Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang

    Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang

    Waktu: 2026-09-12 19:40:49 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Seorang pelajar berinisial R membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Padang, Sumatera Barat . Polisi mendalami terkait dugaan bullying yang dialami R.

    "Kalau kemarin pengakuan awal ya ada beberapa ya kalau nggak salah, satu orang ya yang melakukan, mem-bully dia itu. Nanti didalami lagi ini," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya saat dihubungi wartawan, Kamis .

    Susmelawati mengatakan R mengaku di-bully satu orang. Namun R juga mengaku kerap mengalami bullying sejak kecil.

    "Pengakuan di lapangan ada satu orang yang mem-bully. Tapi pernah juga kemarin itu di tanya di lapangan, dulu waktu kecil mengalami itu, mengalami di-bully, tapi tidak dengan anak yang sama ya. Kemudian, mulai dari kelas II, dia mulai mengalami bullying dari teman-teman sekelas," tuturnya.

    Saat ini, polisi masih mendalami bentuk bullying yang dialami R. Dia juga mengatakan akan memeriksa keterangan dari sejumlah pihak terkait dugaan ini.

    " ini belum diambil keterangan lebih lanjut, seperti apa pendalaman gitu kan, nanti akan didalami," ungkapnya.

    Saat ini polisi telah memeriksa 12 saksi, termasuk guru juga satpam sekolah untuk mendalami kasus tersebut. Di samping itu, polisi juga berfokus pada merehabilitasi R

    "Iya, disampaikan Polresta bahwa sampai saat ini hari pertama pemeriksaan berjalan sudah 7 orang lebih fokus kepada guru-guru, kepada satpam yang ada di lokasi, yang ikut waktu kejadian. Kemudian, kepada si pelaku sendiri gitu, kemudian ada beberapa yang dipanggil, hari ini sudah menjadi 12 orang," jelasnya.

    "Seperti apa detailnya itu masih batas-batas itu saja dulu, yang paling terpenting itu masalah rehabilitasi pelaku, itu yang hasil koordinasi saya," tambahnya.

    Sebelumnya, polisi mengatakan R belajar merakit bom secara autodidaktik selama empat bulan. R bermaksud untuk membalas bullying yang dialami.

    "Berdasarkan pengakuan dari yang bersangkutan, dia belajar secara mandiri atau autodidak dari YouTube, Instagram, dan internet. Dia belajar mandiri secara autodidak dan itu sudah disampaikannya," bebernya.

    Susmelawati menyampaikan belum ada informasi terkait adanya pihak yang mengajari korban merakit bom. Namun R mengaku bahwa ia belajar autodidaktik.

    "Sampai saat ini, belum ada informasi terkait adanya pihak atau orang lain yang membimbingnya. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, memang dia itu mengaku belajar autodidak secara mandiri sendiri," ungkapnya.

    Dia mengatakan R belajar merakit bom sejak sekitar empat bulan yang lalu. R mengaku kerap menjadi korban bullying sejak menginjak kelas II.

    " dari bulan Ramadan kemarin, berarti dari April, sampai sekarang. Karena si anak dari duduk kelas II dia sudah di-bully. Sekarang dia sudah kelas III. Sejak pertama duduk di kelas II, dia sudah di-bully sama teman-teman kelasnya," tuturnya.

    "Jadi, tindakan ini kemungkinan merupakan akumulasi dari beban tekanan psikologis yang mendalam sehingga dia dari bulan Ramadan sudah belajar secara autodidak, kemudian melihat internet, melihat instagram itu ia lakukan, itu ia akui sendiri," tambahnya.

    Simak juga Video 'Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, 1 Siswa Diamankan':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Viral Croissant Topping Mirip Rambut Manusia, Apakah Halal? Ini Kata Akademisi dan MUI
    • Selanjutnya: TNI AD Berduka 1 Personel Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

      Artikel Terkait

      • Perluas Pasar, Produsen Pelumas Rangkul Bengkel Lokal
      • I.League Umumkan League Cup Bergulir 3 November 2026
      • Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis
      • 200 Kata-Kata Motivasi untuk Diri Sendiri agar Semangat dan Pantang Menyerah
      • Liga Aspal Menteng Ubah Gang Sempit Jadi Panggung Bibit Sepak Bola
      • Katak Australia Punya Trik Visual Unik untuk Kelabui Predator
      • Jadwal Final SEA V Cup 2026: Indonesia Ditantang Finalis Baru Kamboja
      • Guyon Cak Imin: PKB Lebih Jago dari Golkar di Mini Soccer, di Pemilu?
      • Panas Membara, Italia Umumkan Status Merah di 15 kota
      • Pertalite Langka di Sumut karena Konsumen Pertamax Beralih? Ini Analisis Pengamat

        Lihat Sekilas

      • Eks Kepala Bengkel di Surabaya Diduga Gelapkan Sparepart Rp 1,9 M, JPU: Eksepsi Salah Alamat
      • Blok Masela dalam Angka: Efek Domino Investasi Rp 300 Triliun bagi Indonesia
      • Cara Daftar Sebagai Penerima Bansos 2026, Bisa Online Lewat HP
      • Malaysia Bersiap Hadapi Super El Nino, Suhu Diperkirakan Lampaui Rekor 40,1 Derajat
      • Polri Jelaskan Alasan Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Meski Belum Pernah Diperiksa
      • Pesawat Mendarat Sendiri Tanpa Pilot, Teknologi Garmin Selamatkan Dua Nyawa
      • Terapis Spa Surabaya Divonis 2 Tahun 6 Bulan, Terbukti Kuras Uang Pelanggan Rp 1,2 Miliar
      • Bantah Main Judi Online, Camat Madiun Berdalih Rapat Paripurna Belum Dimulai
      • Super El Nino yang Ditakuti Dunia Justru Diduga Menekan Jumlah Badai Atlantik
      • Satgas PRR Kawal Pemulihan Infrastruktur di Nagan Raya dan Bireuen
      • Copyright © 2026 Powered by Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang,Vista Notebook   sitemap