Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru

    Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru

    Waktu: 2026-09-12 19:01:36 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, harus menghadapi stigma negatif sebagai sekolah "kampung sosial" dari masyarakat hingga berimbas pada kekurangan murid setiap tahun ajaran baru.

    Penyematan stigma negatif ini berawal dari murid yang bersekolah di SD tersebut berasal dari sejumlah keluarga yang dulunya menempati bantaran Kali Gelis dan kini direlokasi di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

    Selain disebut sekolah "kampung sosial", beberapa siswa diduga mengamen di jalan setelah pulang sekolah.

    Kepala Dinsos Kabupaten Kudus, Putut Winarno berkunjung ke SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif sekolah kampung sosial hingga sepi pendaftar.KOMPAS.COM/NUR ZAIDI Kepala Dinsos Kabupaten Kudus, Putut Winarno berkunjung ke SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif sekolah kampung sosial hingga sepi pendaftar.Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Solikhul Hadi, mengkonfirmasi adanya guru yang memergoki anak mengamen di jalan yang diduga siswa dari sekolah yang ia pimpin.

    "Memang ya kita sendiri di jalan, bapak-ibu guru ketemu lah itu dihampiri langsung ada yang lari. Iya (murid sini) ada yang seperti itu," kata Hadi saat ditemui di SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026).

    Dia mengungkapkan, terdapat murid yang protes saat pembelajaran di siang hari dan ingin segera pulang tanpa alasan yang jelas.

    "Memang ada beberapa anak yang pulangnya agak siang itu sering protes, bu pulang, 'Mau ngapain?' ya ingin pulang," ungkap Hadi, menirukan percakapan guru dan murid di kelas.

    Sekolah hadapi tekanan stigma negatif menahun

    Sejumlah pengendara motor keluar dari lingkungan SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif hingga kekurangan murid baru setiap tahun.KOMPAS.COM/NUR ZAIDI Sejumlah pengendara motor keluar dari lingkungan SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Rabu (15/7/2026). Sekolah tersebut mendapat stigma negatif hingga kekurangan murid baru setiap tahun.

    Dampak penyematan stigma negatif tersebut, SD 5 Hadipolo selalu kekurangan murid setiap penerimaan peserta didik baru.

    Pada tahun ajaran 2026/2027 hanya mendapatkan 3 murid baru, total kini terdapat 29 siswa yang terbagi 6 kelas.

    Hadi yang mengaku baru memimpin SD 5 Hadipolo kurang lebih 2 bulan bertekad untuk menekan stigma negatif dengan harapan sekolah tersebut diminati masyarakat setempat.

    "Kita nanti akan membangun citra sekolah yang baik ya, nantinya InsyaAllah nanti kita akan membuat program-program yang bisa meningkatkan citra sekolah," katanya.

    Dinsos janjikan pemenuhan hak dasar anak

    Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2Kb) Kudus, Putut Winarno, mengatakan dari hasil koordinasi singkat dengan pihak sekolah hanya terdapat 2 murid yang sering kali protes saat jam pelajaran berlangsung hingga siang.

    "Informasi pulang sebelum jam belajar itu selesai itu, hanya 2 orang, yang satu malah ini jarang sekolah. Ini nanti kami akan melakukan asesmen dulu untuk keluarga, ini juga sudah dicek desil berapa," ungkap Winarno, usai koordinasi dengan Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Rabu (15/7/2026) siang.

    Winarno menegaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Hadipolo untuk melakukan asesmen terhadap keluarga anak yang diduga mengemis di jalan dan tidak tidak ingin mengarah ke ekploitasi anak sebelum data tersebut objektif.

    Dia juga berjanji, apabila anak tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, pemerintah akan melakukan pendampingan intervensi sosial supaya hak dasar pendidikan anak terpenuhi.

    "Kalau memang nanti ada bedah rehabsos masuk, nanti kami masuk biar apa, biar haknya anak ini biar belajar, belajar itu kan wajib, kebutuhan dasar anak umur 7 sampai 12 tahun," katanya.

    • Sebelumnya: Konflik di Adonara NTT Telan Korban Jiwa, Anggota DPR Dorong Usut Tuntas
    • Selanjutnya: Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen

      Artikel Terkait

      • 21 Motor Parkir di Trotoar ITC Kuningan Diangkut Dishub Jaksel
      • Terapis Spa Surabaya Divonis 2 Tahun 6 Bulan, Terbukti Kuras Uang Pelanggan Rp 1,2 Miliar
      • China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS
      • Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin
      • Awal Mula Pria di Depok Challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer
      • Mana yang Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Ini Kata Ahli Gizi
      • Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial Klub
      • Hakim Kuliti Keberadaan Tim 8 di Sidang Korupsi Bupati Sudewo
      • BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Puskesmas Matraman Berjalan Baik
      • Dapat Penolakan, Tol Sicincin-Bukittinggi Tak Lewati Kubang Putih, Trase Baru Segera Disurvei

        Lihat Sekilas

      • Kisah Pilu Korban KLM Nurul Salsa di Selayar, 3 Orang Meninggal di Atas Gabus lalu Dilepas ke Laut
      • Alasan Prabowo Terbitkan Perpres yang Jadi Landasan TNI Jaga Rumah Eks Jampidsus
      • Menkop Kumpulkan Pengurus Kopdes Merah Putih, Cari Solusi Kendala Operasional
      • AI Mulai Jadi Teman Belanja, Konsumen Kian Percaya Rekomendasinya
      • Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer, AI, dan EA Sports: Spanyol atau Argentina?
      • Gugur Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, Serda Hengki Pernah 15 Tahun Tugas di Timika
      • Amerika Latin Bersatu Dukung Spanyol, Tuding Argentina Anak Emas FIFA
      • Pencarian 25 Korban KM Nurul Salsa yang Hilang Diperluas hingga 448 Mil Laut Persegi
      • ABK Kapal Tanker MT Alejandro Dievakuasi Darurat di Pangkalbalam, Alami Sesak Napas Saat Berlayar
      • Honda Bicara Soal Target Motor Listrik Pemerintah 2030
      • Copyright © 2026 Powered by Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru,Vista Notebook   sitemap