Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang

    Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang

    Waktu: 2026-07-29 18:05:20 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Seorang pelajar berinisial R membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Padang, Sumatera Barat . Polisi mendalami terkait dugaan bullying yang dialami R.

    "Kalau kemarin pengakuan awal ya ada beberapa ya kalau nggak salah, satu orang ya yang melakukan, mem-bully dia itu. Nanti didalami lagi ini," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya saat dihubungi wartawan, Kamis .

    Susmelawati mengatakan R mengaku di-bully satu orang. Namun R juga mengaku kerap mengalami bullying sejak kecil.

    "Pengakuan di lapangan ada satu orang yang mem-bully. Tapi pernah juga kemarin itu di tanya di lapangan, dulu waktu kecil mengalami itu, mengalami di-bully, tapi tidak dengan anak yang sama ya. Kemudian, mulai dari kelas II, dia mulai mengalami bullying dari teman-teman sekelas," tuturnya.

    Saat ini, polisi masih mendalami bentuk bullying yang dialami R. Dia juga mengatakan akan memeriksa keterangan dari sejumlah pihak terkait dugaan ini.

    " ini belum diambil keterangan lebih lanjut, seperti apa pendalaman gitu kan, nanti akan didalami," ungkapnya.

    Saat ini polisi telah memeriksa 12 saksi, termasuk guru juga satpam sekolah untuk mendalami kasus tersebut. Di samping itu, polisi juga berfokus pada merehabilitasi R

    "Iya, disampaikan Polresta bahwa sampai saat ini hari pertama pemeriksaan berjalan sudah 7 orang lebih fokus kepada guru-guru, kepada satpam yang ada di lokasi, yang ikut waktu kejadian. Kemudian, kepada si pelaku sendiri gitu, kemudian ada beberapa yang dipanggil, hari ini sudah menjadi 12 orang," jelasnya.

    "Seperti apa detailnya itu masih batas-batas itu saja dulu, yang paling terpenting itu masalah rehabilitasi pelaku, itu yang hasil koordinasi saya," tambahnya.

    Sebelumnya, polisi mengatakan R belajar merakit bom secara autodidaktik selama empat bulan. R bermaksud untuk membalas bullying yang dialami.

    "Berdasarkan pengakuan dari yang bersangkutan, dia belajar secara mandiri atau autodidak dari YouTube, Instagram, dan internet. Dia belajar mandiri secara autodidak dan itu sudah disampaikannya," bebernya.

    Susmelawati menyampaikan belum ada informasi terkait adanya pihak yang mengajari korban merakit bom. Namun R mengaku bahwa ia belajar autodidaktik.

    "Sampai saat ini, belum ada informasi terkait adanya pihak atau orang lain yang membimbingnya. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, memang dia itu mengaku belajar autodidak secara mandiri sendiri," ungkapnya.

    Dia mengatakan R belajar merakit bom sejak sekitar empat bulan yang lalu. R mengaku kerap menjadi korban bullying sejak menginjak kelas II.

    " dari bulan Ramadan kemarin, berarti dari April, sampai sekarang. Karena si anak dari duduk kelas II dia sudah di-bully. Sekarang dia sudah kelas III. Sejak pertama duduk di kelas II, dia sudah di-bully sama teman-teman kelasnya," tuturnya.

    "Jadi, tindakan ini kemungkinan merupakan akumulasi dari beban tekanan psikologis yang mendalam sehingga dia dari bulan Ramadan sudah belajar secara autodidak, kemudian melihat internet, melihat instagram itu ia lakukan, itu ia akui sendiri," tambahnya.

    Simak juga Video 'Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, 1 Siswa Diamankan':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Peternakan Sapi Perah Rp 1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
    • Selanjutnya: Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional

      Artikel Terkait

      • Demam Piala Dunia 2026, Haaland dan Lionel Kini Jadi Nama Favorit Bayi
      • Kemendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah Permudah MBR Akses Perumahan
      • MPLS, Taj Yasin Beri Motivasi Siswa SMAN 1 Dayeuhluhur Cilacap
      • Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon Dukung Pelestarian Lingkungan
      • Alasan Gabriel Mutombo Tak Bisa Tolak Tawaran Persib
      • Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media Iran
      • Viral 'Pijat India' Suguhkan Miras, Pemprov DKI Minta Kreator Lebih Bijak
      • Menlu Sugiono dan Menlu Vietnam Teken Rencana Aksi 2026-2030, Ini Isinya
      • Setahun Eksploitasi Bug PayPal untuk "Curi" Laptop, Pelaku Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
      • Beredar Kabar Adanya Pemutihan Pajak Motor Gratis 2026 di Jabar, Polres Indramayu: Informasi Hoaks!

        Lihat Sekilas

      • BGN Bayar Pengadaan Motor Listrik Rp 243 M, tapi Belum Jadi Aset, Masih Diselidiki Kejaksaan
      • DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI
      • Diam-diam Depo Kontainer Menjamur di Permukiman Rorotan, Pemkot Jakut Temukan 31 Lokasi
      • Memanas, AS Bombardir Kota Pembangkit Nuklir Iran
      • Mengapa Mode Tarmac Hanya Ada di Mitsubishi XForce HEV?
      • Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
      • Warga Blokade Akses ke SMAN 1 Labuhanratu Lampung karena Banyak Anak Sekitar Sekolah Tak Diterima
      • Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog
      • Mentan Lapor ke Prabowo Petani Sudah Tak Menjerit Lagi Usai Impor Tetes Tebu Dihentikan
      • LPTQ Tangsel Disebut Dapat Dana Hibah Rp 11 Miliar, Pemkot: Cuma Rp 4,75 Miliar
      • Copyright © 2026 Powered by Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang,Vista Notebook   sitemap