Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan

    Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan

    Waktu: 2026-09-12 23:51:04 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    "Itu sesuatu yang berbeda ya, Koperasi Merah Putih (KDMP) itu kan bagian dari progran pemerintah pusat. Dari sisi aktivitasnya, itu kan masih nanti. Kita belum tahu secara detail, seperti apa mekanisme berkaitan dengan KDMP ke depannya," kata Fauzi kepada Kompas.com di Sumenep, Jumat (17/7/2026).

    Fauzi menilai, tidak ada alasan kekhawatiran terhadap keberadaan KDMP. Selama ini, ratusan koperasi di Sumenep dapat berjalan tanpa gesekan, karena masing-masing memiliki pangsa pasar dan pola usaha yang berbeda.

    "Menurut saya, koperasi punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Sampai saat ini, meskipun koperasi jumlahnya ratusan, tidak ada persoalan (gesekan). Karena memang mereka punya pasarnya masing-masing. Mereka juga punya cara masing-masing," tambahnya.

    Karena itu, ia meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) mendata seluruh koperasi yang ada di Sumenep. Pendataan diperlukan untuk mengetahui koperasi yang masih aktif maupun yang sudah tidak berjalan.

    "Jadi nanti koperasi sama-sama jalan, koperasi konvensional dan KDMP. Tapi kita sampaikan ke Diskop UKM Perindag, untuk diinventarisasi. Jangan sampai jumlah koperasinya banyak, tetapi ternyata koperasinya tidak aktif. Ini yang penting sebenarnya. Lebih baik sedikit tapi semuanya aktif. Koperasi kan soko guru perekonomian," urainya.

    Menurut Fauzi, inventarisasi menjadi langkah awal agar pemerintah dapat mengetahui persoalan yang dihadapi setiap koperasi sehingga pembinaan bisa dilakukan secara tepat sasaran.

    "Untuk diinventarisasi, tujuannya agar koperasi tidak sampai mati," katanya.

    Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu mengatakan, bentuk pembinaan akan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi. Jika masalahnya terletak pada kualitas pengurus, pemerintah akan memberikan pelatihan. Sementara jika kendalanya permodalan, bantuan keuangan dapat diberikan.

    "Kalau kita tahu sakitnya apa, kita perbaiki. Kalau misalnya sumber manusianya tidak bagus, ya kita berikan pembinaan. Kalau dari sisi permodalannya tidak bagus, kita beri bantuan keuangan," jelasnya.

    Namun, Fauzi menegaskan penguatan koperasi tidak cukup hanya melalui suntikan modal.

    "Tapi bukan hanya bantuan keuangan, tapi juga ditata sumber daya manusianya," tegasnya.

    Bupati dua periode itu berharap, koperasi konvensional maupun KDMP sama-sama tumbuh sehat, sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep.

    • Sebelumnya: Guyon Cak Imin: PKB Lebih Jago dari Golkar di Mini Soccer, di Pemilu?
    • Selanjutnya: Tanpa Messi, Timnas Argentina Pulang Usai Gagal Juarai Piala Dunia

      Artikel Terkait

      • Korban Galodo Padang Khawatir Huntap Jauh dari Sawah: Kalau Jauh, Biaya Bensin Bertambah
      • Satgas PRR Dorong Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir Tapanuli Tengah
      • Gempa M 7,3 di Meksiko Picu Peringatan Tsunami
      • 4 Hari Bertahan di Laut, Bocah Korban KM Nurul Salsa Saksikan Ibunya Meninggal di Atas Pelampung
      • Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
      • Kortas Tipikor Sita Aset Rp 14,4 M di Kasus Korupsi Modal Proyek Batu Bara
      • Sumarsih Nilai Kementerian HAM Tak Diperlukan untuk Selesaikan Kasus HAM Berat
      • Dikecam Sana-sini, Hotman Paris 2 Kali Minta Maaf Usai Konpers Kasus Febrie
      • Sari Yuliati Puji Implementasi Biodiesel B50 Wujudkan Kemandirian Energi
      • NIB Wajib bagi Pedagang E-commerce, Kemendag Tegaskan Tak Otomatis Kena Pajak

        Lihat Sekilas

      • Piala Presiden 2026: Sarana Adaptasi Persib Bandung Jelang ACL 2
      • Akuisisi Kredit Pensiun SMBC Indonesia, BTN Kedatangan 344.600 Nasabah Baru
      • Pertamina Bantah Ada Mogok dan PHK Massal Sopir Tangki BBM di Medan, Ungkap Penyebab Antrean SPBU
      • KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Pajak Banjarmasin
      • Head to Head Spanyol Vs Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Banyak Menang?
      • Jejak Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Terdeteksi di Jakut hingga Malaysia
      • Polisi Selidiki Kematian Pengacara yang Jatuh dari Lantai 46 Apartemen
      • Haul Pangeran Diponegoro, Wamensos Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan
      • Korban Tabrak Lari di Antapani Bandung, Kakek 81 Tahun Meninggal Dunia
      • RUU Bantuan Kematian Prancis Tunggu Putusan Dewan Konstitusi
      • Copyright © 2026 Powered by Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan,Vista Notebook   sitemap