Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >2 Korban Masih Dicari, Basarnas Kerahkan Tiga Tim di Reruntuhan Rumah Mewah Grand Polonia Medan

    2 Korban Masih Dicari, Basarnas Kerahkan Tiga Tim di Reruntuhan Rumah Mewah Grand Polonia Medan

    Waktu: 2026-07-29 18:04:37 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan terus mengoptimalkan proses pencarian korban reruntuhan rumah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan.

    Dalam operasi ini, tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna mempercepat proses evakuasi dan meningkatkan efektivitas pencarian.

    Langkah ini diambil menyusul insiden yang diduga akibat ledakan gas pipa tanam pada Senin (20/7/2026), yang menyebabkan bangunan runtuh dan sejumlah korban tertimbun material.

    Bagaimana strategi pencarian yang dilakukan tim SAR?

    Kepala Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan pembagian tim menjadi tiga unit dilakukan untuk mengoptimalkan proses pencarian di lokasi kejadian.

    "Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU)," ujar Hery, Selasa (21/7/2026) dikutip dari Antara.

    Setiap tim memiliki tugas khusus dan dilengkapi peralatan berbeda sesuai kebutuhan di lapangan.

    Rincian tugas masing-masing tim meliputi:

    SRU I melakukan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhanSRU II melakukan pencarian dan evakuasi dengan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui pembagian sektor serta identifikasi potensi bahayaSRU III melakukan pencarian cepat di titik prioritas dengan menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses

    Dalam operasi pencarian dan evakuasi ini, tim SAR gabungan didukung berbagai peralatan modern dan perlengkapan keselamatan. Peralatan yang digunakan antara lain:

    "Dalam operasi ini tim didukung berbagai peralatan, antara lain rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, dan perlengkapan komunikasi," kata Hery.

    Penggunaan teknologi seperti drone thermal menjadi salah satu kunci dalam mempercepat deteksi korban yang tertimbun material bangunan.

    Bagaimana kronologi kejadian dan kondisi korban?

    Hery menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Senin (20/7/2026) dan diduga disebabkan oleh ledakan gas dari pipa tanam.

    Ledakan tersebut mengakibatkan bangunan rumah runtuh dan menimpa sejumlah orang yang berada di lokasi.

    Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang di lokasi saat kejadian. Dari jumlah tersebut:

    4 orang berhasil selamat, yakni Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir1 orang ditemukan meninggal dunia2 orang lainnya masih dalam pencarian.

    Hingga saat ini, identitas korban masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

    Informasi mengenai kejadian diterima Basarnas Medan pada pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Setelah menerima laporan, tim segera bergerak ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan lengkap.

    "Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas Medan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi," sebut Hery.

    Saat ini, tim SAR gabungan masih berfokus pada pencarian dua korban yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

    "Tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran dan pembukaan akses pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun, sementara perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil operasi di lapangan," ujar Hery.

    • Sebelumnya: Sego Wiwit yang Sulit Dijumpai, Kuliner Khas Yogya dan Simbol Syukur Petani
    • Selanjutnya: Inter Milan Siapkan Tawaran Perdana untuk Djed Spence

      Artikel Terkait

      • Perjalanan Terakhir Suami Istri, Tewas dalam Kecelakaan Beruntun Sibolangit Saat Antar Anak Kuliah
      • Dishub Bakal Tindak Sopir Angkot di Bogor yang Hapus Tanda 'Angkot Tua'
      • Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?
      • Jelang Banyuwangi Ethno Carnival, Jumlah Wisatawan di Banyuwangi Membeludak
      • Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15 Ribu Bibit Pohon di Riau Bhayangkara Run 2026
      • Pengalaman Beli Laci Pakaian Online, Outfit Jadi Lebih Tertata Rapi Tanpa Ribet
      • 6 Hal Terimbas dari Saling Serang Terbaru Iran Vs AS
      • Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel
      • Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah
      • Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031

        Lihat Sekilas

      • Declan Rice: Skuad Terbaik Inggris yang Tinggal Menunggu "Waktunya"
      • Prabowo Panggil Sejumlah Anggota Kabinet ke Istana, Bahas Apa?
      • Memanas, AS Bombardir Kota Pembangkit Nuklir Iran
      • Soundrenaline di M Bloc, Danilla Riyad: Lebih Intim
      • Perluas Pasar, Produsen Pelumas Rangkul Bengkel Lokal
      • Mahalnya Biaya Rente Modernisasi Pabrik Gula
      • Pria di China Kaget, Meja Makan Retak di Rumahnya Ternyata Benda Bersejarah Dinasti Qing
      • Waka DPRD Surabaya Dorong Camat-Lurah Tiru Gaya Sidak Eri Cahyadi
      • Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Baju Warna Apa? Ini 15 Pilihannya
      • Gempa M 5 Terjadi di Wanokaka NTT, Ini Analisis BMKG
      • Copyright © 2026 Powered by 2 Korban Masih Dicari, Basarnas Kerahkan Tiga Tim di Reruntuhan Rumah Mewah Grand Polonia Medan,Vista Notebook   sitemap