Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan yang dikutip Kompas.com menyebut bahwa rasio dokter spesialis anak di Indonesia baru sekitar 0,02 per 1.000 anak.

    Sementara itu, rasio dokter spesialis gizi klinik dan psikolog juga masih terbatas, masing-masing sekitar 0,002 dan 0,01 per 1.000 penduduk. Kondisi tersebut membuat tidak semua keluarga memiliki akses yang memadai terhadap pendampingan tumbuh kembang anak.

    Di bidang pendidikan, tantangan juga masih terlihat. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan 74,5 persen remaja usia 15 tahun di Indonesia belum mencapai kemampuan membaca minimum. Sementara itu, rata-rata nilai matematika siswa SD dan SMP pada National TKA 2026 masih berada di angka 40 dari skala 100.

    Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa upaya mendukung tumbuh kembang anak tidak dapat hanya mengandalkan satu profesi atau satu sektor. Diperlukan kolaborasi lintas disiplin agar layanan, edukasi, dan informasi berbasis sains dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia.

    Berangkat dari kebutuhan tersebut, platform parenting dan kesehatan anak Tentang Anak selama enam tahun terakhir membangun kolaborasi dengan dokter spesialis anak, psikolog, ahli gizi, serta berbagai pakar dari beragam disiplin ilmu.

    Kolaborasi itu diwujudkan melalui penyediaan konten edukasi, layanan konsultasi, riset, hingga pengembangan inovasi berbasis bukti ilmiah yang lebih mudah diakses masyarakat.

    Hingga kini, kolaborasi tersebut telah menghasilkan lebih dari 10.000 konten edukasi berbasis bukti yang menjangkau sekitar 59 juta masyarakat di Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Bersama para ahli, Tentang Anak juga mengembangkan lebih dari 20 riset kolaboratif yang dipresentasikan dalam berbagai forum ilmiah nasional maupun internasional.

    Founder & CEO Tentang Anak dr Mesty Ariotedjo, SpA, MPH, mengatakan, tantangan tumbuh kembang anak hanya dapat diatasi melalui sinergi berbagai pihak yang memiliki keahlian berbeda.

    "Tidak ada satu orang atau satu profesi yang bisa menjawab seluruh tantangan tumbuh kembang anak. Perubahan hanya bisa terjadi ketika banyak pihak dengan keahlian yang berbeda memilih berjalan bersama," ujar Mesty dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/7/2026).

    Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pakar tersebut, Tentang Anak menggelar Tentang Anak Expert Awards 2026, Selasa (14/7/2026). Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan enam tahun Tentang Anak sekaligus momentum untuk merayakan Hari Anak Nasional dengan memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

    Advisor Tentang Anak Prof Dr dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K), menilai bahwa kolaborasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak.

    "Tetap ingat anak-anak Indonesia. (Sebab), kita tidak bisa mencapai sesuatu yang besar sendirian," katanya.

    Senada, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengatakan, kreativitas dan inovasi diperlukan agar manfaat ilmu pengetahuan dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia.

    Melalui kolaborasi lintas profesi, edukasi berbasis sains diharapkan semakin mudah diakses masyarakat sehingga lebih banyak anak Indonesia dapat tumbuh sehat, belajar optimal, dan mengembangkan potensinya menuju Indonesia Emas 2045.

    • Sebelumnya: Kajati-Kapolda Bertemu, Kejagung: Hubungan Baik Kita Akrabkan Kembali
    • Selanjutnya: Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas

      Artikel Terkait

      • Soal Kasus Pemerkosaan di Sampang, Polisi Ingatkan Orangtua Perketat Awasi Pergaulan Anak
      • Angka Kelahiran Anjlok Sampai Bikin Biksu di Korsel Bantu Para Lajang Cari Jodoh
      • Viral Anjing Husky Berdarah Dibacok di Babelan Bekasi, Pelaku Dicari
      • BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Puskesmas Matraman Berjalan Baik
      • Waka MPR Kecam Pemerkosaan Lansia di Grobogan, Desak Hukum Maksimal
      • Prabowo Singgung Anggapan RI Akan Kolaps: Ternyata Semakin Hari Semakin Kuat
      • Unesa Nonaktifkan 6 Pelaku Diduga Lecehkan 26 Mahasiswa dan Dosen
      • Banjir Dahsyat Terjang Afghanistan, 100 Orang Lebih Dilaporkan Hilang
      • Polisi Tegaskan Usut Tuntas Kasus Bocah Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri
      • Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan

        Lihat Sekilas

      • Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina: Jam, Cara Nonton, dan Link Live Streaming
      • Politik AS Geger, Ratusan Anggota DPR AS Balik Arah Lawan Israel
      • Geledah 3 Rumah Tersangka, KPK Sita Dokumen Terkait Pemerasan Bupati Sukoharjo
      • Groundbreaking Abadi Masela Digelar Usai 28 Tahun, Bahlil Apresiasi Prabowo
      • Wamensos Yakinkan Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga dan Punya Potensi
      • Trump Raup Rp 17,9 Triliun dari Kripto dalam Setahun, Termasuk dari Koin Meme
      • PPh 0 Persen di PFII Tetap Kena Aturan Pajak Global? Ini Kata Anak Buah Purbaya
      • Polisi: Siswa Bawa Bom di MAN 3 Padang Tak Terafiliasi Jaringan Terorisme
      • Gempa M 5,4 Guncang Buol Sulteng
      • Seskab dan Menteri Ara Bahas Target Pemerintah Renovasi 400 Ribu Rumah di 2026
      • Copyright © 2026 Powered by Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli,Vista Notebook   sitemap