Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Iran Wanti-wanti AS: Anda Tak Bisa Mengancam Kami, Ini Bukan Venezuela!

    Iran Wanti-wanti AS: Anda Tak Bisa Mengancam Kami, Ini Bukan Venezuela!

    Waktu: 2026-07-29 18:03:18 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menepis klaim Amerika Serikat yang menyebut Teheran dapat dipaksa untuk tunduk melalui tekanan militer. Araghchi menegaskan bahwa Iran bukan Venezuela, dan situasi kedua negara sangat berbeda.

    Dalam wawancara dengan kantor berita Mehr News Agency, seperti dilansir NDTV dan The Times of India, Senin , Araghchi membandingkan situasi di Iran dengan situasi di Venezuela, di mana AS memaksakan pergantian rezim melalui penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer pada Januari lalu.

    Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki sistem kekuasaan tunggal, sehingga langkah menyingkirkan satu pemimpin tidak akan memicu keruntuhan Republik Islam tersebut.

    "Ini bukan Venezuela, di mana ketika Anda menangkap satu orang, kemudian semua orang menjadi takut dan mundur," kata Araghchi, merujuk pada model kekuasaan "mosaik" di Iran yang mendiversifikasi proses pengambilan keputusan di bawah kepemimpinan yang terpadu.

    Dalam wawancara tersebut, Araghchi membahas soal bahaya yang terus dihadapi dirinya dan negosiator Iran lainnya selama perundingan damai dengan AS. Dia menceritakan percakapannya dengan Steve Witkoff, utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, yang menjadi negosiator AS.

    "Saya bertanya kepada Witkoff, 'Pernahkah Anda berada dalam sebuah pertemuan di mana Anda merasa bahwa sewaktu-waktu seluruh pertemuan itu bisa saja dibom?' Mereka hanya menatap saya dengan tatapan kosong," ucap Araghchi dalam wawancara yang juga ditayangkan oleh media Rusia, RT.

    "Saya berkata, 'Pernahkah Anda sedang berbicara di telepon, dan berpikir bahwa, seperti kata orang, Anda bisa saja meledak atau hancur seketika? Pernahkah Anda, misalnya, ketika menelepon untuk menanyakan kondisi keluarga Anda, berpikir dalam hati bahwa ini mungkin terakhir kalinya Anda bisa melakukannya?' Kami mengalami hal-hal semacam itu, namun kami tetap teguh pada pendirian kami," ujarnya.

    Menlu Iran Tegaskan Tak Bisa Diancam atau Disuap!

    Araghchi menegaskan bahwa meskipun terus-menerus mendapat ancaman, Iran menolak untuk menyerah. Dia mengungkapkan bahwa AS-lah yang pertama kali menjalin kontak dengan Iran untuk perundingan nuklir tahun lalu, dan terus berkomunikasi secara berkala sejak saat itu.

    "Menanggapi tuntutan ilegal dan tidak beralasan untuk menghentikan total pengayaan uranium, kami melawan dan tetap teguh. Ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa mencapai tujuan mereka melalui perundingan, mereka memulai perang," sebutnya.

    "Anda seharusnya berbicara dengan cara yang berbeda kepada kami. Anda tidak bisa mengancam kami, dan Anda tidak bisa menyuap kami," tegas Araghchi.

    Araghchi menambahkan bahwa Washington menawarkan pembangunan pembangkit listrik dan infrastruktur sebagai imbalan atas konsesi tertentu oleh Teheran.

    "Saya mengatakan tidak ada suap, tidak ada ancaman. Anda hanya bisa mengancam orang yang merasa takut. Ketika kami melangkah maju, dengan kesadaran penuh bahwa apa pun bisa terjadi pada kami kapan saja, Anda tidak bisa menakut-nakuti saya," ucapnya.

    Simak juga Video Menlu Iran: AS-Israel Tak Bisa Ancam atau Suap Kami!

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Update Korban Balon Gas Meledak di Bali, Tiga Orang Masih Dirawat
    • Selanjutnya: Air PAM Mati, Warga Cengkareng Mulai Waswas Persediaan Kian Menipis

      Artikel Terkait

      • Ibu Penyiksa Anak Tirinya Berusia 4 Tahun hingga Tewas di Bekasi Jadi Tersangka
      • Duduk Perkara Polisi di Wonogiri Kirim Foto Cabul ke Anak Teman Sejawat, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat
      • Cari Bukti Tambahan Kasus Bupati Etik, KPK Geledah Rumah 3 Tersangka hingga Kepala PU Sukoharjo Hari Ini
      • Rusia Terus Gempur Ukraina, 13 Orang Tewas-50 Luka
      • Yusril soal Tarif Rp 5 Juta untuk Lepas Status WNI: PNBP, Dipatuhi Saja
      • Viral Sopir Angkutan Dipalak Modus Tiket Parkir di Tanah Abang Jakpus
      • Menilik Maraknya Rasuah di Daerah
      • Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar
      • Netanyahu Dukung Argentina, Doakan Juara Piala Dunia Lagi
      • Baru 30 RDTR Bali Terintegrasi OSS, Kementerian ATR/BPN Minta Percepatan

        Lihat Sekilas

      • Hasil SEA V Cup 2026: Tekuk Tuan Rumah, Indonesia ke Semifinal Tantang Vietnam
      • DPRD Jember Dukung Program Home Care, Dorong Pengaturan Shift Nakes agar Layanan Optimal
      • Jadwal Sibuk, Tom Holland Ungkap Rela Tetap Terima Peran The Odyssey karena Zendaya
      • Kronologi Status Eks Jampidsus Febrie: Siang Disebut Saksi, Malam Ditegaskan Tersangka
      • Pimpinan BGN yang Baru pun Heran Laporan Keuangan Era Dadan Dapat WTP BPK
      • Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari
      • Reaksi PKB ke Gus Yahya yang Sebut Cak Imin Tak Pernah Jadi Pengurus NU
      • Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam 6 Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti
      • 2 WN Vietnam Dideportasi gegara Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
      • Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam 6 Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti
      • Copyright © 2026 Powered by Iran Wanti-wanti AS: Anda Tak Bisa Mengancam Kami, Ini Bukan Venezuela!,Vista Notebook   sitemap