Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat

    Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat

    Waktu: 2026-09-14 02:58:56 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen M Fadil Imran mendorong transformasi pada layanan kepolisian. Dia menekankan agar Layanan Polisi 110 dan Command Center tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan harus mengedepankan kecepatan respons di lapangan.

    Hal itu disampaikan Fadil saat menyambangi Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis . Dalam kesempatan itu, dia meninjau langsung kesiapan Layanan 110 dan mekanisme Command Center di Polresta Sorong Kota.

    Fadil mengecek alur koordinasi mulai dari operator, SPKT, hingga personel yang berpatroli. Dia mengapresiasi kenaikan angka pengaduan melalui 110 dan menegaskan bahwa indikator keberhasilan bukan hanya soal menjawab telepon.

    "Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ujar Fadil dalam keterangannya, Jumat .

    Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Layanan 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan. Dari jumlah tersebut, 2.672 panggilan berhasil dijawab dengan success call rate mencapai 88,18 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

    Meski begitu, Fadil meminta agar paradigma pelayanan diubah. Menurutnya, ukuran kesuksesan yang paling penting adalah seberapa banyak masyarakat yang benar-benar terbantu setelah melapor.

    "Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," katanya.

    Eks Kapolda Metro Jaya ini juga menginstruksikan jajaran untuk mengukur waktu respons secara berkala. Mulai dari laporan diterima, waktu penugasan anggota, hingga waktu kedatangan polisi di lokasi kejadian.

    "Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," tutur Fadil.

    Lebih lanjut, Fadil mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak pada fasilitas fisik Command Center. Dia menegaskan Command Center harus berfungsi sebagai pusat pengambilan keputusan yang cepat, bukan sekadar ruangan dengan teknologi mahal.

    "Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat," ucapnya.

    "Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," lanjut Fadil.

    Selain respons cepat, Fadil mendorong penggunaan data untuk mencegah kejahatan. Merujuk data DORS Polri, tercatat ada 1.503 kasus kejahatan di Sorong Kota pada semester pertama 2026, dengan pencurian kendaraan bermotor sebagai kasus yang paling banyak.

    Dia meminta data tersebut dipetakan untuk menentukan titik dan jam rawan, sehingga patroli kepolisian lebih tepat sasaran.

    "Data harus bisa menjawab: kejahatan paling sering terjadi di mana, jam berapa paling rawan, bagaimana pola kejadiannya, dan patroli mana yang paling dekat. Dari situ kita bisa menggerakkan anggota dengan lebih tepat," pungkas Fadil.

    • Sebelumnya: Prediksi Rafael Nadal, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 dengan Syarat...
    • Selanjutnya: Daya Tarik Pulau Kelor Labuan Bajo, Bukit hingga Pantai yang Indah

      Artikel Terkait

      • Warga Diteror Tetangga hingga Pintu Rusak Sempat Dimediasi Sejak 2024
      • Naik Mulai Bulan Depan, Ini Tarif Baru Naturalisasi hingga Lepas Status WNI
      • Unesa Nonaktifkan 6 Pelaku Diduga Lecehkan 26 Mahasiswa dan Dosen
      • Proyek Abadi LNG Masela Diproyeksi Pangkas Kemiskinan Tanimbar Jadi 18,87 Persen
      • Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS
      • Kucing-kucing Penghuni Stasiun dan Ledakan Populasi yang Terus Bertambah
      • Pertamina: Stok Pertalite Nasional 15 Hari, Masyarakat Jangan Khawatir
      • Dinas LH Banten Minta Pengelola TPA Rutin Siram Sampah Cegah Kebakaran
      • Koruptor Berprestasi
      • Kejelian Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Lihat Kelemahan Kamboja di SEA V Cup 2026

        Lihat Sekilas

      • Viral Wanita di Bekasi Diduga Dianiaya-Disekap Pacar, Polisi Turun Tangan
      • Banyuwangi Ethno Carnival Bangkitkan UMKM, Nilai Transaksi Capai Rp 1,22 Miliar
      • WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
      • 16,3 Juta Wisatawan Datang ke Bali Sepanjang 2025, Macet Jadi Ancaman
      • Waka DPRD Surabaya Dorong Camat-Lurah Tiru Gaya Sidak Eri Cahyadi
      • Mahasiswa yang Diduga Dipukul Saat Demo di DPRD Riau Cabut Laporan, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
      • Anjasmara Minta Maaf, Tegaskan Ucapannya Saat Live Bukan Ditujukan pada Syifa Hadju
      • Kantor Disegel, Bupati Lombok Barat Ternyata Kena OTT KPK
      • Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh "Pion"
      • 8 Makanan yang Sering Lupa Dicuci, Padahal Penting untuk Kesehatan
      • Copyright © 2026 Powered by Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat,Vista Notebook   sitemap