Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang

    Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang

    Waktu: 2026-09-12 19:36:13 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Tragedi Armero merupakan salah satu bencana paling mengerikan di abad ke-20. Bencana yang dipicu oleh letusan gunung berapi Nevado del Ruiz di Kolombia ini menewaskan 25.000 orang.

    Dikutip dari Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey , Nevado del Ruiz adalah gunung berapi tipe stratovulkan yang memiliki ketinggian 5.389 meter di atas permukaan laut, dengan bagian puncak yang ditutupi oleh gletser atau lapisan es.

    Saat itu, Gunung Nevado del Ruiz mulai menunjukkan aktivitas sekitar satu tahun sebelum tragedi terjadi. Reaktivasi ini ditandai dengan munculnya rentetan gempa bumi . Aktivitas keluarnya uap dan gas di kawah puncak juga mulai tampak.

    Pada tanggal 11 September 1985, terjadi letusan eksplosif kecil. Setelah letusan kecil ini dan meredanya situasi politik, para pejabat mulai bertemu dengan para ilmuwan untuk membahas potensi bahaya dan rencana evakuasi. Sayangnya, sebagian besar kawasan kota Armero masih terabaikan.

    Bencana itu pun terjadi. Pada malam tanggal 13 November, sebagian besar penduduk Armero sudah terlelap tidur. Wali Kota dan pendeta setempat telah meyakinkan warga bahwa mereka aman untuk malam itu. Namun, letusan ini tidak disadari oleh penduduk Armero karena tersamarkan oleh hujan badai yang sedang berlangsung malam itu.

    Lahar mengalir deras ke arah utara dan timur melalui lembah-lembah sungai yang dalam di kaki gunung. Banjir lahar mencapai kota Armero sekitar dua jam setelah letusan terjadi. Dalam hitungan menit, kota Armero dihantam dengan dahsyat oleh banjir lahar tersebut.

    Sekitar 23.000 orang tewas seketika. Para korban terkubur dalam campuran lumpur dan puing bangunan. Secara keseluruhan, bencana ini menewaskan lebih dari 25.000 orang.

    Bencana ini menjadi pelajaran tentang pentingnya komunikasi untuk mitigasi bencana. Hal ini terjadi karena saat itu pemerintah Kolombia sedang teralihkan oleh masalah perang gerilya di Bogota, sehingga situasi ketidakstabilan politik dianggap lebih mendesak daripada aktivitas gunung.

    Selain itu, para ilmuwan Kolombia sedang kekurangan peralatan, keahlian, dan dukungan pemerintah untuk memantau aktivitas gunung. Akhirnya, mereka tidak bisa menyampaikan informasi secara efektif.

    • Sebelumnya: Messi Vs Mbappe, Siapa yang Bakal Meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026?
    • Selanjutnya: 2 Tahun Dipasung dengan Rantai, Remaja 13 Tahun di Jember Dievakuasi Dinsos Jatim

      Artikel Terkait

      • Melihat Messi Ongkang-ongkang Kaki Jelang Final Piala Dunia 2026
      • Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
      • Kejelian Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Lihat Kelemahan Kamboja di SEA V Cup 2026
      • BPDP: Riset Sawit Jangan Berhenti di Jurnal, Harus Masuk ke Industri
      • PWI Polisikan Hotman Paris Buntut Ucapan 'Lu Punya Otak Nggak'
      • Penyebab Penyelenggara Open Trip Di-blacklist 2 Tahun di Gunung Lawu
      • Trump Raup Rp 17,9 Triliun dari Kripto dalam Setahun, Termasuk dari Koin Meme
      • Pindad Kembangkan Amunisi dari Limbah Kelapa Sawit
      • Kebakaran TPA Cipayung Depok Berhasil Dipadamkan, Penyebab Masih Diselidiki
      • Gempa M 5 Guncang Turki, Tak Ada Laporan Kerusakan-Korban Jiwa

        Lihat Sekilas

      • China Tinggalkan Properti, AI dan Robot Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
      • Tinggalkan Motor 2 Menit untuk Ambil Paket, Ojol di Tangerang Jadi Korban Curanmor
      • Gempa M 7,3 di Meksiko Picu Peringatan Tsunami
      • Rusia Terus Gempur Ukraina, 13 Orang Tewas-50 Luka
      • Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah
      • "Halo, Saya Ada 5 Orang Mau Minta Uang Kopi" Satpol PP Pungli Rp 300.000 di Rumah Belajar Jakut
      • Timnas Argentina di Ambang Sanksi Imbas Kibarkan Spanduk Las Malvinas
      • Diduga Bakar Sampah Sembarangan, Lahan 2 Hektare di Parung Panjang Bogor Terbakar
      • Konflik Antardesa di Adonara Flores Timur Lumpuhkan Jalan Trans Waiwerang, Warga Tak Berani Melintas
      • Waka BGN Ogah Ungkap Harga Motor Listrik di Rapat DPR: Materi Penyidikan
      • Copyright © 2026 Powered by Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang,Vista Notebook   sitemap