Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah

    Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah

    Waktu: 2026-07-29 18:05:29 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Anak pengirim pesan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, berakhir pindah sekolah usai ayahnya, MY, ditangkap polisi.

    Hal ini disampaikan Ketua RT 03 RW 04 Srengseng Sawah, Anton Sianipar, saat ditemui di lingkungan tempat tinggal MY.

    Setelah kejadian itu, anak dan istri MY juga pindah ke rumah mertuanya.

    “Setelah kejadian itu, anak sama istri diungsikan dan anaknya itu sudah tidak bersekolah lagi di SDN 15 Pagi Srengseng Sawah itu,” kata Anton ditemui di lokasi, Rabu (15/7/2026).

    Sebelumnya, anak MY sudah terdaftar sebagai siswa baru di sekolah itu.

    MY bahkan sempat mengantarkan anaknya ke sekolah lalu pulang lagi.

    “Kalau antar, iya. Karena yang mengantar anaknya sekolah dia. Setelah dia ngantar, baru dia beraktivitas gitu (mengirim pesan teror bom),” kata Anton.

    Dalam rentang waktu singkat, pesan berisi ancaman teror bom itu dikirimkan ke guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) sekolah.

    Anton juga bercerita, mulanya MY ingin memasukkan anaknya ke sekolah lain yang lebih dekat dengan rumah.

    Namun, dalam seleksi PPDB, anak MY akhirnya diterima di SDN Srengseng Sawah 15.

    Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, juga membenarkan bahwa MY memiliki anak yang terdaftar sebagai siswa di sekolah tersebut.

    “Betul, (MY adalah ayah dari salah satu siswa di SDN Srengseng Sawah 15),” kata Nurma dikonfirmasi lewat pesan teks.

    Adapun MY ditangkap karena mengirimkan pesan ancaman berisi teror 11 bom di SEN Srengseng Sawah 15 pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

    Aksinya ini membuat aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara.

    Polisi menyisir kawasan sekolah hingga tiga kali.

    Pertama, kepolisian dari Polsek Jagakarsa memeriksa berbagai sudut sekolah.

    Untuk memastikan keamanan, polisi juga memanggil Densus 88, Tim Gegana, dan anjing pelacak (K-9).

    Setelah pemeriksaan selama 4 jam, tidak ada bom yang didapati di lingkungan sekolah.

    Polisi akhirnya menangkap MY berdasarkan penelusuran terhadap nomor telepon yang dia gunakan untuk mengirim pesan ke dua guru di sekolah.

    • Sebelumnya: Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Dijadikan Kantor Yayasan oleh Don Ritto Sejak 2023
    • Selanjutnya: Eks Kepala Bengkel di Surabaya Diduga Gelapkan Sparepart Rp 1,9 M, JPU: Eksepsi Salah Alamat

      Artikel Terkait

      • Korban Banjir Bandang di Padang Khawatir Relokasi Huntap Bikin Anak Makin Jauh dari Sekolah
      • Sirop Tumpah yang Bikin Gelombang Dahsyat Seperti Tsunami
      • Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden
      • Menjemput Sehat dari Rumah-rumah Warga di Jember...
      • Satpol PP Tegur TikToker yang Ngonten Jual Miras di Taman Mataram Jaksel
      • Hobi Terasa Ringan tapi Berat Memulai Pekerjaan? Penelitian Ungkap Penyebabnya
      • Respons Pengacara soal Roy Suryo Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik
      • Brimob Polda Metro Sterilisasi Tenis Indoor Senayan, Amankan Konser Mitski
      • KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
      • Saat Rumpon Jadi Penyelamat 5 Korban KM Nurul Salsa Usai 4 Hari Mengapung

        Lihat Sekilas

      • Buntut Inggris Kalah, Trump Ikut-ikutan Semprot Tuchel
      • NIB Wajib bagi Pedagang E-commerce, Kemendag Tegaskan Tak Otomatis Kena Pajak
      • Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump
      • Depok Siapkan RDF Plant di TPA Cipayung, Olah 1.000 Ton Sampah Sehari
      • DLH Sanksi Pembakar TPS Ilegal di Cikeas, Wajib Bersihkan dan Pulihkan Lahan
      • Dominasi Spanyol dan Final Piala Dunia yang Sarat Makna Politik
      • Pria Asal Madiun Diduga Kabur Saat Ikut Tur di Korsel, Begini Kronologinya
      • SD Negeri Sepi Peminat, Mendikdasmen Buka Suara
      • Prabowo: Kalau Kita Perkuat Koperasi Bukan Berarti Lemahkan yang Lain
      • MTsN Asahan Tolak MBG, Bobby Nasution: SPPG-nya Perlu Dikoreksi
      • Copyright © 2026 Powered by Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah,Vista Notebook   sitemap