Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

    Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

    Waktu: 2026-09-12 19:38:43 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    KOMPAS.com – Ketika perhatian dunia tertuju pada duel Spanyol melawan Argentina di final Piala Dunia 2026 pada 20 Juli 2026, pemenang terbesar dari sisi bisnis justru bukan negara yang mengangkat trofi.

    Di balik gemerlap turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, FIFA diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 269 triliun (asumsi kurs Rp 17.944 per dollar AS), rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Angka tersebut jauh melampaui proyeksi awal sekitar 11 miliar dollar AS.

    Besarnya pendapatan itu berasal dari berbagai sumber, mulai dari hak siar televisi, sponsor global, penjualan tiket, paket hospitality, hingga lisensi dan merchandise.

    Hak siar masih menjadi mesin uang terbesar

    Meski harga tiket final Piala Dunia menjadi sorotan karena menembus puluhan ribu dollar AS di pasar penjualan kembali, sumber pendapatan terbesar FIFA tetap berasal dari penjualan hak siar televisi.

    Dalam dokumen anggaran FIFA untuk siklus Piala Dunia 2023–2026, hak siar menyumbang sekitar 44 persen dari total pendapatan organisasi.

    Posisi berikutnya ditempati penjualan tiket dan paket hospitality sekitar 34 persen, disusul sponsor serta hak pemasaran sekitar 20 persen, sedangkan sisanya berasal dari lisensi dan sumber pendapatan lainnya.

    Hak siar Piala Dunia dijual ke ratusan penyiar di berbagai negara dan menjadi tulang punggung bisnis FIFA setiap empat tahun sekali.

    Sponsor global ikut menikmati berkah

    Selain hak siar, FIFA juga memperoleh pemasukan besar dari sponsor global yang memanfaatkan Piala Dunia sebagai panggung promosi terbesar di dunia.

    Sejumlah perusahaan multinasional seperti Adidas, Coca-Cola, Visa, Qatar Airways, Hyundai-Kia, Lenovo, Hisense, hingga Airbnb menjadi bagian dari jaringan sponsor resmi turnamen. Nilai kontrak sponsor terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pertandingan menjadi 104 laga dan meluasnya jangkauan penonton global.

    Tiket dan hospitality ikut mendongkrak pendapatan

    Piala Dunia 2026 juga mencatat lonjakan pendapatan dari penjualan tiket dan paket hospitality.

    Untuk laga final Spanyol melawan Argentina, tiket di pasar penjualan kembali resmi FIFA sempat ditawarkan mulai sekitar 6.411 dollar AS, sementara kursi VIP mencapai hampir 60.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,08 miliar.

    Menurut laporan terbaru, tingginya transaksi di platform resmi turut meningkatkan pendapatan FIFA karena organisasi tersebut memperoleh komisi dari transaksi penjualan kembali tiket melalui kanal resminya.

    Merchandise ikut menjadi sumber cuan

    Selain tiket, FIFA juga memperoleh pendapatan dari penjualan merchandise resmi dan lisensi produk.

    Pendapatan ini berasal dari penjualan jersey, bola resmi pertandingan, produk koleksi, gim, hingga berbagai barang berlisensi FIFA yang dipasarkan secara global selama turnamen berlangsung.

    Hadiah juara hanya sebagian kecil

    Besarnya pendapatan FIFA kontras dengan hadiah yang diterima peserta turnamen.

    Juara Piala Dunia 2026 akan memperoleh hadiah 50 juta dollar AS, sedangkan total hadiah berbasis performa yang dibagikan kepada 48 negara peserta mencapai 655 juta dollar AS. Di luar itu, setiap tim peserta juga menerima dana partisipasi dan persiapan sesuai skema distribusi FIFA.

    Dengan demikian, hadiah untuk tim juara hanya setara sekitar 0,3 persen dari total pendapatan FIFA yang diperkirakan mencapai 15 miliar dollar AS atau setara Rp 269 triliun.

    Besarnya selisih tersebut menunjukkan dalam industri sepak bola modern, nilai ekonomi terbesar bukan hanya berasal dari perebutan gelar juara, melainkan dari ekosistem bisnis yang mengelilinginya.

    Hak siar, sponsor, tiket, hospitality, dan lisensi kini menjadi mesin utama yang menjadikan Piala Dunia sebagai salah satu ajang olahraga paling menguntungkan di dunia.

    • Sebelumnya: Spesialis Maling Motor Bersenpi Ditangkap Polisi, Sudah Beraksi 20 Kali di Jaksel
    • Selanjutnya: Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia

      Artikel Terkait

      • Farhan Larang Kegiatan Bakar Sampah di Sekitaran Bandara Husein Sastranegera Bandung
      • Bayi Bernama MBG Tak Bisa Masuk KK, Cek Aturan Pemerintah Soal Nama
      • Niat Tolong Korban Kecelakaan, Seorang Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk di Bangkalan
      • Kata Mbappe soal Jadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia tapi Perancis Kalah 6-4 dari Inggris
      • Hamparan Sabana di Labuan Bajo Terbakar, Api Menyebar Capai 100 Hektar
      • Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
      • Bangor Fest Vol. 4 Umumkan Line-up Hari Kedua, Ada Bernadya hingga Aldi Taher Gallagher
      • Keadilan Pelayanan Kesehatan Gigi di Tanah Papua
      • Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku
      • AI Mulai Jadi Teman Belanja, Konsumen Kian Percaya Rekomendasinya

        Lihat Sekilas

      • Mendes Janji, Kopdes Merah Putih Tidak Matikan Bisnis Warung Kelontong
      • Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara
      • Alibaba Pamer Qwen3.8 Max, AI 2,4 Triliun Parameter yang Diklaim Dekati Claude Fable 5
      • INFOGRAFIK: Hoaks Ibu Rumah Tangga Dapat Bantuan DAP Australia Sebesar Rp 1 Miliar
      • Hotman: Rumah Sentul Bukan Milik Febrie, Dikuasai Don Ritto Sejak 2022
      • Kata Mbappe soal Jadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia tapi Perancis Kalah 6-4 dari Inggris
      • Komdigi Jateng Sebut Dinsos Jadi Korban Peretasan 1,2 Juta Data Bansos, Tak Ada Niat Jahat
      • Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Mobilitas Penumpang Kereta Meningkat
      • 5 Trik Membuat Es Kopi Rumahan Lebih Enak, Tak Perlu Mesin Espresso
      • Semangat 28 Murid SD di Aceh Utara, Ikut MPLS meski Belajar di Tenda Darurat
      • Copyright © 2026 Powered by Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026,Vista Notebook   sitemap