Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo

    Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo

    Waktu: 2026-07-29 18:08:44 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Kepri, salah seorang pedagang buah di sekitar kawasan wisata Telaga Ngebel, membenarkan bahwa intensitas turunnya satwa liar tersebut meningkat drastis seiring dengan semakin teriknya musim kemarau yang membakar vegetasi hutan.

    "Kalau pasokan makanan di atas gunung sudah habis, mereka pasti langsung turun ke bawah. Ini kan efek kemarau panjang, di hutan sana buah-buahan liar sudah tidak ada lagi, makanya mereka terpaksa turun ke wilayah Ngebel ini," kata Kepri, Kamis (16/7/2026).

    Pedagang Pasar Ngebel Harus Ekstra Menjaga Lapak Dagangan

    Lebih lanjut, Kepri memaparkan bahwa kehadiran kawanan monyet ini tersebar merata di sepanjang jalur utama yang mengelilingi Telaga Ngebel. Namun, titik kumpul paling padat dan disukai oleh primata cerdas ini berada di area Pasar Ngebel, tempat di mana perputaran logistik pangan berada.

    Kehadiran ratusan monyet yang kelaparan ini tak pelak membuat para pedagang lokal, khususnya pedagang komoditas basah seperti buah dan sayur, dilingkupi rasa cemas. Karakter monyet yang gesit terkadang membuat barang dagangan mereka rawan dijarah.

    "Mereka munculnya bergerombol, banyak sekali kalau dihitung bisa lebih dari ratusan ekor. Kadang kalau ada buah yang dipajang langsung direbut atau diambil begitu saja. Saya sebagai pedagang buah tentu ada rasa takut, makanya sekarang menyiasatinya dengan cara ditutupi kain atau terpal rapat-rapat," keluh Kepri.

    Warga Menyebut Fenomena Tahunan dan Belum Ada Serangan

    Kendati jumlahnya dinilai sangat masif hingga sempat menggegerkan warganet di media sosial, warga setempat lainnya, Kasno, menilai fenomena ini merupakan siklus alamiah tahunan yang kerap terjadi setiap kali Kabupaten Ponorogo memasuki puncak musim kering.

    Menurut pengamatannya, sejauh ini kawanan monyet ekor panjang tersebut murni bergerak hanya didorong oleh rasa lapar dan belum menunjukkan indikasi perilaku destruktif yang membahayakan keselamatan jiwa manusia.

    "Fenomena ini memang rutin terjadi setiap hari kalau sudah masuk kemarau, mas. Mereka turun karena lapar saja. Tapi alhamdulillah sejauh ini gerombolan monyet tersebut tidak terlalu bertindak ekstrem atau mengganggu aktivitas jual beli para pedagang secara berlebihan," pungkas Kasno.

    Meski terbilang masih relatif aman dan kondusif, pihak pengelola wisata setempat tetap mengimbau para pelancong maupun masyarakat yang melintas di sekitar jalur Telaga Ngebel untuk senantiasa waspada.

    Pengunjung disarankan untuk tidak membawa kantong plastik berisi makanan secara mencolok serta dilarang keras menggoda kawanan satwa tersebut agar tidak memicu respons agresif defensif dari pemimpin koloni monyet.

    Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kemarau Melanda, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar dan Permukiman di Telaga Ngebel Ponorogo

    • Sebelumnya: Tom Cruise hingga IShowSpeed Bakal Meriahkan Laga Final Piala Dunia 2026
    • Selanjutnya: Argentina Si Antagonis Piala Dunia, Kenapa Dibenci Banyak Orang?

      Artikel Terkait

      • "Smart Money" Cabut Rp 317 Miliar dari Saham RANS, JELI Rp 98 Miliar, Ada Apa?
      • Harga Emas Hari Ini 18 Juli 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
      • Polisi Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Timah Ilegal, Disamarkan sebagai Ikan Asin
      • Berburu Durian Menoreh di Kampung Durian Kulon Progo, Nikmati Langsung dari Kebun
      • Kuda Nil Moo Deng Ramal Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Lolos?
      • Persebaya Tutup HUT ke-99 dengan Tribute Emosional untuk Andie Peci dan Eri Irianto
      • Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau
      • [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Kerusuhan di Paris usai Laga Perancis Vs Maroko
      • Kembali Gugat KPK di PN Jaksel, Kuasa Hukum Ketum Kesthuri: Berbeda dari Sebelumnya
      • Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai

        Lihat Sekilas

      • Bocoran Isuzu di GIIAS 2026: Siapkan 5 Kendaraan Niaga
      • Kebakaran Pabrik Sandal Karanganyar, Tujuh Orang Berhasil Evakuasi Mandiri
      • Tak Hanya Bantuan Tunai, Pemprov DKI Dukung Mobilitas dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas
      • Sesar Sianok Menggeliat 2 Kali, PGA Gunung Marapi: Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung
      • Mitsubishi XForce Hybrid Masuk Grup Neraka, Bagaimana Peluangnya?
      • Ingin Jadi Guru hingga Pernah Dibully, Peserta Jalur Disabilitas UNJ Naik Jadi 138 Orang
      • Mengenal Inés García, Pacar Lamine Yamal yang Setia Mendampingi hingga Spanyol Juara Dunia
      • Belajar dari Kasus Bom MAN 3 Padang, Ini Bedanya Candaan dan "Bullying" Menurut Pakar
      • Kortas Tipikor: Korupsi Modal Terkait Batu Bara Diduga Rugikan Negara Rp 38,9 M
      • Perluas Pasar, Produsen Pelumas Rangkul Bengkel Lokal
      • Copyright © 2026 Powered by Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo,Vista Notebook   sitemap