Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung

    Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung

    Waktu: 2026-09-12 19:00:17 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Pembelajaran dari Kasus Tanjung Mas dan Sayung

    Yusmanto mengingatkan rekam jejak pembangunan infrastruktur penahan rob sebelumnya. Ketika kawasan Tanjung Mas Semarang dibangun benteng tanggul laut, dampak banjir rob justru bergeser memapar wilayah Sayung, Demak.

    Kini, ia khawatir apabila wilayah Sayung dipasangi Tol Semarang-Demak sebagai benteng tanggul laut baru, hantaman gelombang rob akan kembali bergeser semakin jauh ke sisi timur.

    Dampak pergeseran abrasi dan rob ini dinilainya sangat masif hingga mengubah peta daratan. Berdasarkan pemetaan Bappeda Jateng, garis pantai di kawasan tersebut telah mengalami kemunduran tajam jika dibandingkan dengan kondisi pada dekade sebelumnya.

    “Itu hilangnya sudah hampir 6 kilo dari garis pantai bila dibandingkan 2013,” beber Yusmanto.

    Oleh karena itu, ia meyakini bahwa konstruksi perlindungan pesisir pantai tidak boleh berhenti di kawasan Semarang-Demak saja, melainkan harus terkoneksi dan berlanjut ke wilayah timur guna mencegah efek domino pergeseran dampak rob.

    Karakteristik Berbeda, Pekalongan dan Tegal Jadi Prioritas Berikutnya

    Selain koridor Semarang-Demak, Yusmanto menyebut kawasan Pekalongan menjadi skala prioritas penanganan berikutnya. Area Kota dan Kabupaten Pekalongan kini menghadapi ancaman rob kritis yang kian membahayakan urat nadi jalan nasional Pantura.

    Setelah Pekalongan, wilayah Tegal menempati urutan prioritas selanjutnya. Namun, Yusmanto menekankan bahwa penanganan infrastruktur di tiap-tiap daerah tidak bisa diseragamkan menggunakan satu desain mekanis yang sama, mengingat karakteristik gelombang pantai dan kekuatan struktur tanah lokal berbeda-beda.

    "Kalau misalkan di Semarang mungkin ada Giant Sea Wall karena dia sudah parah. Kalau di Tegal karena ada pelabuhan niaga dan pelabuhan perikanan, yang cocok mungkin tanggul laut," ujar Yusmanto.

    Ia menambahkan, strategi penyelamatan Pantura Jawa Tengah harus dieksekusi secara bertahap berdasarkan skala urgensi dampak serta nilai potensi ekonomi wilayah yang terancam.

    Sebagai informasi, mega proyek Giant Sea Wall menjadi agenda prioritas pemerintah pusat yang nantinya bakal dikelola oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (BOPPJ) sepanjang 575 kilometer di jalur pantura Jawa.

    Rencananya, proses peletakan batu pertama (groundbreaking) bakal dilaksanakan pada Oktober 2026 mendatang. Kendati demikian, pihak Bappeda Jateng mengaku hingga saat ini belum menerima rancangan desain teknis final mengenai detail proyek tersebut dari pusat.

    “Kalau Giant Sea World, ini rencananya akan ground breaking-nya bulan Oktober. Itu aja konstruksi bentuknya seperti apa, kemudian titiknya di mana, sejauh mana ini juga belum dapat kepastian berapa kilometernya,” tutur Yusmanto mengakhiri keterangannya.

    • Sebelumnya: Hasil Semifinal Japan Open 2026: Putri KW Kandas, Kena Tikung Akane
    • Selanjutnya: Dipolisikan KDRT, Pria Sumsel Bakar Rumah Mertua hingga Hanguskan 10 Rumah

      Artikel Terkait

      • Jelang Wajib Halal Oktober, BPJPH Gelar Halal Market 2026
      • Jajal Mitsubishi XForce Hybrid, Suspensi Empuk, BBM Lebih Irit
      • Tol Gilimanuk-Mengwi Ditargetkan Masuk Tahap Tender Akhir 2026, Koster: Ditunggu Masyarakat
      • 7 Bintang Kejutan di Piala Dunia 2026: Dari Vozinha hingga Djed Spence
      • Hidup Dikepung Dampak Beracun TPA Jatiwaringin
      • DJP Ubah Cara Awasi Wajib Pajak, Babinsa hingga Web Scraping Dilibatkan
      • Kasus Pria Gendong Bayi yang Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar Berakhir Damai
      • Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Gugat KPK ke PN Jaksel
      • Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
      • Belanja di Jepang Berubah Mulai November, Refund Pajak Dilakukan di Bandara

        Lihat Sekilas

      • Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah
      • SPP SMA/SMK Negeri Diusulkan Aktif Lagi di Jabar, Terapkan Skema Bertingkat, Ini Alasannya
      • Mengapa Embun Upas Sering Muncul di Dataran Tinggi Dieng?
      • Lawan Narkoba lewat Kearifan Lokal, Sekda Tulang Bawang Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor di Unila
      • Anomali Banjir di Tengah Kemarau
      • 3 Rekor Lionel Messi yang Pecah di Piala Dunia 2026
      • Warga Usul Jalur Pendakian Merapi Dibuka, Setiap 3 Pendaki Wajib Didampingi 1 Guide
      • Kehilangan Orangtua dan Kaki Diamputasi, Lovanya, Siswi SD Korban Kecelakaan Maut Cirebon Dijamin Pendidikannya
      • Cegah Begal hingga Tawuran, Polisi Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Cikarang
      • 4 RT di Keranggan Tangsel Alami Kekeringan, 13.000 Liter Air Bersih Disalurkan
      • Copyright © 2026 Powered by Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung,Vista Notebook   sitemap