Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai

    Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai

    Waktu: 2026-09-12 19:29:35 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengoptimalkan penyaluran Biosolar di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Kepadatan kendaraan yang terjadi di SPBU 21.391.11 dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi biosolar di wilayah tersebut.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi mengatakan, Pertamina terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi penyaluran biosolar di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

    "Sebagai langkah antisipasi, kami melakukan penambahan penyaluran biosolar di SPBU 21.391.11 menjadi 16 KL (kiloliter) per hari agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. Di saat yang sama, Pertamina juga terus mengupayakan percepatan pasokan ke FT Pulau Baai serta mengoptimalkan pengaturan antrean oleh petugas marshal sehingga proses pelayanan di SPBU dapat berlangsung lebih tertib dan lancar," ujar Rusminto dalam rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

    Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap pola konsumsi masyarakat sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bengkulu No. B.500.10/558/ESDM/2025 terkait pengaturan pembelian BBM di SPBU, serta penyaluran di setiap SPBU agar distribusi biosolar dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk mengantisipasi dampak pengaturan penyaluran BBM di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Bengkulu.

    Penyesuaian penyaluran dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pemerataan pasokan kepada seluruh wilayah layanan.

    Pertamina juga memperkuat pengawasan penyaluran biosolar subsidi melalui pemantauan kesesuaian transaksi, QR Code Subsidi Tepat, dan nomor polisi kendaraan.

    Kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan atau pelangsiran akan dikenakan pemblokiran (negative list) sehingga tidak dapat melakukan transaksi biosolar subsidi.

    "Pengawasan ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan biosolar subsidi disalurkan kepada konsumen yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Rusminto.

    Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, mengikuti arahan petugas selama berada di area SPBU, serta menjaga ketertiban agar proses penyaluran dapat berlangsung dengan lancar.

    Apabila masyarakat mengetahui adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi, diharapkan segera melaporkannya melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.

    Antrean kendaraan angkutan barang terpantau memanjang ratusan meter di SPBU Kelobak, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dalam dua hari terakhir, Jumat (17/7/2026).

    Sebagian besar antrean panjang didominasi oleh kendaraan bermesin solar yang hendak mengisi biosolar.

    Pengawas SPBU Kelobak Kepahiang, Fuji membenarkan kondisi antrean panjang yang terjadi di SPBU sudah berlangsung dua hari.

    Antrean, kata dia, disebabkan berkurangnya pasokan solar yang biasa diterima SPBU tersebut.

    "Antrean biosolar di SPBU Kelobak memang kelihatan agak ramai, panjangnya sekitar beberapa ratus meter. Antrean panjang ini sudah berlangsung sekitar dua harian ini," kata Fuji di lokasi.

    Ia menyebutkan, kebutuhan pasokan biosolar harian di SPBU Kelobak biasanya sebanyak 16 ton per hari.

    Namun, dalam dua hari terakhir, pasokan yang diterima hanya sekitar 8 ton per hari atau setengah dari kebutuhan yang diajukan.

    "Karena dua hari ini pasokan BBM jenis biosolar yang masuk cuma delapan ton. Sementara pesanan kita 16 ton per harinya," ucap Fuji.

    • Sebelumnya: Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif
    • Selanjutnya: Ibu Muhammad, Penjual Roti yang Putus Sekolah Akan Diberi Lapak di Lokbin Jakpus

      Artikel Terkait

      • Bareskrim Serahkan 3 Bandar Narkoba Katingan ke Polda Kalteng
      • Tips Pakai Hijab dan Baju Bermotif, Tetap Stylish dan Tidak Berlebihan
      • Peringatan Hari Anak Nasional, Pramono Pesan Anak Harus Punya Waktu Bermain
      • Ibu Muhammad, Penjual Roti yang Putus Sekolah Akan Diberi Lapak di Lokbin Jakpus
      • Wapres AS Blak-blakan, Sebut Epstein Punya Koneksi ke Mossad dan CIA
      • Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
      • Prakiraan BMKG: 15 Provinsi Dilanda Hujan Lebat Besok 19 Juli 2026
      • Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026
      • WNI Asal Maros Diduga Dibunuh di Armenia, Kemlu Kirim Nota Diplomatik
      • 2 Penyedia Rekening Bandar Narkoba Andre 'The Doctor' Segera Disidang

        Lihat Sekilas

      • Mahasiswa King's College London Minta RUU Perampasan Aset Dibahas Secara Cermat
      • Beratnya Duit dan Emas 74 Kg Bukti Kasus Febrie Sampai Harus Diangkat 3 Orang
      • Promo FamilyMart 17-19 Juli 2026, Pepaya California Cuma Rp 1.990 Per 100 Gram
      • Sepatu Pink, Kunciran Haaland, dan Pesta Identitas di Piala Dunia
      • Nenek di Pasuruan Tewas Mengenaskan di Rumahnya, Kalung dan Gelang Raib
      • Momen Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Jaksel Ditangkap Kurang dari 24 Jam
      • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
      • Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas
      • Messi Absen Bela Inter Miami di 2 Laga dan MLS All-Star Usai Piala Dunia 2026
      • Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan Vonis Tiga Pembunuh Kacab Bank BUMN
      • Copyright © 2026 Powered by Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai,Vista Notebook   sitemap