Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara

    Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara

    Waktu: 2026-07-29 18:07:10 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Iran menanggapi gelombang serangan baru yang dilancarkan AS. Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS.

    Dilansir CNN dan Aljazeera, Rabu , juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus pada pertahanan negara. Hal ini menyusul serangan yang dilancarkan AS ke Teheran.

    "Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara," kata Esmaeil Baghaei.

    Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak akan mematuhi perjanjian apa pun jika AS melanggar kewajibannya. Dia juga meyakini Amerika Serikat telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal.

    "Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut," ujar Baghaei.

    Esmail Baghaei menambahkan, Iran hanya akan menghormati komitmen internasionalnya jika AS melakukan hal yang sama. Dia menyebut bahwa Iran membatalkan komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman setelah AS gagal memenuhi kewajibannya dalam perjanjian sementara tersebut.

    "Komitmen kami tetap berlaku hanya selama pihak lain memenuhi janji mereka," kata dia.

    "Setelah pihak lain melanggar kewajibannya, kami juga menahan diri untuk tidak melaksanakan kewajiban kami di area mana pun yang diharuskan," imbuhnya

    Sebelumya, militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian serangan selama 90 menit terhadap Iran. Serangan terbaru ini menyasar lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal Iran.

    "CENTCOM meluncurkan amunisi presisi terhadap sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama gelombang serangan 90 menit tersebut. Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," kata Komando Pusat AS dilansir CNN, Rabu .

    Pulau Greater Tunb adalah salah satu pulau kecil yang terletak di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz. Dilaporkan pentingnya beberapa pulau pada bulan Maret, termasuk Greater Tunb, yang disebut oleh seorang peneliti sebagai "benteng pertahanan" Iran.

    Serangan dimulai pukul 06.00 pagi waktu setempat dan selesai pukul 07.30 pagi, kata militer AS. Komando Pusat as juga memposting video yang tampaknya menunjukkan pencitraan termal dari serangan tersebut.

    Sementara itu, lebih dari 260 orang terluka dalam serangan AS baru-baru ini terhadap Iran, kata Kementerian Kesehatan negara itu hari ini.

    Ini termasuk setidaknya tiga wanita dan enam anak-anak, menurut Hossein Kermanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan.

    "Sejauh ini, 222 dari korban luka telah dirawat dan dipulangkan," tambahnya.

    • Sebelumnya: Dibanding Usia iPhone, Lebih Lama Orang Ini Kerja di Apple
    • Selanjutnya: Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman

      Artikel Terkait

      • Cerita Afgan Sempat Kehilangan Suaranya Jelang Konser Retrospektif
      • Antisipasi Jules Kounde Hengkang, Barcelona Lirik Bek Tottenham Pedro Porro
      • Messi Vs Mbappe, Siapa yang Bakal Meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026?
      • Piala Dunia, Pelarian Sejenak dari Tekanan Hidup
      • Keluarga Guru PPPK yang Meninggal di Mes Polisi Pessel Pertanyakan Hasil Visum Tak Kunjung Keluar
      • Bola Jadi Cermin Bangsa: ‘Sosiologi’ Final Piala Dunia 2026
      • Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
      • KPK Periksa Kepala BPKAD Tulungagung, Telusuri Aliran Dana ke Bupati Gatut
      • Prabowo Bicara Investasi di RI: Investor Untung tapi Rakyat Harus Sejahtera
      • BP MPR Gelar FGD di Padang, Bahas Amandemen UUD 45 hingga Keadilan Ekonomi

        Lihat Sekilas

      • Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
      • Yusril soal Tarif Rp 5 Juta untuk Lepas Status WNI: PNBP, Dipatuhi Saja
      • ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Pertanian Lahan Gambut
      • Polisi Olah TKP MAN 3 Padang Usai Siswa Bawa Bom hingga Meledak
      • Cegah Calo, Pendaftaran Magang Nasional 2026 Pakai Verifikasi Biometrik
      • Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar, Itu Pemimpin Pengkhianat!
      • 5 Trik Membuat Es Kopi Rumahan Lebih Enak, Tak Perlu Mesin Espresso
      • Viral Pencabulan Bocah Modus Ajak Main Game, Pelaku Ditangkap
      • Pria di Jakut Tergeletak Bersimbah Darah Usai Dibacok Begal Pakai Gancu
      • Wapres AS Beberkan Upaya Israel Gagalkan Kesepakatan dengan Iran
      • Copyright © 2026 Powered by Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara,Vista Notebook   sitemap