Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial Klub

    Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial Klub

    Waktu: 2026-07-29 18:03:52 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Manajemen menaruh target serius untuk menjadikan unit bisnis apparel ini sebagai salah satu tulang punggung yang menyumbang pendapatan serta menopang kebutuhan finansial klub secara jangka panjang.

    "Kami sangat serius untuk menjadikan bisnis apparel ini sebagai lini bisnis yang berkontribusi nyata bagi finance Persela. Melalui Octagon, kami ingin mengoptimalkan potensi pasar yang besar dari basis suporter kami dan mengalokasikannya langsung untuk operasional tim," ujar Praditya dalam konferensi pers di Stadion Surajaya, Minggu.

    Demi menjaga kualitas dan daya tarik visual produk, manajemen Persela tidak main-main dalam proses produksi.

    Manajemen Persela Lamongan resmi menggandeng brand apparel lokal, Octagon, sebagai penyedia perlengkapan olahraga resmi tim untuk mengarungi kompetisi musim Pegadaian Championship 2026-2027. Octagon sendiri menggandeng Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia untuk merancang seluruh jajaran jersei dan perlengkapan resmi Persela Lamongan.KOMPAS.com/Eko Nur Syahputro Manajemen Persela Lamongan resmi menggandeng brand apparel lokal, Octagon, sebagai penyedia perlengkapan olahraga resmi tim untuk mengarungi kompetisi musim Pegadaian Championship 2026-2027. Octagon sendiri menggandeng Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia untuk merancang seluruh jajaran jersei dan perlengkapan resmi Persela Lamongan.

    Octagon menggandeng Fajar Yerusalem, desainer spesialis apparel olahraga kenamaan di Indonesia, yang dipercaya khusus untuk merancang seluruh jajaran jersei dan perlengkapan resmi Persela Lamongan.

    Sentuhan desainer nasional ini diharapkan mampu mendongkrak nilai jual produk tanpa kehilangan identitas lokal khas Lamongan.

    Manajemen Persela mematok target penjualan yang cukup tinggi untuk pasar apparel musim ini, yakni berada di kisaran 35.000 hingga 45.000 buah produk terjual ke tangan konsumen.

    Praditya mengakui, pada musim-musim sebelumnya proses pendistribusian produk merchandise resmi Persela dinilai masih kurang maksimal sehingga belum mampu menjangkau seluruh lapisan pendukung.

    Belajar dari evaluasi tersebut, manajemen kini berfokus pada pembenahan sistem dan pembentukan saluran distribusi yang lebih terintegrasi.

    Direktur Bisnis Persela Praditya Aditya KOMPAS.com/Eko Nur Syahputro Direktur Bisnis Persela Praditya Aditya

    "Pembelian nantinya bisa dilakukan secara langsung di official store maupun lewat sistem online. Kami menyadari pendistribusian yang lalu kurang maksimal, maka sekarang kami membentuk dan memperkuat saluran distribusinya agar semua kelompok suporter bisa menjangkaunya dengan mudah," tutur Praditya menambahkan.

    Langkah perbaikan tersebut dibuktikan dengan kesiapan distribution channel yang matang serta dimulainya realisasi investasi di sektor ini. Langkah manajemen yang mulai mandiri mengelola ekosistem bisnis sepak bola ini mendapat sambutan hangat dari kelompok suporter setia mereka, LA Mania.

    Perwakilan suporter Persela, Frans, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah manajemen yang meluncurkan Octagon.

    Menurutnya, kelompok suporter LA Mania sudah siap memborong jersei resmi Persela sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mendukung finansial klub kesayangan mereka secara legal dan langsung.

     
    • Sebelumnya: Polisi Olah TKP MAN 3 Padang Usai Siswa Bawa Bom hingga Meledak
    • Selanjutnya: Ada Mobil Tangki Gratis Selama Air PAM Mati di Jakbar, Begini Cara Aksesnya

      Artikel Terkait

      • Istana dan Gerindra Kompak Minta Hotman Jangan Kaitkan Febrie dengan Prabowo
      • Pria Challenge Bocah di Depok Sempat Diamkan Korban 5 Menit di Freezer
      • Sampah-sampah Dilalap Api dari Depok hingga Gunung Putri
      • Spanyol Hapus Sosok Donald Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
      • Pilu Ratusan Petani Tebu Indramayu, Honor yang Dijanjikan Pemerintah Tak Kunjung Cair
      • Harapan Presiden Prabowo Subianto Usai Luke Vickery Resmi Jadi WNI
      • Lu Punya Otak, Enggak?
      • ART di Tulungagung Curi Emas Majikan Senilai Rp 20 Juta, Tak Ditahan karena Menyusui
      • Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan Vonis Tiga Pembunuh Kacab Bank BUMN
      • Ditunjuk Jadi Direktur Sepakbola, "Misi Penebusan" Alfredo Vera di Persipura

        Lihat Sekilas

      • Inter Milan Siapkan Tawaran Perdana untuk Djed Spence
      • KPK soal Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus Kasus Febrie: Progres Positif
      • Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 42,6 Triliun hingga Juni 2026
      • Seskab dan Menteri Ara Bahas Target Pemerintah Renovasi 400 Ribu Rumah di 2026
      • Masyarakat Tidak Mampu Bisa Dapat Layanan Hukum dengan Tarif Rp 0
      • Prabowo Terkesan CEO Inpex Bisa Bahasa Indonesia: Tak Banyak yang Mau Belajar
      • Harga Beras Naik di Aceh Sepekan Terakhir, Stok Gabah Menipis
      • Bantu SD Bengkulu Selatan, IDE Preneur Gelar Golf Charity 2026
      • Pria Challenge Bocah di Depok Sempat Diamkan Korban 5 Menit di Freezer
      • Sedang Asyik Hisap Sabu di Perahu, Tiga Pria di Demak Digerebek Polisi
      • Copyright © 2026 Powered by Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial Klub,Vista Notebook   sitemap