Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

    Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

    Waktu: 2026-07-29 17:57:11 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    KOMPAS.com – Ketika perhatian dunia tertuju pada duel Spanyol melawan Argentina di final Piala Dunia 2026 pada 20 Juli 2026, pemenang terbesar dari sisi bisnis justru bukan negara yang mengangkat trofi.

    Di balik gemerlap turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, FIFA diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 269 triliun (asumsi kurs Rp 17.944 per dollar AS), rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Angka tersebut jauh melampaui proyeksi awal sekitar 11 miliar dollar AS.

    Besarnya pendapatan itu berasal dari berbagai sumber, mulai dari hak siar televisi, sponsor global, penjualan tiket, paket hospitality, hingga lisensi dan merchandise.

    Hak siar masih menjadi mesin uang terbesar

    Meski harga tiket final Piala Dunia menjadi sorotan karena menembus puluhan ribu dollar AS di pasar penjualan kembali, sumber pendapatan terbesar FIFA tetap berasal dari penjualan hak siar televisi.

    Dalam dokumen anggaran FIFA untuk siklus Piala Dunia 2023–2026, hak siar menyumbang sekitar 44 persen dari total pendapatan organisasi.

    Posisi berikutnya ditempati penjualan tiket dan paket hospitality sekitar 34 persen, disusul sponsor serta hak pemasaran sekitar 20 persen, sedangkan sisanya berasal dari lisensi dan sumber pendapatan lainnya.

    Hak siar Piala Dunia dijual ke ratusan penyiar di berbagai negara dan menjadi tulang punggung bisnis FIFA setiap empat tahun sekali.

    Sponsor global ikut menikmati berkah

    Selain hak siar, FIFA juga memperoleh pemasukan besar dari sponsor global yang memanfaatkan Piala Dunia sebagai panggung promosi terbesar di dunia.

    Sejumlah perusahaan multinasional seperti Adidas, Coca-Cola, Visa, Qatar Airways, Hyundai-Kia, Lenovo, Hisense, hingga Airbnb menjadi bagian dari jaringan sponsor resmi turnamen. Nilai kontrak sponsor terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pertandingan menjadi 104 laga dan meluasnya jangkauan penonton global.

    Tiket dan hospitality ikut mendongkrak pendapatan

    Piala Dunia 2026 juga mencatat lonjakan pendapatan dari penjualan tiket dan paket hospitality.

    Untuk laga final Spanyol melawan Argentina, tiket di pasar penjualan kembali resmi FIFA sempat ditawarkan mulai sekitar 6.411 dollar AS, sementara kursi VIP mencapai hampir 60.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,08 miliar.

    Menurut laporan terbaru, tingginya transaksi di platform resmi turut meningkatkan pendapatan FIFA karena organisasi tersebut memperoleh komisi dari transaksi penjualan kembali tiket melalui kanal resminya.

    Merchandise ikut menjadi sumber cuan

    Selain tiket, FIFA juga memperoleh pendapatan dari penjualan merchandise resmi dan lisensi produk.

    Pendapatan ini berasal dari penjualan jersey, bola resmi pertandingan, produk koleksi, gim, hingga berbagai barang berlisensi FIFA yang dipasarkan secara global selama turnamen berlangsung.

    Hadiah juara hanya sebagian kecil

    Besarnya pendapatan FIFA kontras dengan hadiah yang diterima peserta turnamen.

    Juara Piala Dunia 2026 akan memperoleh hadiah 50 juta dollar AS, sedangkan total hadiah berbasis performa yang dibagikan kepada 48 negara peserta mencapai 655 juta dollar AS. Di luar itu, setiap tim peserta juga menerima dana partisipasi dan persiapan sesuai skema distribusi FIFA.

    Dengan demikian, hadiah untuk tim juara hanya setara sekitar 0,3 persen dari total pendapatan FIFA yang diperkirakan mencapai 15 miliar dollar AS atau setara Rp 269 triliun.

    Besarnya selisih tersebut menunjukkan dalam industri sepak bola modern, nilai ekonomi terbesar bukan hanya berasal dari perebutan gelar juara, melainkan dari ekosistem bisnis yang mengelilinginya.

    Hak siar, sponsor, tiket, hospitality, dan lisensi kini menjadi mesin utama yang menjadikan Piala Dunia sebagai salah satu ajang olahraga paling menguntungkan di dunia.

    • Sebelumnya: Kurang dari 6 Jam, Tim Macan Linggau Tangkap Pelaku Pembakaran 11 Rumah
    • Selanjutnya: Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tak Mengganggu Tidur? Ini Jawaban Dokter

      Artikel Terkait

      • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
      • Mengapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk? Ini Penjelasan Psikoterapis
      • Studi: Mayoritas Karhutla Besar di Asia Tenggara Berasal dari Banyak Titik Api
      • Ibu Femas Yani Arianto Buka Suara Terkait "Kaburnya" Sang Anak di Korea Selatan
      • Di Lanud Malang, Prabowo Resmikan Panen Raya Serentak 43 Titik Se-Indonesia
      • Korban Galodo Padang Khawatir Huntap Jauh dari Sawah: Kalau Jauh, Biaya Bensin Bertambah
      • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak saat Diduga Diculik di Acara Ultah
      • Ketum Dekopin Bantah Anggapan Koperasi Kuno: Real Madrid Dikelola Koperasi
      • Trump Sebut Bakal Beri Tarif ke Kanada Gara-gara Asap Kebakaran Hutan
      • Cekcok Duit dan Ganti Rugi Motor Picu Delon Bunuh Yani di Sukabumi

        Lihat Sekilas

      • Tak Cuma Himpun Dana, Buyback Kini Jadi Kunci Crowdfunding
      • Pimpinan BGN yang Baru pun Heran Laporan Keuangan Era Dadan Dapat WTP BPK
      • El Nino Bukan Vonis Kekeringan
      • Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Ekonom: Kenaikan Tak Selalu Berarti Makin Boros
      • Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini
      • Simpang Mampang Macet Segala Arah Malam Ini Imbas Pembongkaran JPO Tendean
      • Sidak Sekolah Rakyat Bali Rp 255 Miliar, Menteri PU Soroti Kegagalan Drainase
      • DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah, Minta Polri-Kejagung-TNI Solid
      • Saham Induk Google Melesat 3 Persen Usai Kabar Pengembangan Chip AI Gemini
      • Kabut Asap Bayangi Final Piala Dunia, Udara New York Sangat Tidak Sehat
      • Copyright © 2026 Powered by Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026,Vista Notebook   sitemap