Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis

    Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis

    Waktu: 2026-09-12 19:01:04 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Mengukur kemampuan fotosintesis pohon

    Dalam penelitian yang dilakukan Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne (EPFL) para peneliti membandingkan data suhu kritis dari 200 jenis pohon dengan data suhu dari satelit yang dikumpulkan di seluruh hutan tropis antara tahun 2001 dan 2020.

    Selama dua dekade terakhir, luas hutan tropis yang suhu puncak pohonnya melewati batas aman meningkat dari 43 juta hektar menjadi 57 juta hektar.

    Peneliti kemudian memperkirakan bahwa pada tahun 2050, luas hutan tropis yang kepanasan melewati batas kritis bisa melonjak hingga lebih dari 93 juta hektar. Sementara pada tahun 2100, angka ini bisa berlipat ganda menjadi 160 juta hektar.

    Penelitian ini termasuk yang pertama kali menggabungkan data batas ketahanan panas dari setiap jenis pohon dengan hasil pantauan satelit skala besar untuk melihat tingkat stres akibat panas di seluruh hutan tropis.

    Para penulis mengatakan bahwa meskipun penelitian ini fokus pada hutan tropis, gelombang panas baru-baru ini dilaporkan telah membuat beberapa pohon dan tanaman pertanian di Swiss ikut melewati batas ketahanan panas mereka. Ini menunjukkan bahwa masalah stres akibat panas tidak hanya terjadi di daerah tropis.

    "Kita bisa mendeteksi wilayah-wilayah mana saja yang terancam bahaya dan bersiap menghadapi dekade-dekade mendatang," kata Charlotte Grossiord, asisten profesor di Laboratorium Penelitian Ekologi Tanaman yang memimpin penelitian ini.

    Dampak stres akibat panas

    Para penulis mengatakan bahwa stres akibat panas merusak reaksi kimia di dalam daun dengan cara yang mirip seperti saat panas ekstrem mengganggu fungsi tubuh manusia.

    "Ketika daun menjadi terlalu panas, protein yang menggerakkan proses fotosintesis mulai rusak. Akibatnya, pohon menyerap lebih sedikit karbon dioksida dan pertumbuhannya menjadi tidak maksimal," kata Grossiord.

    Suhu yang terus meningkat menyebabkan hilangnya beberapa jenis tumbuhan secara lebih drastis.

    Peneliti menambahkan bahwa perubahan jenis tanaman di hutan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengurangi keanekaragaman hewan secara keseluruhan. Hal ini bisa memperburuk kemampuan hutan untuk bertahan dari gelombang panas dan kekeringan di masa depan.

    "Hutan tropis adalah salah satu penyerap karbon paling penting di dunia. Ketika kemampuan mereka untuk menyerap karbon dioksida menurun, pemanasan global bisa terjadi lebih cepat. Di saat yang sama, hutan tropis juga akan lebih sedikit melepaskan uap air ke udara, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan cuaca ekstrem di seluruh dunia," para peneliti mengingatkan.

    Namun, mereka mencatat bahwa meskipun perubahan iklim terjadi semakin cepat, masih ada ruang bagi beberapa jenis tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah.

    "Di dalam hutan yang sama, jenis pohon yang lebih tahan panas mungkin bisa beradaptasi dan akhirnya menggantikan jenis pohon lain yang punah," jelas Grossiord.

    Meski begitu, sejauh ini masih belum diketahui seberapa cepat perubahan itu bisa terjadi, dan pada suhu berapa pohon-pohon tersebut benar-benar tidak bisa lagi bertahan hidup.

    • Sebelumnya: Sekolah Rakyat 2026 Tampung 28.478 Siswa Baru dari Keluarga Miskin Ekstrem
    • Selanjutnya: Cerita SD di Karanganyar yang Tak Dapat Murid Baru, Sudah Door to Door Cari Siswa

      Artikel Terkait

      • Anak 3 Tahun di Kota Serang Kecanduan Rokok, Kerap Pungut Puntung Lalu Diisap
      • Kebakaran TPA Cipayung Depok Berhasil Dipadamkan, Penyebab Masih Diselidiki
      • Viral Maling Motor Panjat Rumah di Depok, 2 Orang Ditangkap
      • 50 Kata-kata Motivasi Bahasa Inggris Singkat dan Artinya, Penuh Makna
      • Jelang Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Rodri: Saya di Sini untuk Menang
      • Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen
      • BNPP Pertahankan Opini WTP BPK, Realisasi Anggaran Tembus 99,38 Persen
      • Konflik Adonara, Menteri HAM Dorong Penyelesaian Lewat Pendekatan Budaya
      • Dari Pesantren untuk Kemandirian Ekonomi, Kiprah Thohir Yasin Bangun Ekosistem Bisnis Syariah di Lombok
      • Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen

        Lihat Sekilas

      • Menjemput Sehat dari Rumah-rumah Warga di Jember...
      • Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU Kehutanan, Dibuat Sejalan Putusan MK
      • Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR Heran BGN Raih WTP Terkait Anggaran 2025
      • Maling Modus Pecah Kaca Mobil Beraksi di Bekasi, HP hingga Dompet Raib
      • Xi Jinping Tantang Dominasi AS, Ingin China Pimpin Tata Kelola AI Global
      • Prabowo Banggakan Petani: Yang Bilang Beras Mahal, Ikut Tanam Padi Sendiri
      • Warga Pamekasan Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Belum Salurkan Bantuan
      • Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen
      • Berjam-jam JPO Tendean Ditabrak Truk Dibongkar, Kendaraan Belum Bisa Melintas
      • Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu
      • Copyright © 2026 Powered by Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis,Vista Notebook   sitemap