Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >2 Korban Masih Dicari, Basarnas Kerahkan Tiga Tim di Reruntuhan Rumah Mewah Grand Polonia Medan

    2 Korban Masih Dicari, Basarnas Kerahkan Tiga Tim di Reruntuhan Rumah Mewah Grand Polonia Medan

    Waktu: 2026-09-12 19:30:03 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan terus mengoptimalkan proses pencarian korban reruntuhan rumah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan.

    Dalam operasi ini, tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna mempercepat proses evakuasi dan meningkatkan efektivitas pencarian.

    Langkah ini diambil menyusul insiden yang diduga akibat ledakan gas pipa tanam pada Senin (20/7/2026), yang menyebabkan bangunan runtuh dan sejumlah korban tertimbun material.

    Bagaimana strategi pencarian yang dilakukan tim SAR?

    Kepala Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan pembagian tim menjadi tiga unit dilakukan untuk mengoptimalkan proses pencarian di lokasi kejadian.

    "Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU)," ujar Hery, Selasa (21/7/2026) dikutip dari Antara.

    Setiap tim memiliki tugas khusus dan dilengkapi peralatan berbeda sesuai kebutuhan di lapangan.

    Rincian tugas masing-masing tim meliputi:

    SRU I melakukan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhanSRU II melakukan pencarian dan evakuasi dengan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui pembagian sektor serta identifikasi potensi bahayaSRU III melakukan pencarian cepat di titik prioritas dengan menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses

    Dalam operasi pencarian dan evakuasi ini, tim SAR gabungan didukung berbagai peralatan modern dan perlengkapan keselamatan. Peralatan yang digunakan antara lain:

    "Dalam operasi ini tim didukung berbagai peralatan, antara lain rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, dan perlengkapan komunikasi," kata Hery.

    Penggunaan teknologi seperti drone thermal menjadi salah satu kunci dalam mempercepat deteksi korban yang tertimbun material bangunan.

    Bagaimana kronologi kejadian dan kondisi korban?

    Hery menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Senin (20/7/2026) dan diduga disebabkan oleh ledakan gas dari pipa tanam.

    Ledakan tersebut mengakibatkan bangunan rumah runtuh dan menimpa sejumlah orang yang berada di lokasi.

    Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang di lokasi saat kejadian. Dari jumlah tersebut:

    4 orang berhasil selamat, yakni Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir1 orang ditemukan meninggal dunia2 orang lainnya masih dalam pencarian.

    Hingga saat ini, identitas korban masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

    Informasi mengenai kejadian diterima Basarnas Medan pada pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Setelah menerima laporan, tim segera bergerak ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan lengkap.

    "Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas Medan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi," sebut Hery.

    Saat ini, tim SAR gabungan masih berfokus pada pencarian dua korban yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

    "Tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran dan pembukaan akses pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun, sementara perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil operasi di lapangan," ujar Hery.

    • Sebelumnya: Jawab Tantangan Tumbuh Kembang Anak dengan Kolaborasi Lintas Ahli
    • Selanjutnya: Danau Dendam Tak Sudah Bersolek, Disulap Jadi Destinasi Kelas Dunia

      Artikel Terkait

      • Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 42,6 Triliun hingga Juni 2026
      • Anjing Husky di Babelan Bekasi Diduga Dibacok, Polisi Turunkan K9 Cari Pelaku
      • Polisi Desak Jembatan Pajarakan Direhabilitasi Setelah Tol Prosiwangi Dibuka
      • Mendiktisaintek: Kami Sangat Berharap Kesejahteraan Dosen Meningkat
      • Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
      • Meski Hukuman 27 Pelaku Pemerkosaan Anak di Sampang Bisa Diperberat, APH Diminta Cermat
      • 2 Gunung Api di NTT Meletus Bersamaan Disertai Lontaran Abu Vulkanik
      • Menkeu Purbaya Sebut Koperasi Desa Merah Putih Pasti Untung asal Tidak Dikorupsi
      • Prabowo Perintahkan Gubernur Awasi Dapur MBG karena Banyak 'Penyusup', Bobby Nasution: Sangat Wajar
      • Google Cloud Fokus Bantu Perusahaan Raih ROI dari Implementasi AI

        Lihat Sekilas

      • BMW di JLNT Antasari Diduga Mogok, Pemilik Diminta Segera Ambil ke Polres Jaksel
      • Fakta-Fakta Menarik di Balik Pembuatan Film The Odyssey
      • BGN Ungkap Evaluasi MBG Fokus ke Penerima Manfaat hingga Insentif SPPG
      • KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda Diamankan Polisi
      • Pencarian 25 Korban KM Nurul Salsa yang Hilang Diperluas hingga 448 Mil Laut Persegi
      • Demi Bisa Kuliah Lagi, Rahmi Tempuh Perjalanan 7 Jam untuk Bertemu Dedi Mulyadi
      • Iran Batalkan Ujian Akhir SMA gegara Serangan AS
      • Gegara Takhayul dan Jaket, Presiden Argentina Tak Hadiri Final Piala Dunia
      • IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.041, Saham RANS Melonjak 24,77 Persen
      • Rekrutmen Tamtama TNI AL 2026 Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar
      • Copyright © 2026 Powered by 2 Korban Masih Dicari, Basarnas Kerahkan Tiga Tim di Reruntuhan Rumah Mewah Grand Polonia Medan,Vista Notebook   sitemap