Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung

    Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung

    Waktu: 2026-09-12 19:40:22 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri memastikan hak belajar ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manjung tidak akan terputus.

    Hal ini menyusul adanya kasus dugaan tindak pelecehan seksual yang menjerat pendirinya, Bripka E, yang membuat ratusan santri terpaksa dipulangkan ke kediaman masing-masing.

    Ponpes Manjung pun kini tidak aktif lagi.

    Menyikapi hal ini, Kemenag Wonogiri berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri untuk memfasilitasi santri yang menempuh pendidikan formal di sekolah filail.

    Sementara bagi santri yang ingin berpindah ke pondok pesantren lain, Kemenag siap menjembatani komunikasi dengan ponpes yang ada di wilayah Wonogiri maupun daerah asal santri.

    Namun, pihaknya masih akan melakukan pendalaman terkait santri yang telah pindah ponpes tersebut dapat melanjutkan pendidikannya.

    "Contohnya filialnya dari SMP 4. Kalau nanti pindah di santri pondok pesantren yang jauh, tentu ndak bisa. Dan tadi kami sempat matur Pak Kepala Dinas, berarti bisa dikomunikasikan Pak, santri ini juga asalnya dari luar kabupaten."

    "Kalaupun toh nanti diambil orang tua dan dilanjutkan sekolahnya di tingkat yang sama, mungkin akan dikomunikasikan di SMP-nya terdekat sana biar bisa menerima siswa tersebut. Karena ini santrinya jauh-jauh. Tadi dari tracking-nya, ini kan kebanyakan dari luar," urainya.

    Di sisi lain, pihaknya memastikan bahwa aktivitas di Ponpes Manjung per hari ini sudah tidak lagi aktif.

    Seluruh santri yang berjumlah ratusan telah dipulangkan. Hanya menyisakan dua santri yang saat ini tengah menunggu penjemputan oleh orang tua atau wali masing-masing.

    Terdapat 120 santri di Ponpes Manjung tersebut, mereka berasal dari wilayah Soloraya dan Jawa Timur.

    "Tadi tinggal dua, yang dua itu juga sudah mau diambil, tinggal nunggu saja. Artinya berarti di sana sudah habis santrinya saat ini, atau dipulangkan, diambil orang tuanya," jelasnya.

    Sementara itu, Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo mengatakan, terdapat sejumlah rumusan yang didapatkan dari hasil rapat agar para santri mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak.

    "Ya, jadi kita sempat melakukan rapat koordinasi dengan beberapa dinas terkait, dengan tujuan untuk ketika kita melakukan penindakan hukum terhadap pelaku yang notabene memiliki pondok pesantren, untuk para santri atau pun siswa ini bisa meneruskan kehidupan sehari-hari dan pendidikannya, supaya tidak telantar," ujar Agung di Polres Wonogiri, Senin (20/7/2026).

    Rumusan-rumusan tersebut yakni, adanya pondok tampungan yang dapat digunakan untuk para santri Pondok Manjung.

    "Kemudian yang terkait dengan pendidikannya, yang masih duduk di bangku SMP, kelas filial, itu sudah dikoordinasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan di mana santri tersebut tinggal saat ini," katanya.

    "Dan ada santri yang berasal dari Majalengka, sudah ditempatkan di SMP, salah satu SMP di Purwantoro. Jadi, insyaallah tidak ada yang sampai telantar," imbuhnya.

    Ia menjelaskan, ada 57 santri yang terkait dengan kelas filial jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

    ​"Sudah diposkan yang 57 orang ini. Untuk yang SD juga sudah tadi dari Kepala Dinas Pendidikan juga sudah menyampaikan, akan dipos-poskan juga di SD-SD di mana santri tersebut tinggal saat ini," tandasnya.

    • Sebelumnya: Kades dan ASN BPN Aceh Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan Irigasi, Rugikan Negara Rp 2,2 Miliar
    • Selanjutnya: Kerja Keras tapi Gaji Stagnan? Dosen USU Beri Analisis dan Solusinya

      Artikel Terkait

      • Kementerian ATR/BPN Kantongi WTP dari BPK 14 Tahun Berturut-turut
      • Dilaporkan Kasus Dugaan Perselingkuhan, Sekda Konawe Selatan Pilih Bungkam
      • Garda Prabowo: Tiyo Ardianto Cerdas tapi Salah Teman
      • Tumina dan Harapan Lansia Jember Akan Dokter yang Datang ke Rumah
      • Biar Tagihan Tak Bengkak, Ini 5 Cara Menghemat Daya Listrik AC
      • Syarat Beasiswa Bright 2026, Ada Biaya UKT Penuh, Tunjangan Bulanan dan Asrama
      • Bias Nasionalisme Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol
      • Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai
      • Permukiman Rorotan Jakut Dikepung Depo Kontainer, Cermin Gagalnya Penataan Ruang Kota
      • Kurangi Ketergantungan pada Selat Hormuz, Produsen Minyak Timur Tengah Cari Jalur Baru

        Lihat Sekilas

      • Bedah Trailer Avengers: Doomsday, Chris Evans Kembali Jadi Captain America
      • Ketua IDI TTU Diperiksa Polda NTT, Ungkap Intimidasi yang Dilaporkan Dokter Icha Sebelum Meninggal
      • Persija Turunkan Skuad Utama di Piala Presiden 2026 Usai TC Thailand Diundur
      • Dokter Ungkap Olahraga Bantu Bersihkan Otak dari Limbah, Ini Penjelasannya
      • Prabowo Beri Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30-200 GT
      • The Odyssey Tayang dalam Format Berbeda, Apa Beda Dolby, IMAX dan 70mm?
      • JHT Dicairkan Kena PPh, Apakah Peserta Bayar Pajak Dua Kali?
      • Mendiktisaintek: Kami Sangat Berharap Kesejahteraan Dosen Meningkat
      • Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang
      • Gunung Lewotobi Meletus Lagi Minggu Siang, Tinggi Kolom Abu 1,5 Kilometer
      • Copyright © 2026 Powered by Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung,Vista Notebook   sitemap