Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah

    Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah

    Waktu: 2026-07-29 18:10:05 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Menteri Dalam Negeri , Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah lebih aktif mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kerajinan khas di wilayah masing-masing. Upaya tersebut dilakukan untuk melestarikan budaya, menciptakan lapangan kerja, memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah , serta meningkatkan perekonomian.

    Hal itu disampaikan Tito pada acara Penutupan Rangkaian Acara 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional bertajuk 'Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia' di Trans Studio Mall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan , Minggu .

    Tito menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kerajinan di tingkat dunia. Kekayaan budaya, keberagaman suku, serta melimpahnya sumber daya alam menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar global.

    Ia menambahkan, pasar kerajinan dunia masih terbuka sangat luas dengan nilai yang mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun. Namun, Indonesia hingga kini belum masuk dalam jajaran 10 besar produsen kerajinan dunia. Padahal, dibandingkan negara lain, Indonesia memiliki keunggulan yang sulit ditandingi, yakni beragamnya produk kerajinan.

    Menurut Tito, setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik dan hasil kerajinan yang berbeda lantaran dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, serta ketersediaan bahan baku.

    "Keunggulan Indonesia adalah Indonesia the most diverse handicraft in the world. Jadi yang paling beragam di dunia, itu adalah Indonesia," ujar Tito dalam keterangannya, Minggu .

    Lebih lanjut, ia menambahkan, masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk kerajinan bernilai tinggi. Sebagai contoh, Tito menceritakan pengalaman memanfaatkan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat yang kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan. Menurutnya, potensi serupa masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

    Selain sumber daya alam, Indonesia juga memiliki kekayaan kerajinan tradisional seperti tenun yang memiliki nilai seni tinggi. Produk tersebut bahkan banyak diburu kolektor mancanegara karena keunikan dan kelangkaannya.

    "Artinya, Indonesia kita banyak sekali potensi yang luar biasa, tapi belum tergali," jelasnya.

    Di lain sisi, Tito juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemerintah Kota Makassar, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas. Selain menjadi momentum silaturahmi jajaran Dekranas dan Dekranasda, kegiatan tersebut dinilai telah berdampak terhadap perekonomian daerah setempat.

    Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naomi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua Harian Dekranasda Makassar Melinda Aksa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulsel, serta pejabat terkait lainnya.

    Lihat juga Video Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Ramaikan Inacraft 2024

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Terlilit Pinjol, Istri Sakit, Ibu Meninggal: Tekanan Berlapis Peneror Bom SDN Srengseng Sawah
    • Selanjutnya: Cara Daftar Sebagai Penerima Bansos 2026, Bisa Online Lewat HP

      Artikel Terkait

      • Tabrak Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR Arah Tanjung Priok, Sopir Truk Tewas Terjepit
      • Hasil SEA V Cup 2026: Indonesia Hantam Kamboja 3-0 di Laga Perdana
      • Diperiksa KPK 9 Jam, Anggota BPK Bobby: Semua Sudah Disampaikan ke Penyidik
      • Jadwal KRL Jogja-Solo pada 21, 22, dan 23 Juli 2026, Lengkap dari Tugu ke Palur
      • Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat
      • "Mereka Tak Butuh Empati, tapi Keadilan Pendidikan" Kala Sekolah Wilayah 3T Tak Terjamah Negara
      • Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 42,6 Triliun hingga Juni 2026
      • Wamenaker: Pemerintahan Prabowo Hadir Berikan Solusi Nyata Bagi Kaum Buruh
      • Daftar 15 Wali Kota, Bupati, dan Gubernur Hasil Pilkada 2024 yang Ditangkap KPK dari 2025-2026
      • Penjual Lontong Sayur Kena Pajak Rp 840 Ribu, Pemkab Pati Beri Penjelasan

        Lihat Sekilas

      • CEO INPEX: LNG Blok Masela Buka Babak Baru Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang
      • Cegah Calo, Pendaftaran Magang Nasional 2026 Pakai Verifikasi Biometrik
      • Sinyal Kebangkitan IHSG, Investor Ritel Diminta Jangan Asal Borong Saham
      • Anwar Ibrahim Ungkap Dana Pensiun Malaysia Rugi Rp 875 M Buntut Kasus eFishery
      • Pria Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel Diduga Bunuh Diri
      • Polisi Cek TKP Kasus Anjing Husky yang Viral Dibacok di Bekasi
      • BNPP Pertahankan Opini WTP BPK, Realisasi Anggaran Tembus 99,38 Persen
      • RI Perkuat Infrastruktur Digital dengan Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi
      • DBS Optimistis Pasar Saham RI Bangkit, IHSG Diproyeksi Menuju 8.000 di Akhir Tahun
      • WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
      • Copyright © 2026 Powered by Mendagri Minta Pemda & Dekranasda Identifikasi Potensi Kerajinan Wilayah,Vista Notebook   sitemap