Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya

    Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya

    Waktu: 2026-07-29 18:11:30 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Keluarga pria asal Australia yang meninggal di tahanan imigrasi di Bali mengatakan mereka "hancur" dan memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar kematiannya.

    Cameron Hughes, 39 tahun, sudah tinggal di Bali selama lebih dari 15 tahun.

    Ia sudah menikah dengan perempuan Indonesia, memiliki seorang putra berusia delapan tahun, dan menjalankan bisnis restorasi mobil di Jimbaran, Kuta Selatan.

    Cameron baru berpisah dengan istrinya dan keluarganya mengatakan ia sedang mencoba memperpanjang visanya supaya bisa tinggal dekat dengan putranya.

    "Cameron adalah sosok yang baik hati, yang sangat mencintai keluarganya dan adalah ayah yang penyayang," demikian pernyataan dari keluarga yang diterima ABC.

    "Ia sosok yang tangguh, pekerja keras, dan bangga bisa melewati tantangan menuju kehidupan yang baik.

    "Menyebutnya pergi terlalu cepat bahkan tidak cukup untuk menggambarkan perasaan kami. Keluarga kami benar-benar hancur."

    Kepada ABC, pihak imigrasi Bali mengatakan Cameron ditahan menyusul diterimanya pengaduan pada bulan Maret terkait dugaan pelanggaran visa.

    "Meski sudah diberi banyak kesempatan untuk mengurus izin tinggal secara kooperatif, individu tersebut berulang kali gagal mematuhi panggilan resmi yang dikeluarkan oleh petugas," kata juru bicara imigrasi Bali.

    "Pada hari Jumat, 10 Juli 2026, tim penegak hukum imigrasi menangkap individu tersebut di kediamannya di Jimbaran, Kuta Selatan."

    Pihak imigrasi Bali mengatakan Cameron tidak sadarkan diri beberapa jam kemudian.

    "Dalam pemantauan CCTV, petugas menemukan anomali di mana tahanan tidak bergerak dalam waktu yang lama di dalam toilet," ujar juru bicara kantor imigrasi Bali Ngurah Rai.

    "Staf memeriksa organ vitalnya, memberi pertolongan pertama, termasuk memberikan oksigen tambahan, dan berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans."

    "Petugas medis melakukan tindakan awal sebelum memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran untuk dirawat intensif."

    Pihak otoritas di Bali mengatakan Cameron dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dengan catatan medis awal yang menyebutnya ia meninggal akibat serangan jantung.

    Namun pihak keluarga Cameron mengatakan mereka menerima informasi yang berbeda-beda dari pihak otoritas, dan mereka punya banyak pertanyaan tentang penyebab kematiannya.

    Mereka masih menggali lebih banyak informasi tentang bagaimana Cameron bisa ditahan dan apa yang terjadi ketika ia ditahan.

    Pihak keluarganya juga mengatakan secara rutin berkomunikasi dengan otoritas imigrasi Bali untuk mengklarifikasi status visa Cameron, dan membantah tuduhan kalau ia gagal berkooperatif dengan pihak setempat.

    "Kami akan bekerja sama dengan staf konsuler untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, dan untuk memahami situasi yang ada sepenuhnya," ujar pihak keluarga Cameron

    Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan mereka menyediakan bantuan konsuler kepada keluarga Cameron.

    "Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga pada saat yang sulit ini," kata juru bicara departemen.

    "Karena alasan privasi, kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut."

    Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

    Lihat juga Video 'Bongkar Kasus PSK Anak di Bekasi, Polisi Awalnya Usut Viral WNA Pedofil':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Pimpinan KPK Sebut Kasus Febrie Tak Bisa Diambil Alih dengan Sembarangan
    • Selanjutnya: Kuda Nil Moo Deng Ramal Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Lolos?

      Artikel Terkait

      • Lihat IG Pramono, Warga Langsung Bawa Kucing Sakit ke Klinik Hewan Keliling
      • Belajar Dulu sebelum Trading, Investor Asal Medan Ini Andalkan Edukasi Pasar Modal dari BNI Sekuritas
      • Kirana Larasati Hapus 8 Tato, Ungkap Biaya Mahal 50 Kali Lipat
      • Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina
      • AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal
      • Mbappe Lebih Pilih Final daripada Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
      • PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi
      • 16 Pasar Tradisional Surabaya Direvitalisasi, Anggaran Rp 20 Miliar
      • Polisi Cek TKP Kasus Anjing Husky yang Viral Dibacok di Bekasi
      • Cerita Ketekunan Kursumawati Mendekatkan Layanan Perbankan ke Warga Desa

        Lihat Sekilas

      • Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
      • Cairan Infus Viral untuk Jerawat, Dokter: Belum Ada Bukti Bisa Atasi Jerawat
      • Denda untuk Coupang, Raksasa E-commerce di Korea Selatan, Picu Protes Washington
      • 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Sibolangit, Sopir Truk Jadi Tersangka
      • [KLARIFIKASI] Konten AI, Suporter Norwegia Lakukan "Viking Row" di Conveyor Bandara
      • TNI AD Sampaikan Duka Cita Usai Insiden Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
      • Tol Gilimanuk-Mengwi Ditargetkan Masuk Tahap Tender Akhir 2026, Koster: Ditunggu Masyarakat
      • 10 Tahun Mangkrak, Gibran Pastikan Jembatan Way Bunut Lampung Bisa Dilintasi Akhir Juli
      • Jaga Sinergitas, Kapolres dan Dandim Jaksel Serap Aspirasi Warga
      • Praperadilan Piche Kota Dikabulkan, Kuasa Hukum Rivel Sila Soroti Perbedaan Putusan
      • Copyright © 2026 Powered by Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya,Vista Notebook   sitemap