Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

    Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

    Waktu: 2026-07-29 18:09:29 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Dia mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir, setidaknya telah terjadi dua kali pemberhentian darurat perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun karena ada pembakaran jerami di area persawahan di dekat jalur kereta api.

    “Yang terakhir di dekat (Stasiun) Walikukun, Ngawi, beberapa hari lalu. Karena ada pembakaran jerami di sawah yang merembet mendekati jalur kereta api,” kata Tohari merujuk pada pemberhentian luar biasa Km 216+500 petak jalan antara Stasiun Walikukun-Stasiun Kedungbanteng pada Senin, 13 Juli 2026.

    Menurut Tohari, melintasi titik api merupakan hal yang berbahaya bagi perjalanan kereta api karena dapat menyulut kebakaran terutama di area lokomotif, di mana terdapat bahan bakar minyak.

    “Sekalipun kereta melewati api dalam kecepatan tinggi, tetap saja sangat berisiko. Kita tidak bisa mengambil risiko yang membahayakan banyak orang terutama penumpang,” tegasnya.

    Dia mengatakan, risiko semakin tinggi jika yang melintas adalah kereta api barang yang membawa muatan logistik atau bahan yang mudah terbakar termasuk tanki bahan bakar minyak (BBM).

    Tohari menambahkan bahwa kejadian pemberhentian luar biasa tidak hanya terjadi di wilayah Daop 7 Madiun, tetapi juga di wilayah operasi PT KAI lainnya.

    “Kejadian pembakaran jerami di area persawahan yang dekat dengan jalur kereta api selama musim kemarau ini sudah berulang kali terjadi. Tidak hanya di Daop 7,” ujarnya.

    Ketika terjadi pemberhentian luar biasa, menurut dia, maka akan berdampak pada perjalanan kereta api lainnya.

    Di sisi lain, Tohari menyebut, jalur kereta api di sejumlah wilayah operasi termasuk Daop 7 Madiun, paling banyak melintasi area persawahan.

    Situasi ini membutuhkan kewaspadaan khusus karena tidak hanya terdapat jerami dan rumput kering tetapi juga adanya faktor angin kencang yang dapat memicu titik api pembakaran jerami di persawahan merembet cepat ke jalur kereta api.

    Untuk itu, Tohari mengharapkan petani memastikan aktivitas pembakaran jerami di area persawahan di musim kemarau ini tidak merembet ke jalur kereta api.

    “Kombinasi antara material kering dan angin kencang membuat api sekecil apa pun akan sangat cepat menjalar menuju ruang manfaat jalur kereta api,” katanya.

    “Sebaiknya jika membakar jerami ditunggu sampai titik api benar-benar mati,” ujar Tohari lagi.

    Lebih lanjut, dia mengatakan, PT KAI Daop 7 Madiun terus melakukan patroli rutin di sepanjang jalur rawan, menggencarkan sosialisasi langsung kepada para kelompok tani di sekitar rel, serta menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) di pos-pos penjagaan.

    “KAI tidak akan segan mengambil langkah hukum tegas bagi siapa saja yang dengan sengaja melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkasnya.

    • Sebelumnya: DJP Ubah Cara Awasi Wajib Pajak, Babinsa hingga Web Scraping Dilibatkan
    • Selanjutnya: Geger Mayat Membusuk Ditemukan di Rumah Kosong Tanah Sareal Bogor

      Artikel Terkait

      • Jembatan dari Brimob untuk Mereka yang Terlupakan
      • Mahasiswa ITB Kurang Mampu Asal Jakarta Akan Dapat Beaiswa dari Pemprov, 85 Nama Diserahkan ke Pramono Anung
      • Karut-Marut Ganti Rugi Bendungan Temef: Hak Ulayat Diklaim Sepihak, Arsip Desa Diduga Raib
      • Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau
      • Perkara Amplop Raja Juli di Tangan KPK
      • Meski Jumlah Loyalis Berkurang, Pendukung Tetap Optimistis Sudewo Bebas dan Kembali Jadi Bupati Pati
      • Unik, Mi Instan di Jepang Ini Bisa Dimasak Pakai Air Dingin
      • Nusron Ancam Pecat Pegawai BPN yang Telat Ukur Tanah
      • Raih Sepatu Emas, Mbappe Tinggal di Kawasan Super Eksklusif Madrid
      • Daftar Harga Lengkap Motor Listrik VinFast di Indonesia

        Lihat Sekilas

      • The Odyssey Tayang dalam Format Berbeda, Apa Beda Dolby, IMAX dan 70mm?
      • Garda Prabowo Cabut Aduan Terhadap Tiyo Ardianto, Sebut Presiden Memaafkan
      • Sudah Gratis Seragam dan Sepatu, SD Negeri di Demak Ini Cuma Dapat 3 Murid
      • Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
      • Dedi Mulyadi Bandingkan Kepemimpinan Indonesia dengan Timnas Argentina
      • CEO INPEX: LNG Blok Masela Buka Babak Baru Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang
      • Prabowo Sebut PT DSI Sudah Kelola Devisa Lebih dari 10,5 Miliar Dollar AS
      • Pria di Lubuklinggau Bakar Rumah Mertua, 11 Rumah Hangus, Kerugian Rp 2 Miliar
      • Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Cium Kaki Orangtua, PPIS Unesa Beri Penjelasan
      • Jadi Spider-Man Bukan Jaminan, Tom Holland Curhat Kirim DM Erling Haaland tapi Tak Dibalas
      • Copyright © 2026 Powered by Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api,Vista Notebook   sitemap