Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam

    Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam

    Waktu: 2026-07-30 02:03:26 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Presiden Republik Sosialis Vietnam sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, mengundang Presiden RI Prabowo Subianto serta Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan kunjungan resmi. Undangan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Republik Sosialis Vietnam Le Hoai Trung.

    Menlu Trung menyampaikan undangan tersebut melalui Menlu Sugiono saat keduanya bertemu di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa .

    "Sekali lagi, kami ingin menyampaikan undangan dari Sekretaris Jenderal dan Presiden kami kepada Presiden Prabowo untuk mengunjungi Vietnam, dan kami menantikan kunjungan Anda sebagai Menteri Luar Negeri ke Vietnam," kata Trung seusai pertemuan.

    Dalam pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-6 Indonesia-Vietnam, Sugiono dan Trung menandatangani Rencana Aksi untuk Pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Vietnam 2026-2030 . Rencana aksi tersebut menjadi pedoman pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Vietnam yang disepakati pada 2025.

    Indonesia dan Vietnam sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain ketahanan pangan dan pertanian, industri berteknologi tinggi, ekonomi digital, energi, kesehatan, industri halal, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan.

    Di bidang politik dan keamanan, kedua menteri membahas berbagai isu prioritas, termasuk perbatasan, pertahanan, keamanan maritim, pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fishing , serta penanggulangan kejahatan lintas negara.

    "Hari ini, kami menandatangani Plan of Action untuk pengimplementasian dan ini akan menjadi kerangka kerja utama yang akan membimbing kerja sama bilateral kami selama lima tahun ke depan," kata Sugiono.

    "Untuk kerja sama politik, kami menghargai kemajuan yang telah dilakukan dalam mengimplementasikan perjanjian kami mengenai zona ekonomi eksklusif . Kami juga berbincang dan menguatkan komitmen untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan dalam kerja sama politik di sektor maritim, penanganan IUUF, serta kejahatan lintas negara, termasuk narkotika dan kejahatan yang berkaitan dengan psikotropika," imbuhnya.

    Di bidang ekonomi, kedua menteri menegaskan komitmen untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD 18 miliar pada 2028. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, kedua negara akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui reaktivasi Joint Committee on Economic, Scientific, and Technical Cooperation .

    "Di sektor ekonomi, kami juga menguatkan komitmen kami untuk mencapai target perdagangan bilateral yang ditargetkan mencapai 18 miliar dolar AS pada tahun 2028," ujar Sugiono.

    Indonesia dan Vietnam juga sepakat mempererat hubungan antarmasyarakat melalui peningkatan kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan, serta penguatan kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Simak juga Video 'Aturan Bebas Visa WNI ke Vietnam: Maksimal 14 Hari':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Suporter Bentrok dengan Polisi
    • Selanjutnya: Cerita Ibunda yang Kena Dampak Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel

      Artikel Terkait

      • BMKG: Gempa M 7,3 Meksiko Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
      • Korban Banjir Bandang di Padang Khawatir Relokasi Huntap Bikin Anak Makin Jauh dari Sekolah
      • Ingin Jadi Guru hingga Pernah Dibully, Peserta Jalur Disabilitas UNJ Naik Jadi 138 Orang
      • Revitalisasi Keraton Solo Sasar Museum: Penataan Ruang Pamer Dibuat Berstandar Internasional
      • Seskab dan Menteri Ara Bahas Target Pemerintah Renovasi 400 Ribu Rumah di 2026
      • Purbaya Akui Sempat Tarik Dana SAL dari Himbara atas Permintaan BI
      • Cak Imin Puji Sekjen Golkar Berani Kritik NU: Kita Sama-sama Tak Ingin NU Salah Jalan
      • Jember Fashion Carnaval 2026 Bakal Digeler 24-26 Juli, Angkat Tema HEAL
      • Inovasi Skincare Lembut untuk Kulit Sensitif, Menjawab Kebutuhan Generasi Muda
      • Aturan Pemerintah soal Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini 3 Jenis yang Dibatasi

        Lihat Sekilas

      • Jaga Inflasi Terkendali, Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan & Distribusi
      • Hasil Semifinal Japan Open 2026: Putri KW Kandas, Kena Tikung Akane
      • Kenaikan Tarif Bus Transjakarta Masih Terus Dikaji
      • Maba ITB 2026 Masih Bisa Ajukan Keringanan UKT Semester 1 sampai 21 Juli, Ini Caranya
      • Prediksi Skor Robbie Gaspar untuk Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina, Jagokan Siapa?
      • Menpan RB Ingin KPI untuk ASN Berorientasi ke Masyarakat
      • ASN di Ende Terancam Tak Gajian Mulai Juli 2026 jika Pajak Belum Lunas
      • Pemotor Ditabrak Mobil BYD di Jaksel, Pelaku Kabur, Korban Cedera di Kepala
      • Rencana Israel Bikin Buaya Jadi 'Sipir' Penjara
      • Menyusuri Kampung Pecantilan di Ujung Cirebon, Minim Perhatian Pemprov Jabar hingga Diusulkan Gabung Jateng
      • Copyright © 2026 Powered by Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam,Vista Notebook   sitemap