Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI

    Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI

    Waktu: 2026-09-12 19:35:01 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Tiga narapidana kasus terorisme (napiter) di Lapas Kelas I Semarang menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah meninggalkan paham radikalisme yang selama ini mereka anut. 

    Momen tersebut ditandai dengan pengucapan ikrar dan mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada bangsa.

    Ikrar setia NKRI itu diucapkan oleh Somdani, Saryanto, dan Mulyanto dalam kegiatan yang digelar di Lapas Kelas I Semarang, Jumat (17/7/2026). Ketiganya sebelumnya diketahui merupakan bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

    Perubahan sikap ketiga napiter tersebut dinilai menjadi bukti keberhasilan program pembinaan dan deradikalisasi yang selama ini dijalankan di dalam lapas melalui kerja sama berbagai lembaga.

    Somdani diketahui menjalani hukuman penjara selama empat tahun, sedangkan Saryanto dan Mulyanto masing-masing divonis enam tahun penjara. 

    Ketiganya mengikuti jejak sejumlah mantan anggota Jamaah Islamiyah lainnya yang lebih dahulu menyatakan kembali setia kepada NKRI setelah organisasi tersebut dibubarkan.

    Ikrar setiap kepada NKRI

    Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Hasan Basri, mengapresiasi perubahan yang ditunjukkan ketiga narapidana tersebut. 

    Menurut dia, ikrar setia kepada NKRI menjadi langkah penting dalam proses pembinaan sekaligus reintegrasi sosial.

    "Ikrar ini merupakan langkah besar menuju pemulihan dan reintegrasi sosial. Keputusan mereka untuk kembali kepada NKRI menunjukkan bahwa proses pembinaan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif," kata Hasan, Jumat.

    Dia menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Lapas Kelas I Semarang, Densus 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Agama, TNI, Polri, hingga para pembimbing keagamaan yang secara konsisten mendampingi proses pembinaan warga binaan.

    "Kami berharap mereka dapat istikamah dengan keputusan yang telah diambil, menjaga lingkungan pergaulan, dan menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

    Sementara itu, Somdani mengaku perubahan cara pandangnya tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pembinaan selama menjalani masa pidana. 

    Rencana ke depan 

    Berbagai program pembinaan kepribadian, keagamaan, hingga wawasan kebangsaan membuatnya memiliki pemahaman baru tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Selain mengikuti pembinaan kepribadian, Somdani juga memperoleh pelatihan kemandirian selama berada di Lapas Kelas I Semarang. 

    Dia berencana memanfaatkan keterampilan tersebut untuk membuka usaha peternakan bersama keluarganya setelah bebas dari masa hukuman.

    "Pembinaan yang kami terima membuat pemikiran kami lebih terbuka. Kami mendapatkan banyak pemahaman yang mengarahkan kami untuk menjadi lebih baik dan kembali mencintai NKRI," kata Somdani.

    • Sebelumnya: 775 Siswa Bintara Polda Metro Berkemampuan SPKT Resmi Dididik di SPN Lido
    • Selanjutnya: Hotman: Rumah Sentul Bukan Milik Febrie, Dikuasai Don Ritto Sejak 2022

      Artikel Terkait

      • Mbappe Lebih Pilih Final daripada Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
      • NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini
      • Kisah Pilu Anak 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibu di Tengah Laut demi Bertahan Hidup
      • TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian
      • Soal Sanksi untuk Bupati Purwakarta, Mendagri Serahkan ke Dedi Mulyadi
      • Kunci Spanyol Singkirkan Perancis Menurut Pedro Porro: Penguasaan Bola
      • Usai Bertemu Mendag China, Airlangga Dorong Realisasi 30 MoU Investasi Rp 37,1 Triliun
      • Indonesia Siapkan 6 Bandara Hub untuk Perkuat Rute ASEAN-China
      • Iran Tuding AS Lakukan Kejahatan Perang, Serang Infrastruktur Sipil
      • Berawal dari Laporan Instagram, Imigrasi Bongkar Praktik Dokter Ilegal

        Lihat Sekilas

      • Selesaikan Konflik Agraria, Akademisi Usulkan 5 Langkah Ini
      • Kaltim Tagih Dana Bagi Hasil Rp 2,4 Triliun ke Pusat, DPRD: Hak Daerah Harus Dipenuhi
      • Pilihan Motor Listrik Bekas per Juli 2026, Harga mulai Rp 4,5 Jutaan
      • Awas Padat, Cek Titik Pemeliharaan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
      • Warga Usul Jalur Pendakian Merapi Dibuka, Setiap 3 Pendaki Wajib Didampingi 1 Guide
      • Guru Besar IPB Sebut Kondisi Laut Indonesia Memprihatinkan
      • Pimpinan BGN Agustina Cerita Canda Prabowo soal Rambut yang Memutih
      • Arema FC Lengkapi Kuota Pemain Asing dari Brasil dalam Sehari
      • Harga Emas Hari Ini 18 Juli 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
      • Persela Luncurkan Brand Aparel Lokal, Bidik Kemandirian Finansial Klub
      • Copyright © 2026 Powered by Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI,Vista Notebook   sitemap