Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi

    Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi

    Waktu: 2026-07-29 17:18:27 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Rumah Sakit Dijaga Ketat dan Akses Dibatasi

    Pantauan di lapangan menunjukkan suasana RSUD Caruban yang dijaga ketat oleh personel TNI dan polisi militer. Anggota TNI dan Polisi Militer bersiaga penuh, baik di area lobi maupun di dalam ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

    Tampak beberapa pasien yang sedang berbaring mendapatkan penjagaan ketat dari personel TNI aktif. Penjagaan ketat di rumah sakit maupun di lokasi kejadian ini merupakan prosedur standar dalam pengamanan insiden yang melibatkan objek vital militer.

    Pada pukul 18.57 WIB, terpantau enam personel polisi militer yang datang dengan dua kendaraan roda empat memasuki ruang IGD RSUD Caruban untuk melakukan koordinasi lanjutan.

    Sementara itu, kondisi para korban luka-luka yang sebelumnya sempat berada di IGD, terpantau sudah dipindahkan ke ruang rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Jenazah Korban Gugur Dipulangkan

    Satu unit ambulans yang diduga membawa jenazah korban ledakan Gupusmu II terpantau keluar dari RSUD Caruban sekitar pukul 16.27 WIB. Ambulans tersebut meninggalkan area kamar jenazah dengan pengawalan.

    Sebelum kendaraan bertolak, suasana haru menyelimuti lokasi ketika seorang wanita berkerudung yang membawa ransel loreng khas TNI tiba di kamar jenazah. Wanita tersebut tak kuasa menahan tangis saat memeluk rekannya di depan ruang jenazah.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi terkait detail kondisi medis para korban. Plt Direktur RSUD Caruban, dr. Selly Fitriani, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memberikan informasi rinci mengenai kondisi klinis pasien militer tersebut.

    "Mohon maaf langsung tanya ke pihak TNI-nya saja," ujar dr. Selly saat dimintai keterangan pada Kamis (16/7/2026).

    Penanganan Diambil Alih Kodam V Brawijaya dan Mabes TNI

    Terkait dengan kronologi dan penyebab pasti ledakan di Gupusmu II, pihak Korem setempat menyatakan bahwa investigasi sepenuhnya berada di bawah wewenang komando pusat. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 081/DSJ, Mayor Inf Ismail, menegaskan bahwa penanganan insiden ini ditangani langsung oleh level komando di atasnya.

    "Beda satuan, dari Kodam (V Brawijaya) langsung," ujar Mayor Inf Ismail saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7/2026).

    Selain keterlibatan Kodam V Brawijaya, penanganan kasus ledakan gudang munisi militer ini juga dipantau dan diusut langsung oleh pihak Mabes TNI demi alasan keamanan nasional.

    Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan investigasi mendalam mengenai penyebab utama terjadinya ledakan di Gupusmu II tersebut.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Staf Kodam (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, dilaporkan telah turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi di Gupusmu II Saradan. Saat ini, area di sekitar gudang amunisi tersebut telah disterilkan dari warga sipil, dan awak media dilarang mendekat demi keselamatan.

    Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Kodam V Brawijaya Ambil Alih Penanganan Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

    • Sebelumnya: Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru
    • Selanjutnya: Mendagri Usul Donatur Tiap Calon Kepala Daerah Dibuka ke Publik, Seperti di AS

      Artikel Terkait

      • Live Bareng Rizky Nazar Jadi Sorotan, Anjasmara: Saya Tidak Sebut Nama
      • Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau
      • 3.076 Satwa Liar Diamankan, Bakauheni Masih Jadi Jalur Rawan Penyelundupan
      • Alasan Prabowo Terbitkan Perpres yang Jadi Landasan TNI Jaga Rumah Eks Jampidsus
      • Periksa Bobby Rizaldi, KPK Dalami Pengaturan Audit BPK untuk Muara Enim
      • Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar
      • 4 Pemimpin Dunia yang Akan Hadiri Final Piala Dunia 2026, Siapa Saja?
      • Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban
      • Senangnya Aira Bocah SD Pekanbaru Dapat Merchandise Bibit Pohon di RBR 2026
      • Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan

        Lihat Sekilas

      • Pencurian Modul BTS Bikin Sinyal Hilang dan Puluhan Miliar Melayang
      • Cara Daftar Sekolah Kedinasan, Sinyal Dibuka Juli 2026
      • BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
      • Sembilan Kabupaten di Sumsel Siaga Karhutla, Musi Rawas Terbaru
      • Periksa Bobby Rizaldi, KPK Dalami Pengaturan Audit BPK untuk Muara Enim
      • Terlibatnya FBI dan Secret Service dalam Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Perannya
      • Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
      • Wellah Hatta Asal Indonesia Jadi Stage Manager Final Piala Dunia 2026
      • Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026
      • Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup
      • Copyright © 2026 Powered by Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi,Vista Notebook   sitemap