Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >DPRD Surabaya Dukung Penataan PKL di Surabaya, Dorong Langkah Humanis

    DPRD Surabaya Dukung Penataan PKL di Surabaya, Dorong Langkah Humanis

    Waktu: 2026-09-12 18:59:31 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah mendukung langkah Pemkot Surabaya menata pedagang kaki lima di berbagai titik kota. Menurutnya, penataan harus dilakukan secara humanis dan dibarengi solusi agar pedagang tetap bisa mencari nafkah.

    Laila Mufidah mengatakan penataan PKL merupakan langkah yang perlu dilakukan demi menjaga ketertiban kota. Namun, penataan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai upaya menghalangi masyarakat mencari penghasilan.

    "Mari tertib bersama tanpa merampas hak fasilitas umum dan berjualan di bahu jalan. Bisa menyusahkan orang lain karena macet," kata Mufidah dalam keterangan tertulis, Kamis .

    Politisi PKB yang akrab disapa Ning Mufidah itu menilai keberadaan PKL akan selalu menjadi bagian dari dinamika kota besar seperti Surabaya. Selain menjadi pusat jasa dan ekonomi, Surabaya juga menjadi tujuan urbanisasi sehingga jumlah PKL akan terus bertambah.

    "Selain persoalan parkir dan sampah, PKL akan terus menjadi atensi kita semua. Saya juga terbantukan dengan PKL. Tapi mari berjualannya di tempat yang tepat. Bukan di tepi-tepi jalan," ujarnya.

    Mufidah meyakini Pemkot Surabaya mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan Sentra Wisata Kuliner sebagai tempat berjualan bagi pelaku UMKM dan PKL.

    Menurutnya, warga tetap harus diberi ruang untuk mencari nafkah, tetapi tidak dengan menggunakan fasilitas umum atau mengganggu hak pengguna jalan.

    "Mereka adalah warga Surabaya dengan KTP asli Surabaya. Mereka harus kita dukung untuk beraktivitas ekonomi. Tapi ojo nglanggar yo. Dodolan nang embong," katanya.

    Dia menegaskan setiap penataan PKL harus dilakukan secara humanis, sesuai prosedur, serta dibarengi penyediaan lokasi alternatif bagi para pedagang.

    Mufidah mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang selama ini menyiapkan solusi berupa stan di pasar maupun SWK. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan penataan tidak semata-mata dilakukan melalui penertiban.

    Tak hanya itu, dia juga mengapresiasi sikap tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terhadap oknum yang menyalahgunakan fasilitas SWK, termasuk pencopotan Lurah Tambak Wedi yang diduga terlibat jual beli stan.

    "Mari semua disiplin bareng-bareng. DPRD mendukung penegakan regulasi demi kesejahteraan warga," ujarnya.

    Mufidah juga mendukung langkah Eri Cahyadi membuka layanan hotline bagi masyarakat. Menurutnya, kanal tersebut bisa dimanfaatkan warga untuk melaporkan berbagai persoalan, termasuk keberadaan PKL yang berjualan di lokasi terlarang.

    "Yang perlu ditekankan adalah jangan ada PKL baru di salah satu titik. Satpol PP harus memantau intensif," katanya.

    Sementara itu, Pemkot Surabaya menyiapkan sekitar 2.700 stan kosong di pasar milik PT Pasar Surya Perseroda untuk menampung PKL dan pedagang pasar tumpah. Selain itu, tersedia sekitar 570 stan di Sentra Wisata Kuliner yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi relokasi pedagang.

    "Penataan PKL akan diawali dengan sosialisasi, dilanjutkan tahapan peringatan hingga penertiban. Dalam pelaksanaannya, camat dan lurah diminta berperan aktif mendampingi proses tersebut," tutupnya.

    Lihat juga Video 'Cekcok PKL Berujung Ledakan, Polisi Amankan 3 Orang':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M
    • Selanjutnya: Sungai Kampar di Riau Tercemar Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Walhi: Aparat Harus Cepat Bertindak

      Artikel Terkait

      • 3 Hal Paling Dinantikan dari A Shop For Killers 2
      • Sanksi untuk 6 Mahasiswa Unesa yang Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap 26 Orang
      • Peredaran Narkotika Kerap Sasar Pelajar, Polres Jakpus Pasang Barcode Aduan Anonim di Sekolah
      • Rekam Jejak Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026, Kompak Tergelincir di Semifinal
      • KDMP Bukit Gado-gado Diklaim Strategis Meski Berada di Tanjakan dan Minim Lahan Parkir
      • Polisi Usut Penyebab KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Korban Masih Berlanjut
      • I.League Umumkan League Cup Bergulir 3 November 2026
      • Kejagung Siap Disupervisi KPK dalam Menangani Kasus Febrie Adriansyah
      • Ibu Penyiksa Anak Tirinya Berusia 4 Tahun hingga Tewas di Bekasi Jadi Tersangka
      • APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM

        Lihat Sekilas

      • Polisi Kembali Periksa Ketua DPRD TTU Terkait Kasus Intimidasi terhadap Dokter Icha
      • Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
      • Diundang Menteri HAM ke Kantornya, Sumarsih: Saya Tidak Mau Percaya Mereka
      • Resep Lodeh Bumbu Iris Sederhana, Gurih Santan Sedap
      • Pesona Tanaman Mirip Bunga Bangkai di Bekasi yang Bikin Penasaran Warga
      • Jangan Colok Kabel Cas ke HP Dulu Baru Adaptor ke Stopkontak, Ini Risikonya
      • 58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi
      • Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang
      • Taj Yasin Pastikan TMMD Jangkau Desa Terpencil-Buka Peluang Ekonomi
      • Normalisasi Distribusi BBM di Sumut Dipercepat, Pertamina Operasikan Terminal dan SPBU 24 Jam
      • Copyright © 2026 Powered by DPRD Surabaya Dukung Penataan PKL di Surabaya, Dorong Langkah Humanis,Vista Notebook   sitemap