Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih

    BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih

    Waktu: 2026-07-29 18:03:16 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki R. Rizki mengungkap bahwa dampak kekeringan membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini sudah dirasakan masyarakat sejak Juni 2026.

    Dari data laporan yang masuk, sudah ada 3.022 Jiwa yang terdampak kekeringan di 4 Kecamatan.

    “Dari 47 kecamatan, kemarin baru 4 kecamatan yang mengajukan permohonan air bersih dengan total 2.258 Kepala Keluarga atau 3.022 Jiwa yang terdampak,” kata Eki dalam keterangannya saat ditemui awak media di Pendopo Sukabumi.

    Eki kemudian merinci bahwa keempat Kecamatan yang sudah mengalami kekeringan tersebut berada di Kecamatan Cikembar, Cibadak, Cicurug, dan Nyalindung.

    Dengan 3.022 Jiwa yang sudah terdampak kekeringan di empat Kecamatan itu, BPBD telah menyalurkan puluhan ribu air bersih sebagai solusi sementara ditengah krisis air.

    “Satu mobil tangki itu kapasitasnya 5.000 Liter, kami untuk penyalurannya sampai pada titik-titik yang dimintakan oleh desa,” ucap Eki.

    Meski dengan 3.022 Jiwa yang sudah terdampak kritis air, Eki mengungkap bahwa Kabupaten Sukabumi masih belum berstatus darurat kekeringan.

    Sebab, dari 47 Kecamatan baru 4 Kecamatan saja yang terlaporkan mulai mengalami krisis air bersih.

    “Untuk status siaga darurat kekeringan kita masih dalam proses, karena kita melihat kondisi di lapangan belum seluruhnya terjadi kekeringan ataupun laporan kekeringan kepada kami, sehingga kita juga masih menunggu proses itu, termasuk menunggu laporan-laporan dari para camat, kepala desa terkait kondisi yang ada di masing-masing wilayah kecamatan,” tutup Eki.

    • Sebelumnya: Peneliti Temukan Mikroplastik di Ekosistem Laut Dalam Terpencil di Bumi, Alarm bagi Manusia?
    • Selanjutnya: Herdman Sebut Ujian Terberat Timnas Indonesia di Piala AFF

      Artikel Terkait

      • Jembatan dari Brimob untuk Mereka yang Terlupakan
      • Besok, Prabowo Akan Resmikan "Groundbreaking" Proyek Blok Masela
      • Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional
      • Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan di Ajang GSPI ASRI 2026
      • Lagi, Penyidik Polri Datangi Kejagung Bawa Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Febrie
      • Momen Raja Charles III Terima Andy Burnham Usai Ditunjuk Jadi PM Inggris
      • PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli
      • RI Perkuat Infrastruktur Digital dengan Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi
      • Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai Kementerian PU, Dosen UGM Kirim Somasi
      • Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak

        Lihat Sekilas

      • Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan
      • OTT Lagi, Kini Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang Dicokok KPK
      • SMAN 3 Kota Sorong Juara LCC Empat Pilar MPR Papua Barat Daya
      • Kebakaran Sabana Labuan Bajo Meluas, Petugas Fokus Padamkan Api Dekat Hotel
      • Hasil Japan Open 2026: Bekal Berharga Ubed dari Anders Antonsen
      • Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi hingga Malam
      • Legislator Soroti Usia Kapal Induk Hibah Italia 40 Tahun, Singgung Anggaran
      • Cari Lawan Berujung Salah Sasaran, Sekelompok Pemuda Lempar Molotov dan Serang Gudang J&T Kebumen
      • Astrolog Sebut 4 Zodiak yang Paling Beruntung di Akhir Juli 2026, Ada Leo
      • Waka BGN Ogah Ungkap Harga Motor Listrik di Rapat DPR: Materi Penyidikan
      • Copyright © 2026 Powered by BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih,Vista Notebook   sitemap