Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa

    Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa

    Waktu: 2026-09-12 19:00:16 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Google dilaporkan akan "menyedot" seluruh produksi listrik tahap awal dari proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Steel River di Arkansas, Amerika Serikat, mulai 2029.

    Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pasokan energi bersih di tengah meningkatnya kebutuhan listrik akibat ekspansi layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Google akan membeli seluruh output awal pembangkit berkapasitas 1,6 gigawatt (GW) dari proyek yang dikembangkan perusahaan energi Cypress Creek Energy.

    Meski demikian, Google tidak menerima pasokan listrik secara langsung dari pembangkit listrik. Listrik yang dihasilkan Steel River akan tetap disalurkan ke jaringan listrik umum di Arkansas.

    Kesepakatan antara Google dan Cypress Creek menggunakan skema Virtual Power Purchase Agreement (VPPA) atau perjanjian pembelian listrik virtual.

    Melalui skema ini, listrik tetap dijual ke jaringan listrik umum. Sementara Google memberikan komitmen pembelian jangka panjang yang membantu pengembang memperoleh pendanaan proyek.

    Model tersebut memungkinkan perusahaan teknologi memperoleh manfaat dari penambahan kapasitas energi terbarukan tanpa harus membangun maupun mengelola pembangkit listrik sendiri.

    Namun, karena listrik masuk ke jaringan umum, tidak semua listrik yang digunakan pusat data Google berasal langsung dari proyek Steel River. Pasokan listrik yang diterima fasilitas Google tetap bergantung pada sumber energi yang tersedia di jaringan pada saat itu.

    Pusat data Google juga nantinya tetap memperoleh pasokan listrik dari jaringan regional yang terdiri atas berbagai sumber energi, seperti batu bara, gas alam, tenaga nuklir, serta energi terbarukan.

    Dengan skema tersebut, Google mendukung pembangunan pembangkit energi terbarukan tanpa memiliki aset pembangkit maupun mengoperasikannya secara langsung.

    Selain pembangkit surya berkapasitas 1,6 GW, alokasi Google juga mencakup sistem penyimpanan energi berbasis baterai berkapasitas sekitar 2 GW. Kapasitas tersebut disebut setara dengan kebutuhan listrik sekitar 315.000 rumah.

    Adapun keseluruhan proyek Steel River dirancang memiliki kapasitas hingga 2,46 GW pembangkit surya dan 2,94 gigawatt-jam (GWh) penyimpanan baterai. Pembangkit listrik ini akan selesai dibangun pada 2029.

    Konsumsi listrik Google terus meningkat

    Langkah Google mengamankan pasokan energi bersih dilakukan di tengah meningkatnya konsumsi listrik perusahaan.

    Laporan menyebut konsumsi listrik Google beserta emisi berbasis jaringan listrik meningkat sekitar 37 persen sepanjang 2025, seiring ekspansi infrastruktur AI dan pusat data.

    Selain mengandalkan tenaga surya, Google sebelumnya juga telah menandatangani sejumlah perjanjian pembelian listrik dari pembangkit tenaga air dan proyek energi bersih lainnya untuk mendukung target pengurangan emisi karbon.

    Google bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang berinvestasi melalui kontrak energi terbarukan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Winbuzzer.

    Meta sebelumnya dilaporkan menandatangani perjanjian pembelian listrik dari proyek pembangkit surya Waterloo Solar di Texas.

    Sementara Amazon memilih jalur berbeda dengan mengakuisisi proyek pembangkit tenaga surya Sunstone di Oregon melalui anak usahanya.

    Berbeda dengan Amazon yang mengambil alih kepemilikan proyek, Google memilih mendukung pembangunan pembangkit melalui kontrak pembelian listrik jangka panjang.

    • Sebelumnya: Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat
    • Selanjutnya: Buka LCC 4 Pilar MPR Papua Barat Daya, Anggota MPR Tekankan soal Persatuan

      Artikel Terkait

      • Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga
      • Arsene Wenger Jawab Kritik Aturan Jeda Minum Piala Dunia 2026
      • Pemuda Asal Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Hilang Saat Menyeberang ke Keramba
      • Viral Kolesom Jumbo di Jaksel yang Menurut LPPOM Haram, Ini Alasannya
      • Disekap Pacar, Wanita di Bekasi Alami Luka-luka di Wajah dan Tangan
      • Jaksa Agung: Sinergi dengan Polri Sudah Sejak Lama, Kami Tak Bisa Dipisah
      • Pemkot Depok Akan Revitalisasi Angkot Tak Layak, Awasi yang Lintas Wilayah
      • Mahalnya Biaya Rente Modernisasi Pabrik Gula
      • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak saat Diduga Diculik di Acara Ultah
      • Baku Tembak di Festival Toronto: 2 Orang Tewas, 4 Terluka

        Lihat Sekilas

      • Imbas Putusan MK, MUI Dorong Pemerintah Segera Buat Regulasi Turunan Izin Tambang
      • Promo JSM Alfamart Periode 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Hemat Mulai Rp 30.000-an
      • Alasan Jamwas Jadi Plt Jampidsus agar Permudah Periksa Febrie Adriansyah
      • Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual di USU Buat Laporan Polisi, Polda Sumut : Ini Delik Aduan
      • Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?
      • Prabowo: Kalau Kita Perkuat Koperasi Bukan Berarti Lemahkan yang Lain
      • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
      • Kabut Asap Bayangi Final Piala Dunia, Udara New York Sangat Tidak Sehat
      • Kejagung Bentuk 'Tim 9' Berisi Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie Adriansyah
      • Kena PHK akibat Ketiduran 2 Menit, Ibu Tunggal di Jepara Bangkit Buka Usaha Jahit dan Sembako
      • Copyright © 2026 Powered by Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa,Vista Notebook   sitemap