Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI

    DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI

    Waktu: 2026-09-12 19:00:33 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Aroma gurih telur asin yang baru matang memenuhi ruang pemberdayaan di Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu . Di sudut lain, sejumlah penyandang disabilitas tampak tekun menganyam tas, sementara yang lain mengolah serabut kelapa menjadi sapu siap jual.

    Produk-produk ini bukan sekadar kerajinan tangan biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa lewat kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan, keterbatasan bisa menjelma menjadi karya yang bernilai ekonomi.

    Pemandangan ini disaksikan langsung oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf. Fatma menyambangi setiap meja produksi, menyapa para penerima manfaat, dan menyuntikkan motivasi kepada keluarga pendamping.

    Salah satu titik yang dikunjungi Fatma adalah Pos Kesehatan Jiwa Mergo Waras binaan Puskesmas Dukuhklopo. Bersama Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito, wadah ini menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas psikososial. Di sini, mereka mendapatkan rehabilitasi sosial, terapi, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha mandiri.

    Di tempat ini, mereka tidak lagi disebut dengan label klinis yang kaku, melainkan sebagai "para tersayang"-sebuah akronim dari Terabaikan Kasih Sayang di Saat Jiwanya Goyang.

    "Bagi saya, sebutan itu mengingatkan kita semua bahwa setiap orang membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan penerimaan, terutama ketika sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya," tutur Fatma dalam keterangan tertulis, Sabtu .

    Fatma menegaskan maknanya tidak boleh berhenti sebatas julukan. Istilah ini menjadi pengingat bagi publik bahwa tidak boleh ada lagi warga yang terabaikan hanya karena kondisi kesehatan jiwa atau disabilitasnya.

    "Mereka adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak setara untuk bekerja, belajar, berkarya, dan hidup bermartabat," tambahnya.

    Fatma mengaku bangga karena proses pemulihan di Poskeswa ini melampaui pengobatan medis. Melalui Asistensi Rehabilitasi Sosial , Kementerian Sosial mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, bantuan kewirausahaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menyalurkan bantuan ATENSI dengan total nilai Rp82.496.521 kepada 22 penerima manfaat .

    Adapun rincian bantuan yang disalurkan antara lain, alat bantu aksesibilitas berupa 2 unit kursi roda standar, 1 unit kursi roda adaptif , dan 4 unit sepeda adaptif.

    Kemudian, bantuan kewirausahaan untuk 15 penerima. Modal modal usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing, mulai dari usaha tambal ban, warung makan/kopi, produksi telur asin, kerajinan tas macrame, mebel dan jaranan, hingga penjualan pakaian.

    "Jangan pandang bantuan ini sebagai tujuan akhir. Jadikan ini pemantik semangat untuk terus melangkah menuju kemandirian dan peningkatan kualitas hidup," ucap Fatma.

    Selain penyerahan bantuan dan peninjauan ruang produksi, rangkaian bakti sosial ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diakses oleh sekitar 100 peserta, termasuk para kader Posyandu.

    Sebagai informasi, turut hadir dalam agenda bakti sosial DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Kegiatan ini turut dikawal oleh Penasihat dan Ketua DWP Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Pemkab Jombang, serta perwakilan Kemensos. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat ini menjadi kunci dalam membuka ruang bagi kelompok rentan untuk bangkit dan berdaya.

    • Sebelumnya: Pilih Rasuna Said Dibanding Bundara HI untuk CFD, Warga: Lebih Sepi, Lebih Fokus Olahraga
    • Selanjutnya: Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026

      Artikel Terkait

      • Serang Polisi Pakai Sajam, Bandar Narkoba di Riau Dilumpuhkan
      • Wisata Ancol Gratis untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sampai 31 Juli, Cek Syaratnya!
      • Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 18 Juli 2026, Berangkatan dari Palur hingga Yogyakarta
      • Jelang HUT Ke-81 RI, Jalur Terdampak Bencana Sumatera Mulai Pulih
      • Pemprov DKI Jakarta Buka Seleksi Duta Antihoaks, Khusus Pelajar SMA Negeri
      • Pemkab Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Sajikan Kopi dan Makan Gratis
      • Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
      • Menkum: Tarif Lepas WNI Hanya untuk 300 Orang, Apa yang Perlu Kita Resahkan?
      • 6 Hal Terimbas dari Saling Serang Terbaru Iran Vs AS
      • 7 Ide Meal Prep di Bawah Rp 200.000 untuk Seminggu, Cocok untuk Pemula

        Lihat Sekilas

      • Tren Taktik Low Block di Piala Dunia 2026, Tembakan Jauh Jadi Solusi
      • 2 Link Live Streaming Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 dan Cara Nonton Gratis di TVRI
      • Panglima TNI Sebut Pendampingan TNI AU Sumbang 45 Persen Target Produksi Gula Nasional 2026
      • Hadiah Juara Piala Dunia bagi Pemain Spanyol, Satu Orang Sembilan Miliar Rupiah
      • Iran Akui Salah Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz
      • Tak Mau Terus Menunggu Anggaran Pemerintah, Warga di Lampung Timur Patungan Bangun Jalan Impian
      • Pemprov Sumbar Siapkan Rehabilitasi Terpadu untuk Siswa MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom Rakitan
      • Cara Membuang Minyak Bekas Memasak agar Tidak Menyumbat Saluran Air
      • Samsung Galaxy A27 Vs Galaxy A26, Apa Saja yang Upgrade?
      • Trump Tuntut Bayaran Usai Klaim AS Jaga Selat Hormuz
      • Copyright © 2026 Powered by DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI,Vista Notebook   sitemap