Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam

    Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam

    Waktu: 2026-07-29 17:11:45 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Pemerintahan Trump melaksanakan rencananya mengganti panel-panel di situs President's House di Philadelphia, tempat George Washington tinggal pada 1790-an ketika kota itu menjadi ibu kota Amerika Serikat.

    President's House, yang merupakan bagian dari Independence National Historical Park, selama ini menampilkan panel dan video yang berfokus pada kehidupan sembilan orang yang dipaksa bekerja sebagai budak di rumah itu, melayani Washington beserta istrinya, Martha.

    Pemerintahan Donald Trump berupaya merevisi pameran ini berdasarkan perintah eksekutif 2025 bertajuk "Restoring Truth and Sanity to American History." Perintah itu bertujuan menghapus konten dari institusi sejarah dan budaya yang menurut pemerintah "secara tidak tepat mencemarkan nama baik orang-orang Amerika, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup."

    Versi baru pameran yang dipasang pada Rabu itu masih mempertahankan referensi tentang mereka yang diperbudak di rumah tersebut, serta informasi tentang gerakan abolisionis.

    Namun para pengkritik berargumen bahwa pameran baru ini menyajikan gambaran yang lebih lunak tentang pandangan Washington terhadap perbudakan.

    Salah satu contohnya, panel berjudul "The Dirty Business of Slavery" dihapus dan diganti dengan "Celebrating Independence Throughout the Years."

    Panel-panel baru juga menghilangkan sejumlah materi dari pameran sebelumnya, termasuk peta jalur perdagangan budak dan garis waktu yang menelusuri sejarah perbudakan. Sementara deskripsi tentang pandangan dan perlakuan Washington terhadap orang-orang yang diperbudak diperlunak.

    Pergantian panel yang terjadi sebelum situs dibuka pada Rabu itu merupakan babak terbaru dalam perseteruan antara pemerintahan Trump dan Kota Philadelphia.

    Setelah situs President's House dipilih untuk diubah, panel-panel asli dicabut pada Januari. Sebagian dipasang kembali pada bulan berikutnya setelah Philadelphia berhasil menggugat langkah tersebut di pengadilan distrik federal, dengan alasan bahwa pemerintah wajib berkonsultasi dengan kota sebelum melakukan perubahan.

    Pameran itu hanya dipulihkan sebagian selama berbulan-bulan sementara kasus hukum terus berjalan, bahkan hingga perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli Philadelphia.

    Awal bulan ini, pemerintahan Trump memenangkan bandingnya, yang kemudian memicu pemasangan panel baru pada Rabu .

    Cherelle Parker, wali kota Philadelphia, berjanji untuk "terus berjuang" dalam sebuah unggahan di X.

    "Semalam, di bawah kegelapan malam, pemerintah federal mencabut panel-panel di President's House yang mengisahkan sejarah Philadelphia secara menyeluruh," katanya.

    "Hal ini diizinkan oleh keputusan pengadilan federal, tapi kenyataan bahwa mereka melakukannya di malam hari menunjukkan bahwa mereka sadar tindakan ini memalukan dan melanggar kepercayaan komunitas."

    Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

    Editor: Ayu Purwaningsih

    • Sebelumnya: Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
    • Selanjutnya: Peneror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Kini Ditahan, Terancam 20 Tahun Penjara

      Artikel Terkait

      • Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
      • BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik
      • Demam Piala Dunia 2026, Haaland dan Lionel Kini Jadi Nama Favorit Bayi
      • Fenomena Gunung Gundul di Korea Viral, Tarik Gen Z dan Turis Asing
      • SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah
      • Pemkab Malang Usul Perbaikan 3 Ruas Jalan Lewat IJD, Butuh Rp 135 Miliar
      • Pujian Lionel Messi untuk Lamine Yamal Jelang Final Piala Dunia 2026
      • Mendikdasmen Ungkap Terobosan pada 2025: Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp 2 Juta
      • Pasukan Iran Siap Menyambut AS Jika Pulau Kharg Diinvasi
      • Jangan Anggap Sepele, Ini Penyebab Keyless Mobil Cepat Rusak

        Lihat Sekilas

      • Ricuh Baku Hantam di DPRD Riau, Satpam Dilarikan ke RS, Polisi Turun Tangan
      • Polda Sumut Bantu Distribusi BBM, Ada 8 Personel yang Ditugaskan Jadi Sopir Tangki
      • Daftar Harga Lengkap Motor Listrik VinFast di Indonesia
      • Polisi Amankan 8 Orang Usai Ojol Geruduk Kantor "Debt Collector" di Bandung, Kantor Akan Tutup
      • Prajurit Korban Ledakan Gudang Amunisi Madiun Dirujuk ke Surabaya
      • Cara Benar Naik Motor Skutik biar Hemat BBM, Hindari Kebiasaan Ini
      • Pemotor Ditabrak Mobil BYD di Jaksel, Pelaku Kabur, Korban Cedera di Kepala
      • KPK Limpahkan Berkas Perkara Fadia Arafiq ke PN Tipikor Semarang
      • Ibu Muhammad, Penjual Roti yang Putus Sekolah Akan Diberi Lapak di Lokbin Jakpus
      • Awas Padat, Cek Titik Pemeliharaan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
      • Copyright © 2026 Powered by Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam,Vista Notebook   sitemap