Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Heboh Video Rasis, Filipina Protes Keras ke China!

    Heboh Video Rasis, Filipina Protes Keras ke China!

    Waktu: 2026-07-29 17:59:33 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Pemerintah Filipina melayangkan protes diplomatik keras terhadap China pada Jumat waktu setempat, terkait sebuah video "rasis" yang diunggah media pemerintah China Daily. Video yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence tersebut menggambarkan Filipina sebagai sosok monyet kartun.

    Video yang diunggah China Daily tersebut, seperti dilansir AFP, Jumat , menjadi perkembangan terbaru dalam sengketa berkepanjangan terkait Laut China Selatan antara Filipina dan China yang bertetangga.

    Wakil Menteri Luar Negeri Filipina, Leo Herrera-Lim, pertama kali menyampaikan "keberatan secara tegas terhadap konten yang menyinggung tersebut" dalam pertemuan dengan Duta Besar China untuk Filipina, Jing Quan, pada Kamis waktu setempat.

    " Menuntut agar materi tersebut dihapus, menekankan bahwa konten seperti itu tidak sejalan dengan sikap saling menghormati yang diharapkan antar negara dan tidak mendukung pengelola hubungan bilateral yang sehat dan stabil," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Filipina.

    "Departemen kemudian melayangkan protes diplomatik resmi yang mengecam video dan kartun tersebut, yang menyatakan bahwa China Daily telah melampaui batas perdebatan politik yang wajar dengan menggunakan penggambaran yang merendahkan, dehumanisasi, dan rasis terhadap rakyat Filipina," demikian pernyataan tersebut.

    Kedutaan Besar Filipina di Beijing juga menyurati pemimpin redaksi China Daily untuk menuntut "penghapusan segera materi yang menyinggung tersebut".

    Video berdurasi satu menit, yang diunggah ke halaman Facebook media China Daily itu, menampilkan seekor monyet penakut dalam karakter kartun, yang mengenakan pakaian tradisional Filipina, yang disebut barong, didorong ke panggung karaoke di atas kapal.

    Ketika karakter monyet itu mulai menyanyikan lirik yang tampaknya sesuai dengan posisi China mengenai pembicaraan delimitasi atau pembatasan maritim antara Filipina dan Jepang, ada suara meneriakkan "lagu yang salah" dan monyet itu diberi selembar kertas bertuliskan "Putusan Arbitrase Laut China Selatan".

    Kemudian muncul dua lengan raksasa, dengan ujungnya tercetak bendera Amerika Serikat dan Jepang, yang memasukkan monyet itu ke dalam ketapel dan melemparkannya ke meriam air, alat yang sebelumnya digunakan oleh kapal Penjaga Pantai China dalam konfrontasi dengan pelaut dan nelayan Filipina.

    Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, dalam pernyataan pada Kamis malam mengatakan bahwa "tindakan memuja kekerasan terhadap rakyat dan tentara Filipina mengungkapkan kebangkrutan moral dan intelektual mesin propaganda China".

    "Tindakan dehumanisasi terbaru ini semakin mengungkapkan bahwa mereka bukanlah pihak yang merasa aman dan percaya diri, atau pun tetangga yang dapat dipercaya," sebutnya.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam tanggapannya, mengatakan Beijing tidak akan berkomentar mengenai video tersebut karena itu "tidak mencerminkan posisi resmi".

    • Sebelumnya: INFOGRAFIK: Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Simak Bantahannya
    • Selanjutnya: Antrean BBM di Medan Terurai, BPH Migas Sebut Bukan karena Kuota, Lalu Apa?

      Artikel Terkait

      • Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli
      • Tak Sekadar Naik Perahu, Wisatawan Bisa Mendengar Kisah Waduk Sermo dari Atas Kapal
      • Korban Galodo Padang Khawatir Huntap Jauh dari Sawah: Kalau Jauh, Biaya Bensin Bertambah
      • Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen di Simalungun
      • Alamak! Rapat DPRD Riau Memanas hingga Ricuh Pimpinan Dewan vs Anggota
      • Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer, AI, dan EA Sports: Spanyol atau Argentina?
      • TNI AU Kasih Paham Akun yang Tanya Kenapa Pesawat Militer Singapura Tak Dihadang
      • Siswi SMP di Grobogan Trauma Berat karena Berkali-kali Diperkosa Ayah Kandung
      • Bias Nasionalisme Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol
      • KPK Periksa Kepala BPKAD Tulungagung, Telusuri Aliran Dana ke Bupati Gatut

        Lihat Sekilas

      • Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU Kehutanan, Dibuat Sejalan Putusan MK
      • KPK Juga Periksa Dirjen PKN V BPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim
      • Ada "Samudra Purba" di Bawah Gurun Sahara, Sebagian Air Sudah Berusia Jutaan Tahun
      • PT Inhutani I Buka Banyak Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1
      • Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Dituntut 11 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp 31,9 M
      • Pedagang Cerita Detik-detik Bom Rakitan Meledak di Tasik: Saya Sampai Kejang
      • Trump Sok-sokan Kritik Taktik Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia
      • Bukan Uang, Artis yang Tampil di Final Piala Dunia 2026 dapat Honor yang Tak Ternilai
      • Bareskrim Cabut Police Line dan CCTV Terkait Narkoba di New Star Bali
      • Tri Tito Karnavian Ajak Pengurus & Kader TP PKK Perkuat 10 Program Pokok
      • Copyright © 2026 Powered by Heboh Video Rasis, Filipina Protes Keras ke China!,Vista Notebook   sitemap