Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga

    Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga

    Waktu: 2026-09-12 19:37:44 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Menurut Bagus, yang paling memberatkan pedagang bukan semata-mata tingginya harga daging sapi, melainkan perubahan harga yang terus terjadi dalam waktu singkat.

    Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menentukan harga jual kepada konsumen.

    Ia menyebut harga daging sapi kualitas terbaik pada Juni 2026 masih berada di kisaran Rp110.000 per kilogram. Namun, per Rabu (15/7/2026), harga kembali naik menjadi Rp130.000 per kilogram.

    Kenaikan harga tersebut, kata Bagus, memicu banyak keluhan dari pelanggan. Di sisi lain, pedagang juga berada dalam posisi sulit karena harus menjelaskan bahwa kenaikan harga berasal dari pemasok, bukan keputusan pedagang.

    “Dari kemarin saya sudah banyak mendapat komplain dari pembeli. Kami juga serba salah karena harga dari atas memang terus naik,” katanya.

    Bagus menduga kenaikan harga dipicu meningkatnya harga sapi hidup di tingkat peternak akibat berkurangnya pasokan.

    Menurut informasi yang diterimanya, jumlah sapi yang diperjualbelikan di pasaran kini tidak sebanyak sebelumnya sehingga harga terus merangkak naik.

    Melalui aksi mogok tersebut, para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga sekaligus memastikan pasokan sapi tetap tersedia.

    Menurut mereka, kepastian harga jauh lebih dibutuhkan dibandingkan kondisi harga yang terus berubah dalam waktu singkat.

    “Harapan kami sederhana, kami ingin tetap bisa berjualan. Yang paling penting ada kepastian harga sehingga pedagang bisa berusaha dengan tenang dan masyarakat juga tidak terus dibebani kenaikan harga,” tuturnya.

    • Sebelumnya: Hakim: Roy Suryo Salahgunakan Praperadilan untuk Tunda Sidang Pokok Perkara
    • Selanjutnya: Bentrok 2 Desa di Adonara NTT Kembali Terjadi, 2 Orang Tewas

      Artikel Terkait

      • Tak Selalu Berbeda, Ini 4 Persamaan Peminum Kopi dan Matcha
      • Polda Metro Hormati 3 Gugatan Praperadilan Roy Suryo, tapi Ingatkan soal Penundaan Perkara
      • Arema FC Lengkapi Kuota Pemain Asing dari Brasil dalam Sehari
      • Pemkab Malang Usul Perbaikan 3 Ruas Jalan Lewat IJD, Butuh Rp 135 Miliar
      • Tampang Abang yang Challenge Bocah Depok Makan Cabai-Masuk Freezer
      • TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian
      • Pengalaman Dedi Kurniawan Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman: Buku Gratis, Rp 7 Juta per Semester
      • Pascaledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Akan Jalani Sisa Pendidikan di Sekolah Lain
      • Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara
      • Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik

        Lihat Sekilas

      • Di Depan Prabowo, Menkop Ingin Koperasi Kembali Jadi Sokoguru Perekonomian
      • Pilih Rasuna Said Dibanding Bundara HI untuk CFD, Warga: Lebih Sepi, Lebih Fokus Olahraga
      • MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
      • 4 RT di Keranggan Tangsel Alami Kekeringan, 13.000 Liter Air Bersih Disalurkan
      • Diresmikan Prabowo, Konstruksi Proyek Abadi Masela di Maluku Dimulai
      • Polisi Bakal Panggil Penyanyi Icha Chellow-Mala Agatha, Buntut Laporan Lagu Bermuatan Pornografi
      • Luis de la Fuente Meraba Duel Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
      • Hadapi Kemarau hingga September, BPBD Sulsel Minta Warga Hemat Air dan Setop Bakar Sampah
      • Menolak Lupa ala Argentina dan Pengalaman Indonesia
      • Daftar Harga Lengkap Motor Listrik VinFast di Indonesia
      • Copyright © 2026 Powered by Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga,Vista Notebook   sitemap