Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000

    Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000

    Waktu: 2026-07-29 18:07:53 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    "Kebetulan saya enggak ada di tempat. Diteleponlah sama tim, bilang, 'Bunda, ada tamu mau tanya tentang bangunan.' Kaget dong. Secara di sini daerah ilegal, enggak ada IMB. Terus tiba-tiba orang nanya, gitu kan. Akhirnya saya bilang, saya telepon," ungkap Desi saat ditemui Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

    Desi kemudian menghubungi pria tersebut melalui sambungan telepon.

    Menurut dia, pria yang memperkenalkan diri sebagai Aceng dari Satpol PP itu langsung meminta uang.

    "(Oknum Satpol PP) ngomongnya gini, 'Halo, Assalamualaikum sayang. Saya Aceng, Satpol PP. Tau sama tau lah, ini saya ada 5 orang, saya minta uang kopi'," ungkap dia.

    Mengira uang itu diperuntukkan bagi lima orang yang datang, Desi meminta pengurus rumah belajar memberikan Rp 150.000.

    Namun, tak lama kemudian, timnya kembali menghubungi dan menyampaikan bahwa pria tersebut menolak nominal tersebut serta meminta Rp 300.000.

    "Tim saya telepon lagi ke saya, 'Bun, enggak mau, orangnya minta Rp 300.000.' Saya kaget dong. Loh, kok bisa-bisaan? Gitu kan. Ah, ini pemalakan kan," ujar dia.

    Merasa curiga, Desi meminta pengurus memotret pria tersebut.

    Ia juga menghubungi rekannya untuk berbicara langsung dengan pria yang mengaku berasal dari Satpol PP itu.

    "Pas ditelepon sama rekan saya, cuman nanya gini, 'Kamu dari Satpol PP mana?' Langsung kabur. Dan uang itu dibawa!" tutur dia.

    Desi mengatakan, uang Rp 150.000 yang dibawa pria tersebut merupakan hasil iuran anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar di Rumah Belajar Merah Putih.

    "Kita nggak punya uang, dan itu uang dua ribuan, Mas. Jadi anak-anak di sini tuh ngaji bayar Rp 2.000, bagi yang mampu," ungkap dia.

    Usai kejadian itu, Desi mengaku berupaya menghubungi sejumlah pihak, termasuk Satpol PP. Namun, hingga beberapa hari kemudian, ia mengaku belum menerima penjelasan maupun permintaan maaf dari pihak terkait.

    Karena tidak kunjung mendapat respons, Desi akhirnya mengunggah peristiwa tersebut ke media sosial pada Jumat (10/7/2026).

    Menurut dia, setelah unggahan itu viral, beberapa orang menghubunginya dan mengaku pernah mengalami kejadian serupa yang diduga dilakukan oleh oknum yang sama.

    "Karena ternyata begitu saya buka di Facebook ya, mereka bilang, 'Orang ini sering minta.' Jadi bukan saya doang korbannya," tambah Desi.

    • Sebelumnya: Kapasitas Menyusut 5,3 Juta Meter Kubik, Waduk Gondang Dikeruk demi Irigasi 10.588 Hektare Sawah
    • Selanjutnya: Pelajaran dari (Populisme) Argentina

      Artikel Terkait

      • BPH Migas Kawal Upaya Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di SPBU Berangsur Terurai
      • UU Haji Digugat ke MK, Soroti Risiko Pidana bagi Umrah Mandiri
      • Pengiriman CPO dengan Kereta Api Naik 17,83 Persen pada Semester I
      • 35 Soal Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi MPLS 2026 Jenjang SMP, Lengkap Kunci Jawaban
      • Krisis Air Bersih Melanda 22 Desa di Banjar Kalsel, Sumur Warga Mulai Mengering
      • Kini Sejajar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas jadi Negara Menengah Atas
      • Spesialis Maling Motor Bersenpi Ditangkap Polisi, Sudah Beraksi 20 Kali di Jaksel
      • Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan
      • Jelang Sidang Kabinet, Menteri hingga Kepala Lembaga Merapat ke Istana
      • The Odyssey Tayang dalam Format Berbeda, Apa Beda Dolby, IMAX dan 70mm?

        Lihat Sekilas

      • Selamat dari Upaya Penyelundupan, 124 Ekor Burung Dikembalikan ke Habitatnya di Bali
      • 10 Tahun Mangkrak, Gibran Pastikan Jembatan Way Bunut Lampung Bisa Dilintasi Akhir Juli
      • Final Piala Dunia 2026: Tarian Tango Vs Flamenco
      • Fakta di Balik Erling Haaland Bawa Rakun Awetan, Awalnya Niat Beli Topi Koboi
      • Detik-detik Ekskavator Tercebur ke Kali Cakung Lama Jakut, Operator Sempat Hindari Kanopi Rumah
      • Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar
      • Pengamat Sebut BBM Langka di Sumut Bisa Picu Harga Kebutuhan Pokok Naik jika Tak Segera Teratasi
      • Polda Metro Hormati 3 Gugatan Praperadilan Roy Suryo, tapi Ingatkan soal Penundaan Perkara
      • Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah, 2 Tersangka Diperiksa Polda NTB
      • Belum Beroperasi, SPPG di Mojokerto Dibobol Maling, Polisi Amankan Pencuri dan Penadah
      • Copyright © 2026 Powered by Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000,Vista Notebook   sitemap