Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

    Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

    Waktu: 2026-09-12 19:33:31 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Hal ini kerap dialami oleh banyak penggemar sepak bola saat acara nonton bareng Piala Dunia: Tim "jagoan" mencetak gol, lalu para penggemar di taman bir atau pub bersorak bersama. Bahkan, mungkin saling berpelukan untuk merayakannya meskipun beberapa saat sebelumnya mereka sama sekali tidak saling kenal.

    Menurut Katie Wood, seorang psikolog klinis di Swinburne University, Melbourne, momen kebersamaan seperti ini nyatanya dapat mendukung kesehatan mental.

    "Faktor pelindung terbesar bagi kesehatan mental kita adalah keterikatan, koneksi dengan diri sendiri, orang lain, komunitas, dan budaya kita," ujar Wood kepada DW. Menurutnya, olahraga berhasil membangun keterikatan tersebut karena olahraga menyatukan banyak orang.

    Bentuk keterikatan ini tidak terbatas pada keluarga atau teman saja. Hal ini juga dapat muncul ketika seseorang merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, meskipun hanya sesaat. Piala Dunia adalah ajang yang sempurna untuk memberikan perasaan semacam ini kepada masyarakat.

    Wujud nyata dari hal ini telah terlihat sepanjang Piala Dunia berlangsung. Para penggemar dari berbagai negara bersorak bersama, bertukar jersei, atau tiba-tiba berdampingan mendukung tim yang sama.

    Di Lawrence, Kansas, pusat kota secara spontan berubah menjadi area nonton bareng bernuansa hijau-putih saat laga antara Aljazair dan Austria. Karena tim nasional Aljazair menjadikan kota itu sebagai markas selama Piala Dunia, ratusan warga lokal Amerika hadir mengenakan jersei Aljazair, dengan wajah yang dicat warna bendera negara tersebut dan bendera di tangan mereka.

    Di tempat lain pun semakin jelas terlihat betapa cepatnya persahabatan dapat dijalin lewat sepak bola. Usai pertandingan babak 16 besar antara Swiss dan Kolombia di Vancouver, DW mengamati dua penggemar saling bertukar jersei sebagai kenang-kenangan atas malam yang mereka habiskan bersama. Sementara itu di Seattle, setelah Amerika Serikat tersingkir, seorang pendukung Belgia tampak menghibur penggemar Amerika yang kecewa.

    Seorang pengunjung di San Francisco menceritakan kepada DW sebuah momen yang membekas di benaknya: "Seorang pria melihat jersei saya. Ia sama sekali tidak mengenal saya. Ia menghampiri, memeluk saya, dan sekadar berkata, 'Inilah Piala Dunia.'"

    Katie Wood memandang hal ini sebagai kekuatan unik dari turnamen seperti Piala Dunia. Orang-orang yang mungkin tidak akan pernah berpapasan dalam kehidupan sehari-hari dapat berbagi emosi yang sama untuk sesaat.

    "Kalian mungkin berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Namun, saat kalian mendukung tim yang sama, akan muncul sebuah pengalaman kolektif dengan tujuan yang sama."

    Tujuan tersebut menyentuh sebuah kebutuhan mendasar yang sering diremehkan banyak orang, yaitu kebutuhan untuk diterima dan merasa menjadi bagian dari suatu kelompok. Tidak peduli apakah seseorang telah menjadi penggemar selama puluhan tahun atau baru pertama kali menonton pertandingan. Hal yang lebih penting adalah pengalaman bersama, seperti ketegangan sebelum laga dimulai, gemuruh saat gol tercipta, hingga rasa frustrasi yang dirasakan bersama usai kekalahan.

    "Tidak ada yang tahu apa yang kita lalui sebagai manusia dari hari ke hari," ujar seorang pengunjung di zona penggemar kepada DW. "Itulah mengapa momen-momen seperti ini terasa sangat istimewa."

    Bahkan mereka yang tidak memiliki tim favorit pun bisa ikut dalam suasananya.

    "Saya merasa bahagia," kata seorang pengunjung di Philadelphia kepada DW. "Saya bahkan tidak punya tim jagoan, tetapi saya jadi suka menonton pertandingannya."

    Piala Dunia dapat menawarkan wadah untuk menepi sejenak dari rutinitas sehari-hari.

    "Ketika begitu banyak hal terjadi di dunia, kita mencari cara untuk melepaskan diri sejenak dari rutinitas harian," jelas Wood. "Dan menikmati Piala Dunia dengan segala euforianya bersama orang lain adalah cara yang sangat sehat untuk melakukannya."

    Tentu saja, fokus utama dari turnamen seperti Piala Dunia biasanya adalah pertandingan sepak bola itu sendiri. Namun, bagi banyak penggemar, kenangan paling kuat dari Piala Dunia justru berasal dari momen-momen yang terjadi di luar lapangan hijau. Artikel ini diadaptasi dari artikel bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Algadri Muhammad

    Editor: Yuniman Farid

    Simak juga Video 'Prancis vs Spanyol: Bertemu Lagi di Piala Dunia Setelah 20 Tahun':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Derita Nelayan RI di Kapal Ikan Asing: Tak Ada Istirahat, Sakit Tetap Kerja
    • Selanjutnya: Temuan BPK, Belasan Tahun Tak Ada Retribusi dari Lapak Taman Kyai Langgeng Magelang

      Artikel Terkait

      • AI Akan Bantu Peneliti, Bukan Menggantikan Perannya
      • Nge-challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer, Pria di Depok Ditangkap
      • Waka BGN Ogah Ungkap Harga Motor Listrik di Rapat DPR: Materi Penyidikan
      • Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki
      • Ruben Onsu Disebut Sampai Utang ke Bank Rp 10 Miliar demi Turuti Keinginan Sarwendah Renovasi Rumah
      • BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi
      • Polisi Tangkap Komplotan Curanmor Bersenpi, 1 Orang Buron
      • Konflik Adonara, Menteri HAM Dorong Penyelesaian Lewat Pendekatan Budaya
      • Pabrik Sandal PT Porto di Karanganyar Terbakar, Asap Membubung Tinggi
      • Ulah Bejat Pria di Riau Cabuli Bocah, Terbongkar Usai Kirim Foto Cabul

        Lihat Sekilas

      • Polisi Tegaskan Usut Tuntas Kasus Bocah Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri
      • Mulai Juli 2026, Pemerintah Tambah 6 Negara yang Bebas Visa
      • TPS di Gunung Putri Bogor Kebakaran, Sumber Api Diduga dari Bakar Kasur
      • Sekolah Polwan Buka Pendidikan Angkatan 59, Diikuti 709 Siswa
      • Memanas! AS Gempur Kota Pembangkit Nuklir Iran
      • Indonesia Bangun Pusat Pembibitan Babi Berstandar Internasional, Datangkan 546 Indukan dari Denmark
      • Tak Semua Mobil Bisa Dibuatkan Kunci Immobilizer Cadangan
      • Prabowo: Pakar Ramalkan RI Negara Ke-4 Terkaya di Dunia Tahun 2045
      • Harga Sayur dan Cabai Merangkak Naik di Malang, Pedagang Sebut Penjualan Turun Drastis
      • Dikecam Sana-sini, Hotman Paris 2 Kali Minta Maaf Usai Konpers Kasus Febrie
      • Copyright © 2026 Powered by Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental,Vista Notebook   sitemap