Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif

    Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif

    Waktu: 2026-07-29 18:04:14 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum merekomendasikan aktivitas pendakian Gunung Merapi.

    Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa dalam radius tiga kilometer Gunung Merapi tidak boleh ada aktivitas. Sebab masih ada potensi bahaya erupsi eksplosif.

    Menurut dia, erupsi eksplosif material Gunung Merapi bisa sampai ukuran bongkahan sebesar 20 sentimeter. Ini merupakan ukuran material erupsi yang sangat membahayakan bagi manusia.

    "Untuk itulah aktivitas pendakian belum kami rekomendasikan sampai dengan saat ini," kata Agus dalam rapat koordinasi penanganan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026).

    Potensi erupsi Merapi

    Menurut Agus, potensi untuk terjadinya erupsi eksplosif Gunung Merapi masih cukup besar dan guguran awan panas yang masih intensif sampai dengan saat ini jumlahnya ratusan kali per hari.

    "Jadi, dengan probabilitas kejadian erupsi eksplosif yang akan membahayakan para pendaki, maka kami belum menyarankan adanya pendakian," imbuh dia.

    Meski ada wilayah yang dominan, katanya erupsi eksplosif Gunung Merapi menyasar ke semua arah.

    "Potensi bahayanya itu kan melingkar ya, ke segala arah. Karena dia eksplosif. Bisa ke segala arah. Satu kali erupsi itu ke semua arah memang akan ada arah dominan, yang itu bisa tergantung oleh arah mata angin," tandas dia.

    "Pada prinsipnya, ancaman bahaya erupsi eksplosif itu ke segala arah. Sehingga sifatnya radius. Jadi tidak ada sektor tertentu untuk ancaman bahaya erupsi eksplosif. Jadi di daerah mana pun, di sektor mana pun ketika dia di dalam 3 kilometer, itu masih berbahaya," sambung dia.

    Bongkahan batu sampai Pasar Bubrah

    Menurut dia, erupsi eksplosif sudah terjadi lebih dari 20 kali sejak 2012.

    Tetapi yang sering terjadi adalah erupsi freatik. Beberapa kali kejadian erupsi mengarah ke utara.

    "Jadi itu memang tidak ada, apa istilahnya, arah tertentu. Dari arah erupsi eksplosif itu. Bisa ke utara, bisa ke selatan gitu. Jadi, memang karakternya seperti itu. Jadi kita tidak bisa menyimpulkan bahwa arah utara itu steril," kata dia.

    "Nyatanya sudah sering, beberapa kali terjadi. Contohnya kejadian tahun 2013. Itu terjadi erupsi eksplosif dan bongkahan batu itu sampai di Pasar Bubrah yang dalam radius 1 kilometer," imbuh dia.

    • Sebelumnya: Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
    • Selanjutnya: Beras Termahal di Dunia Ada di Jepang, Capai Rp 1,8 Juta per Kg

      Artikel Terkait

      • Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror Tetangga: Tendang Pagar hingga Bawa Golok
      • INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Demonstrasi Ajak Masyarakat Stop Bayar Pajak
      • [HOAKS] Mahfud MD Informasikan Program Dana Bantuan Pensiun 2026
      • Awal Mula Keluarga di Depok Diteror Tetangga Sampai Jual Rumah
      • Polisi Ungkap Peredaran 'Pod Getar' Narkoba di Bogor, Kasus Pertama Se-Jabar
      • Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke RI
      • Kronologi Wisatawan China Tewas di Labuan Bajo, Terbawa Arus Setelah Dihantam Gelombang
      • Korsel-China Mulai "Kepung" IKN, Mampukah Swasta Pecah Dominasi APBN?
      • Liga Aspal Menteng Ubah Gang Sempit Jadi Panggung Bibit Sepak Bola
      • Polisi Bongkar Illegal Logging di Pelalawan, 10 Kubik Kayu Disita

        Lihat Sekilas

      • Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi Sejak Pekan Lalu, Asap Kini Muncul Lagi
      • Di Balik Laporan Ahmadinejad: Pertarungan Narasi Perang Iran
      • Koruptor Berprestasi
      • 4 Hari Bertahan di Laut, Bocah Korban KM Nurul Salsa Saksikan Ibunya Meninggal di Atas Pelampung
      • Mulai 17 Juli, Pasokan Air PAM Jaya di 7 Kelurahan Jakbar Terhenti Sementara Selama 6 Hari
      • Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak Sehat
      • WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
      • Kapolri Serap Aspirasi Ojol hingga Pecalang Bali, Ajak Optimalkan Layanan 110
      • Khofifah Telat Hampir 2 Jam ke Pasar Murah, Warga Pamekasan Sabar Menunggu demi Sembako Murah
      • Polisi: Tak Ada Keterlibatan Pihak Lain soal Bos Perusahaan Tewas di St Regis
      • Copyright © 2026 Powered by Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif,Vista Notebook   sitemap