Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak

    Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak

    Waktu: 2026-07-29 18:05:35 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Pencarian Yanto Idorway, korban hilang di Air terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak pada Hari Minggu (19/7/2026) atau hari kedua, masih nihil.

    Tim gabungan SAR mengalami kendala karena kabut tebal hingga akses jalan yang kurang baik di sekitar lokasi pencarian.

    Yanto Idorway dilaporkan terpeleset saat berwisata ke kawasan Air terjun Memti Pegunungan Arfak Sabtu. Dia bersama dua rekannya, tetapi saat peristiwa hingga saat ini Yanto yang merupakan presenter TVRI Papua Barat belum ditemukan.

    Kepala Basarnas Manokwari, Yefri Sabarudin, mengatakan bahwa operasi SAR melibatkan personel dari Kantor SAR Manokwari bersama Polres Pegunungan Arfak.

    Dalam pelaksanaannya, tim membawa berbagai peralatan pendukung, antara lain satu unit rescue car, satu unit drone thermal, lima set peralatan komunikasi, enam set peralatan SAR air, satu set peralatan mountaineering, serta satu set peralatan evakuasi.

    "Selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala berupa medan yang berat, akses menuju lokasi yang cukup jauh, kondisi jalan berkabut, serta suhu udara yang dingin di kawasan pegunungan," kata Yefri Sabarudin, Minggu.

    "Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi di wilayah operasi diperkirakan berawan. Sementara itu, tantangan yang dihadapi tim meliputi jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh serta pelaksanaan mobilisasi pada malam hari," ujarnya lagi.

    Operasi SAR hari kedua dimulai pada Minggu, pukul 07.30 WIT, dengan pelaksanaan briefing bersama unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegaf, dan Kodim Pegaf.

    Selanjutnya tim bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan satu unit rescue car dan sembilan unit kendaraan operasional milik unsur potensi SAR.

    Yefri menjelaskan bahwa setelah tiba di titik akhir kendaraan, tim melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju lokasi kejadian melalui medan pegunungan yang cukup terjal.

    Sesampainya di lokasi, Tim SAR Gabungan melakukan asesmen menggunakan drone thermal untuk memantau kondisi aliran sungai dari udara.

    Pencarian kemudian dilanjutkan dengan penyisiran di sepanjang bantaran sungai mengikuti arah arus dari titik korban dilaporkan terjatuh. Tim juga memasang sistem pengamanan (safety line) guna memastikan area sekitar lokasi kejadian dapat diperiksa secara maksimal.

    "Tim SAR Gabungan telah mengoptimalkan upaya pencarian melalui pemantauan udara menggunakan drone thermal serta penyisiran sepanjang aliran sungai. Namun, hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan," katanya.

    Menurut Yefri, Operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 07.00 WIT, dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegaf, Kodim Pegaf, keluarga korban, dan unsur pendukung lainnya.

    "Operasi SAR akan kami lanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area pencarian dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” pungkasnya.

    • Sebelumnya: Polisi Terluka Saat Amankan Maling Motor dari Amukan Massa di Pamijahan Bogor
    • Selanjutnya: Pemerintah Hapus Tarif Naturalisasi WNA Khusus untuk Kepentingan Negara

      Artikel Terkait

      • 115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan
      • Pengiriman CPO dengan Kereta Api Naik 17,83 Persen pada Semester I
      • Prabowo: S&P Umumkan Bahwa Pembentukan PT DSI Tepat
      • Polisi Desak Jembatan Pajarakan Direhabilitasi Setelah Tol Prosiwangi Dibuka
      • Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah
      • Di Hadapan Wagub Sumbar, Dedi Mulyadi Singgung Soal Tambang: Eksploitasi Alam Tak Bikin Daerah Makmur
      • Demam Piala Dunia 2026, Haaland dan Lionel Kini Jadi Nama Favorit Bayi
      • Jangan Simpan Motor Listrik di Tempat Panas dan Lembab, Ini Alasannya
      • Anwar Ibrahim Bertekad Usir Warga Israel dari Malaysia
      • Pigai Usul RUU Masyarakat Adat Tidak Dibenturkan dengan UU Kehutanan

        Lihat Sekilas

      • Kemenbud-Muhammadiyah Sinergi Manfaatkan Seni Budaya Jadi Media Dakwah
      • Perkuat Pasar Bullion dan Industri Emas, Pemerintah Bentuk IBMA
      • Pencarian 25 Korban KM Nurul Salsa yang Hilang Diperluas hingga 448 Mil Laut Persegi
      • Resep Telur Puyuh Kecap Ala Korea, Lauk Sederhana dengan Bumbu Meresap
      • Belum Beroperasi, SPPG di Mojokerto Dibobol Maling, Polisi Amankan Pencuri dan Penadah
      • Kejagung Siap Disupervisi KPK dalam Menangani Kasus Febrie Adriansyah
      • Purbaya Beberkan Sederet Keuntungan PFII, Apa Saja?
      • Hadapi Kemarau hingga September, BPBD Sulsel Minta Warga Hemat Air dan Setop Bakar Sampah
      • Nagita Slavina Cari Talenta Muda Berbakat dari Cabor Basket
      • Xi Jinping Tantang Dominasi AS, Ingin China Pimpin Tata Kelola AI Global
      • Copyright © 2026 Powered by Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak,Vista Notebook   sitemap