Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik

    BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik

    Waktu: 2026-09-12 19:37:45 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    ‎Papua dinilai sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di Indonesia dengan tingkat endemisitas yang sangat tinggi.

    Kekayaan biodiversitas tersebut dinilai perlu menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan agar tidak mengorbankan ekosistem yang bernilai penting bagi Indonesia maupun dunia.

    Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andes Hamuraby Rozak, mengatakan Papua masih menyimpan potensi biodiversitas yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap melalui penelitian.

    "Ini merupakan karunia dan kita masih sangat jarang melakukan pengungkapan di Papua. Karena itu, kami memprediksi Papua menjadi salah satu pusat biodiversitas di Indonesia," ujar Andes dalam media gathering di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

    Temuan tersebut tertuang dalam laporan Status Keanekaragaman Hayati untuk Ekoregion Papua.

    Laporan itu mencatat sedikitnya terdapat 7.994 spesies tumbuhan dan jamur makro di Papua. Sementara itu, jumlah fauna yang telah teridentifikasi mencapai 7.179 spesies, terdiri atas 703 jenis burung, 250 mamalia, 413 reptil, 151 amfibi, 444 ikan air tawar, serta 5.062 spesies serangga. Dari seluruh fauna tersebut, sedikitnya 577 spesies merupakan satwa endemik.

    Senior Vice President and Executive Chair Konservasi Indonesia (KI), Meizani Irmadhiany, mengatakan kekayaan biodiversitas Papua tidak hanya terdapat di kawasan daratan, tetapi juga mencakup ekosistem perairan tawar, pesisir, hingga laut.

    Menurut dia, pengelolaan keanekaragaman hayati di Papua perlu dilakukan dengan pendekatan berbasis ekoregion agar mampu menjaga keterkaitan antarekosistem sekaligus memperhatikan keberadaan masyarakat adat dan keragaman budaya setempat.

    Meizani menambahkan, kawasan Coral Triangle di Papua, termasuk Raja Ampat, merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.

    "Raja Ampat menjadi habitat sebagian besar terumbu karang di Indonesia. Ekosistem ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan merupakan salah satu terumbu karang paling tangguh di dunia. Ini adalah warisan bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia," ujarnya.

    Risiko mengintai

    Meski memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi, BRIN mengidentifikasi sejumlah ancaman terhadap ekosistem Papua.

    Ancaman tersebut meliputi pembukaan jalan yang meningkatkan akses perburuan satwa liar, pemutihan terumbu karang, pencemaran wilayah pesisir, hingga deforestasi dan alih fungsi lahan untuk hutan tanaman industri (HTI), perkebunan kelapa sawit, maupun pertambangan.

    Andes mengatakan laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam memitigasi berbagai risiko tersebut sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pembangunan.

    Menurut dia, ilmu pengetahuan perlu menjadi landasan dalam mencari keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan keanekaragaman hayati.

    "Sains berperan untuk memitigasi risiko tersebut. Keputusan akhirnya tentu merupakan kompromi antara sains dan kepentingan nasional agar kepentingan jangka pendek dan jangka panjang dapat berjalan seimbang, dengan harapan keanekaragaman hayati tetap terjaga," kata Andes.

    Senada, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Inge Retnowati, menilai data biodiversitas Papua merupakan pijakan penting untuk memperkuat perlindungan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi.

    Menurut Inge, informasi ilmiah tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan agar tidak mengabaikan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati.

    "Jangan sampai dorongan pembangunan membuat nilai keanekaragaman hayati dianggap tidak penting. Informasi seperti ini sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan," ujar Inge.

    • Sebelumnya: KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Pajak Banjarmasin
    • Selanjutnya: Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru

      Artikel Terkait

      • Kereta Api di Indonesia: Dari Warisan Kolonial hingga Transportasi Andalan
      • Serangan Baru AS Hantam 140 Target Lokasi Rudal dan Drone Iran
      • Waketum Golkar Wihaji Terpilih Aklamasi Jadi Ketum MKGR
      • Mahalnya Biaya Rente Modernisasi Pabrik Gula
      • [POPULER GLOBAL] Pentagon Cemas Perang Iran Meluas | Spanyol Juara Piala Dunia
      • Ciputra Gandeng Singapore Medical Group, Hadirkan Cancer Center
      • Terbitkan 3 Sprindik Baru, Ini Kata Kejagung soal Status Tersangka Febrie Adriansyah
      • Kemendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah Permudah MBR Akses Perumahan
      • Lebih dari 500 Huntap Dibangun di Padang Pascagalodo, Jumlah Terbanyak di Sumbar
      • Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat

        Lihat Sekilas

      • Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS 18 Juli 2026 di Bank Mandiri, BCA, dan BNI
      • Lubang Misterius di Google Maps Ternyata Kawah Meteorit Purba Berusia 390 Juta Tahun
      • Warga Tangkap Pelaku Curanmor yang Bawa Airsoft Gun di Tanjung Priok Jakut
      • Kantong Parkir Ketandan di Kawasan Malioboro Ditutup Sementara, Dishub DIY Lakukan Penambahan Kapasitas
      • Konflik di Adonara Timur, Pemkab Flores Timur: Mediasi Sudah Berulang Kali
      • Kejagung Pastikan Telusuri Info Komisi III soal Bunker di Kasus Febrie
      • Piala Dunia 2026: Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Las Malvinas
      • 2 WN Vietnam Dideportasi Usai Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
      • Polisi Selidiki Dugaan Perusakan 63 Pohon Karet di Pangandaran, Keterlibatan Oknum Ormas Didalami
      • Berlangsung Meriah, Rangkaian HUT ke-46 Dekranas Resmi Ditutup
      • Copyright © 2026 Powered by BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik,Vista Notebook   sitemap